Lompat ke isi

Akuifer

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 17.59 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Aquifer multilang

Akuifer atau ponot adalah lapisan yang terdapat di bawah tanah yang mengandung air dan dapat mengalirkan air. Lapisan akuifer mengandung formasi batu-batuan yang mampu melepaskan air dalam jumlah yang banyak.[1] Air yang keluar dalam jumlah banyak mampu membentuk mata air. Melalui akuifer inilah air tanah dapat diambil. Penelitian aliran air di akuifer dan karakterisasi akuifer disebut hidrogeologi. Aquifer ada dalam berbagai kedalaman. Misalnya, Pegunungan Atlas di Afrika Utara, Gunung Lebanon dan Anti-Lebanon di Suriah, Palestina, dan Lebanon, Jebel Akhdar di Oman, dan Sierra Nevada memiliki akuifer dangkal yang dieksploitasi untuk mengekstraksi air.

Klasifikasi

Jenuh dan tak jenuh

Kerak Bumi dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni zona jenuh atau freatik dan zona tak jenuh atau vados. Zona freatik adalah area yang seluruh ruang kosongnya terisi oleh air, seperti akuifer, akuitard, dan sebagainya.[2] Sebaliknya, zona vados adalah area dalam tanah yang masih memiliki ruang untuk diisi oleh lebih banyak air.[3]

Kondisi jenuh merupakan kondisi ketika pressure head air lebih besar daripada tekanan atmosfer. Dengan demikian, tekanan ukur untuk kondisi tersebut lebih dari nol. Pada muka air tanah, pressure head air sama dengan tekanan atmosfer, sehingga tekanan ukur pada kondisi tersebut sama dengan nol. Kondisi tak jenuh merupakan kondisi area di atas muka air tanah dengan pressure head negatif.[4]

Akuifer, akuitard, dan akuiklud

Akuifer merupakan daerah di bawah tanah yang mampu mengalirkan air dalam jumlah yang cukup untuk menyediakan air bagi sumur dan mata air. Zona yang mengalirkan air lebih lambat dibandingkan akuifer disebut akuitard. Akuitard mampu mengalirkan air dalam jumlah yang kecil sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan air sumur. Sementara itu, akuiklud adalah formasi geologis jenuh yang mampu menyimpan air, tetapi sulit untuk mengalirkannya.[5]

Akuifer dapat berupa formasi batuan seperti kerikil, paras, batu kapur, dan sebagainya. Akuitard dapat berupa formasi pasir berlumpur yang memiliki permeabilitas rendah. Tanah lempung dan serpih dapat dikategorikan sebagai akuiklud karena tidak mampu mengalirkan air dalam jumlah yang berarti.[6]

Terkekang dan bebas

Akuifer juga dapat dibagi menjadi akuifer terkekang dan akuifer bebas. Akuifer bebas, juga disebut sebagai akuifer muka air atau akuifer freatik, adalah akuifer yang batas atasnya berupa muka air atau permukaan freatik. Akuifer bebas tidak memiliki lapisan pembatas seperti akuiklud dan akuitard di atasnya. Umumnya, akuifer yang berada paling dekat dengan permukaan Bumi merupakan akuifer bebas. Sebaliknya, akuifer terkekang merupakan akuifer yang dibatasi oleh lapisan pembatas seperti tanah lempung di atasnya.[7] Lapisan pembatas ini dapat melindungi akuifer terkekang terhadap kontaminasi dari permukaan Bumi. Meskipun demikian, akuifer terkekang tetap dapat terkontaminasi akibat aktivitas pertambangan.[8]

Apabila perbedaan geologis antara akuifer bebas dan terkekang tidak begitu jelas, klasifikasi akuifer dapat ditentukan melalui nilai storativitas yang didapatkan dari uji akuifer. Akuifer terkekang umumnya memilki nilai storativitas kecil (antara hingga 0.001), sementara akuifer bebas memiliki nilai storativitas lebih tinggi (antara 0.01 hingga 0.35). Meskipun demikian, data yang didapatkan dari uji akuifer harus diimbangi dengan data lainnya karena nilai storativitas juga bergantung pada ketebalan akuifer, besar batuan, bentuk pori, dan faktor-faktor lainnya.[9]

Isotropik dan anisotropik

Akuifer dapat dikategorikan sebagai akuifer isotropik apabila konduktivitas hidrauliknya (K) sama saat ditinjau dari semua arah. Sebaliknya, apabila konduktivitas hidraulik akuifer berbeda saat ditinjau dari arah yang berbeda, maka akuifer tersebut dikategorikan sebagai akuifer anisotropik. Akuifer semi terkekang dengan satu atau lebih akuitard dikategorikan sebagai sistem anisotropik karena memiliki konduktivitas hidraulik horizontal (Kh) dan vertikal (Kv) yang berbeda meskipun pada kasus tertentu memiliki lapisan-lapisan pembatas isotropik.[10]

Pranala luar

Referensi

  1. Nibras Nada Nailufar. Pengertian Akuifer dan Macamnya. Kompas.com. 2020-04-09.
  2. Ian L. Pepper. Environmental Microbiology (Third Edition). Academic Press. 2015-01-01. hlm. 61–62. doi:10.1016/b978-0-12-394626-3.00004-1. ISBN 978-0-12-394626-3.
  3. Unsaturated Zone. USGS Groundwater Information.
  4. Abdon Atangana. Fractional Operators with Constant and Variable Order with Application to Geo-Hydrology. Academic Press. 2018-01-01. hlm. 299. doi:10.1016/b978-0-12-809670-3.00012-6. ISBN 978-0-12-809670-3.
  5. Zekâi Şen. Practical and Applied Hydrogeology. Elsevier. 2015-01-01. hlm. 47. doi:10.1016/b978-0-12-800075-5.00002-9. ISBN 978-0-12-800075-5.
  6. Zekâi Şen. Practical and Applied Hydrogeology. Elsevier. 2015-01-01. hlm. 47. doi:10.1016/b978-0-12-800075-5.00002-9. ISBN 978-0-12-800075-5.
  7. What is the difference between a confined and an unconfined (water-table) aquifer?. www.usgs.gov.
  8. Yanguo Teng. Total petroleum hydrocarbon distribution in soils and groundwater in Songyuan oilfield, Northeast China. Environmental Monitoring and Assessment. 2013-11-01. Vol. 185 (11). hlm. 9567. doi:10.1007/s10661-013-3274-4. "In the unconfined aquifer, the highest concentration of TPH in groundwater was mainly in farmland, while for the confined aquifer, higher concentrations of TPH in groundwater were mainly in the oil exploitation area."
  9. T. Jeyavel Raja Kumar. Assessment of groundwater potential based on aquifer properties of hard rock terrain in the Chittar–Uppodai watershed, Tamil Nadu, India. Applied Water Science. 2016-06-01. Vol. 6 (2). hlm. 183. doi:10.1007/s13201-014-0216-4.
  10. Abdon Atangana. Fractional Operators with Constant and Variable Order with Application to Geo-Hydrology. Academic Press. 2018-01-01. hlm. 2–3. doi:10.1016/b978-0-12-809670-3.00001-1. ISBN 978-0-12-809670-3.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28699644 (2025-12-14T17:49:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.