Lompat ke isi

Fred Allison

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 17.58 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Fred C. Allison () adalah seorang fisikawan asal Amerika Serikat.[1][2] Ia mengembangkan metode spektroskopi magneto-optik[3][4] yang kemudian dikenal sebagai metode magneto-optik Allison. Ia sempat mengklaim telah menemukan dua elemen baru (yang kemudian terbukti keliru) menggunakan metode ini.[5] Ia mengajar di Departemen Fisika Universitas Auburn selama lebih dari tiga puluh tahun.[6]

Penemuan alabamina dan virginium

Dari karya Henry Moseley pada tahun 1914, diketahui bahwa beberapa elemen belum ditemukan. Sifat kimia mereka dapat dideduksi dari tempat-tempat kosong dalam tabel periodik Dmitri Mendeleev. Beberapa ilmuwan mengklaim telah menemukan elemen-elemen yang hilang tersebut.[7]

Selama Allison bekerja di Institut Politeknik Alabama (yang kemudian menjadi Universitas Auburn), mulai tahun 1930, ia mengembangkan metode yang ia yakini dapat mengukur ketergantungan waktu dari Efek Faraday.[8] Allison secara keliru mengklaim bahwa ia telah menemukan dua elemen yang hilang dengan spektroskopi magneto-optiknya. Ia mengklaim telah menemukan elemen 87, yang sekarang disebut fransium, dalam pollucite dan lepidolite.[9][10] Ia juga mengklaim telah menemukan elemen 85, yang sekarang disebut astatin, dalam pasir monasit, sebuah mineral yang kaya akan logam tanah jarang dan torium.[11]

Ia menamai kedua elemen tersebut berdasarkan nama negara bagian di Amerika Serikat, yaitu Virginia dan Alabama, menjadi virginium dan alabamina. Wendell Mitchell Latimer juga sempat mengklaim telah menemukan tritium pada tahun 1933 menggunakan metode yang sama.[12]

Setelah beberapa tahun dan berbagai upaya untuk memverifikasi klaim Allison, metode spektroskopi magneto-optik tersebut ditemukan tidak cocok untuk deteksi elemen baru.[13] Efek magneto-optik Allison, atau cukup disebut sebagai efek Allison, dibahas oleh Irving Langmuir dalam kuliahnya yang terkenal pada tahun 1953 mengenai sains patologis.[14]

Kehidupan

Allison lahir di Glade Spring, Virginia pada 4 Juli 1882 dan memperoleh gelar dari Emory and Henry College di Emory, Virginia pada tahun 1904. Setelah mengajar di perguruan tinggi yang sama, ia memutuskan untuk melanjutkan studi ke Universitas Johns Hopkins di Baltimore untuk mendapatkan gelar di bidang fisika. Setelah beberapa tahun di sana (mengajar di Emory and Henry dan mengerjakan gelar Ph.D. pada tahun-tahun bergantian), ia pindah ke Universitas Virginia dan menerima gelar Ph.D. dalam bidang fisika pada tahun 1920 saat bekerja dengan Jesse Beams.

Pada tahun 1922, Allison diundang untuk membentuk departemen fisika di Institut Politeknik Alabama, yang kemudian menjadi Universitas Auburn. Sebagai Dekan program pascasarjana, ia membantu mendirikan program Ph.D. pertama di universitas tersebut. Ia mengabdi di Institut Politeknik tersebut selama 31 tahun hingga pensiun wajib. Ia kemudian kembali ke Emory and Henry College sebagai ketua divisi sains selama tiga tahun. Setelah itu, ia mengajar fisika di Huntingdon College dari tahun 1956 hingga 1968. Setelah posisi dosen terakhir ini, ia kembali ke Universitas Auburn pada tahun 1969 dan melanjutkan pekerjaan laboratoriumnya hingga satu bulan sebelum kematiannya pada 2 Agustus 1974.

Pada tahun 1960-an, Universitas Auburn membangun Gedung Laboratorium Allison,[15] yang menampung departemen fisika universitas hingga Mei 2019, ketika departemen tersebut dipindahkan ke Pusat Sains Leach yang baru diperluas.[16] Pada awal tahun 2019,[17] Dewan Pengawas Universitas Auburn memutuskan untuk merobohkan Gedung Laboratorium Allison dan Parker Hall (markas departemen matematika) untuk memberi ruang bagi pembangunan kompleks akademik dan laboratorium (ACLC) serta ruang makan kampus yang baru.[18] Gedung Laboratorium Allison sepenuhnya dirobohkan pada awal tahun 2021.

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. Lindy Biggs. Fred Allison. The Encyclopedia of Alabama. 2 September 2008.
  2. Carr, Howard E. Fred Allison. Physics Today. Januari 1975. Vol. 28 (1). hlm. 107–108. doi:10.1063/1.3068789.
  3. Fred Allison. A Magneto-optic Method of Chemical Analysis. Journal of the American Chemical Society. 1930. Vol. 52 (10). hlm. 3796. doi:10.1021/ja01373a005.
  4. Fred Allison. Magneto-optic method of analysis as a new research tool. Industrial & Engineering Chemistry Analytical Edition. 1932. Vol. 4. hlm. 9–12. doi:10.1021/ac50077a005.
  5. The Allison Magneto-Optic Method of Chemical Analysis. Mike Epstein, PhD (profesor di Mount St. Mary's University).
  6. Lindy Biggs. Fred Allison. The Encyclopedia of Alabama. 2 September 2008.
  7. George B. Kauffman. Fred Allison's Magneto-Optic Search for Elements 85 and 87. The Chemical Educator. 2008. Vol. 13 (6). hlm. 358–364. doi:10.1333/s00897082174a.
  8. The Allison Magneto-Optic Method of Chemical Analysis. Mike Epstein, PhD (profesor di Mount St. Mary's University).
  9. Fred Allison. Evidence of the Presence of Element 87 in Samples of Pollucite and Lepidolite Ores. Physical Review. 1930. Vol. 35 (3). hlm. 285. doi:10.1103/PhysRev.35.285.2.
  10. Fred Allison. Further Research on Element 87. Journal of the American Chemical Society. 1932. Vol. 54 (2). hlm. 613. doi:10.1021/ja01341a025.
  11. Fred Allison. Concentrations, Acids and Lithium Salts of Element 85. Journal of the American Chemical Society. 1932. Vol. 54 (2). hlm. 616. doi:10.1021/ja01341a026.
  12. Transkrip pidato Langmuir tahun 1953, lihat bagian "Allison Effect"
  13. Trimble, R. F. What happened to alabamine, virginium, and illinium?. J. Chem. Educ. 1975. Vol. 52 (9). hlm. 585. doi:10.1021/ed052p585.
  14. I. Langmuir. Pathological Science. Physics Today. 1989. Vol. 42 (10). hlm. 36. doi:10.1063/1.881205.
  15. Lindy Biggs. Fred Allison. The Encyclopedia of Alabama. 2 September 2008.
  16. Maria Gebhardt. Faculty from the Department of Physics Met for the Last Time in the Allison Laboratory Building. Auburn University College of Sciences and Mathematics. 7 Mei 2019.
  17. Brian Woodham. $83M academic classroom building gets final approval. The Auburn Villager. 28 Februari 2019.
  18. Phil Pierce. Auburn University announces construction of new classroom building, three-story dining hall. Alabama News Center. 17 Maret 2019.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28976817 (2026-02-20T01:44:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.