Lompat ke isi

Helen Freedhoff

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 13.55 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29465454; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Helen Sarah Freedhoff (9 Januari 1940 – 10 Juni 2017) merupakan fisikawan teoretis asal Kanada yang meneliti interaksi cahaya dan atom. Ia meraih gelar doktor di University of Toronto pada 1965 dan menjalani postdoktoral di Imperial College London. Freedhoff menjadi perempuan pertama yang diangkat sebagai profesor fisika di York University, Toronto, dan diyakini satu-satunya profesor perempuan di bidang fisika teoretis di Kanada saat itu.

Masa awal dan pendidikan

Helen Freedhoff lahir dengan nama Helen Sarah Goodman di Toronto pada 9 Januari 1940. Ia anak dari Ethel (Kohl) dan Sholom Goodman serta memiliki dua saudara laki-laki, David dan Irving. Julukannya "Henchy".

Ia lulus dari Harbord Collegiate Institute pada 1957, sekolah menengah di pusat kota dengan mayoritas siswa Yahudi dan banyak alumni terkenal.[3] Pada 1950-an, meniti karier sains masih jarang dilakukan perempuan di Amerika Utara karena dominasi laki-laki di bidang ini pascaperang. Namun di Harbord, Freedhoff tidak menghadapi hambatan. Ia mengenang, "Di sekolah menengah, tidak pernah terlintas bahwa saya harus berpura-pura bodoh agar disukai. Tak ada yang benar-benar menghalangi. Para guru mendukung dan tak ada yang mengajarkan bahwa berkarier itu salah".

Freedhoff masuk jurusan Matematika, Fisika, dan Kimia di University of Toronto, satu dari sekitar 10-15 perempuan di antara 120 mahasiswa tahun pertama. Awalnya ingin mendalami matematika, tetapi ia lebih tertarik pada fisika. Ia menjadi satu-satunya perempuan di angkatannya yang mengambil jurusan fisika, lulus dengan nilai tertinggi dan meraih Governor General's Gold Medal. Ia tidak merasa dirugikan secara profesional sebagai perempuan, bahkan menganggapnya sebagai keuntungan karena lebih menonjol.

Ia pernah bekerja paruh waktu di laboratorium biofisika Harold Johns, pelopor terapi radiasi kobalt untuk kanker pada 1940-an. Meski menikmati pengalaman tersebut dan tertarik pada penelitian laser oleh Harry Welsh, ia menyadari pekerjaan laboratorium bukan keahliannya. Freedhoff terinspirasi oleh fisikawan teoretis Jan Van Kranendonk yang mendorongnya melanjutkan studi pascasarjana di bawah bimbingannya. Sejak itu, ia mengabdikan diri pada penelitian ilmiah dan mengajar yang digambarkannya sebagai "kegembiraan dalam riset ilmiah". Ia menulis, "Ilmu dasar adalah bentuk budaya tinggi, tak kalah dari musik atau sastra, justru karena berguna".

Karier dan penelitian

Meski antara 1890–1933 hampir 20% gelar doktor fisika di University of Toronto diraih perempuan, Freedhoff menjadi perempuan kedua yang meraih PhD fisika setelah 1934, menyusul Olga Mracek Mitchell pada 1962. Ia menyelesaikan doktor pada 1965 dengan disertasi berjudul Theory of dipole-dipole interaction in coherent radiation processes. Antara 1960–1975, hanya 5% gelar doktor fisika di kampus ini diraih perempuan.

Freedhoff mendapat beasiswa postdoktoral dari National Research Council of Canada dan bekerja di Imperial College, London, pada 1965–1967. Ia meneliti identifikasi ciri molekul atom dalam logam dengan spektroskopi, sebagian didanai United States Air Force Office of Scientific Research.

Selama di London, Freedhoff mengirim surat ke Departemen Fisika York University, Toronto, untuk menanyakan lowongan kerja. Tahun 1967, ia diangkat sebagai asisten profesor fisika di universitas tersebut, sekaligus perempuan pertama yang menjadi profesor fisika di sana dan diyakini satu-satunya perempuan profesor fisika teoretis di Kanada saat itu.

Selain mengambil cuti sabatikal di Departemen Fisika Technion, Israel Institute of Technology, Haifa pada 1986, Freedhoff mengajar di York University hingga pensiun pada 2005 dan menerbitkan lebih dari 40 makalah ilmiah. Ia juga menjalin kerja sama dengan fisikawan di Australia, yang kemudian membawa Terry Rudolph menjadi mahasiswa doktoralnya pada 1990-an. Rudolph kini profesor fisika di Imperial College, serta dikenal bersama Matthew Pusey dan Jonathan Barrett sebagai penggagas PBR theorem, salah satu temuan penting dalam mekanika kuantum yang diambil dari nama ketiganya. Rudolph, cucu Erwin Schrödinger, turut menyampaikan pidato perpisahan di pemakaman Freedhoff.

Daftar Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29465454 (2026-07-16T11:29:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.