Lompat ke isi

Awan pelangi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 14.05 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Highly iridising altocumulus

Awan pelangi atau awan irisasi adalah awan berwarna yang dihasilkan oleh fenomena optik. Awan pelangi memiliki tampilan visual berwarna-warni dengan intensitas warna yang menyerupai pelangi.[1][2] Fenomena optik ini biasanya diamati di awan lentikular, altostratus, altokumulus, atau sirus di dekat Matahari ketika sinar matahari terdifraksi melalui tetesan air kecil atau kristal es dengan ukuran yang cukup seragam di awan.[3]

Awan warna-warni paling sering terlihat dekat dengan Matahari, yang berarti ada potensi kerusakan mata bagi pengamat.[4]

Mekanisme

Difraksi adalah penyebab utama kemunculan awan pelangi, jaraknya sekitar 10° dari Matahari.[5] Selain itu, hanya awan dengan dengan tetesan air atau kristal es yang semuanya kecil dan seragam (sekitar 1 mikron). Tetesan air tunggal menghasilkan efek warna-warni maksimum ketika kelilingnya identik dengan panjang gelombang, atau warna, cahaya yang mengelilinginya. Proses terjadinya awan pelangi juga mengharuskan awan menjadi sangat tipis, sehingga sinar cahaya hanya bertemu dengan satu tetesan dan tidak saling membiaskan, sehingga sebagian besar warna terlihat baik di awan atau di tepi awan. Warna yang tampak pada awan bergantung pada cara mata dalam menafsirkan panjang gelombang cahaya yang dekat dengan tetesan, serta kisaran diameter tetesan di awan.[6]

Di luar jarak 10° Matahari, biasanya kemunculan fenomena awan pelangi ini akan sedikit terganggu. Irisasi dapat meluas hingga 40° dari matahari.[7] Ketika difraksi terjadi di lapisan awan yang lebih besar, korona mungkin muncul.[8]

Galeri

Referensi

  1. Thomas. Higgins Storm Chasing What is Cloud Iridescence?. higginstormchassing.com.
  2. John Stevenson. Iridescent Clouds. Nature. 1886-01. Vol. 33 (845). hlm. 220–220. doi:10.1038/033220b0.
  3. Iridescent Cloud. www.hko.gov.hk.
  4. root. PSI's Dave Lien talks about iridescent clouds:. Planetary Science Institute. 2010-09-07.
  5. WMO. Irisation or Iridescence. International Cloud Atlas.
  6. root. PSI's Dave Lien talks about iridescent clouds:. Planetary Science Institute. 2010-09-07.
  7. WMO. Irisation or Iridescence. International Cloud Atlas.
  8. Iridescent Cloud. www.hko.gov.hk.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 21756021 (2022-10-06T11:01:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.