Lompat ke isi

Glasir es

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 17.50 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28011402; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Glasir es adalah lapisan es transparan dengan tekstur padat dan halus yang terbentuk di suatu permukaan ketika terjadi pembekuan hujan. Secara morfologis bentuknya mirip dengan es bening. Selain bisa terbentuk karena hujan, glasir es juga bisa dihasilkan dari gerimis, kabut, atau terkondensasi dari uap air yang sangat dingin.

Glasir es dapat terbentuk ketika hujan berlangsung dalam dua kondisi. Pertama, adanya lapisan udara dingin yang suhunya kurang dari 0 °C di dekat permukaan. Kedua, adanya lapisan udara hangat dengan suhu di atas 0 °C di atas lapisan udara dingin tersebut. Kepingan salju (bahasa Inggris: snowflake) akan terbentuk saat dua kondisi tersebut terpenuhi. Ketika turun ke atmosfer melalui lapisan udara hangat, kepingan salju akan meleleh dan berubah menjadi tetes air. Saat tetesan air tersebut memasuki lapisan udara dingin di dekat permukaan, maka tetesan air membeku lagi sehingga membentuk glasir es.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28011402 (2025-10-16T09:33:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.