Pascual Jordan

Ernst Pascual Jordan (; ) adalah seorang fisikawan dan matematikawan teoretis asal Jerman. Ia berkontribusi penting dalam mekanika kuantum dan teori medan kuantum dengan menuliskan bentuk matematis dari mekanika matriks, dan mengembangkan hubungan antikomutasi kanonik bagi fermion. Ia juga menciptakan aljabar Jordan, yang hingga saat ini digunakan dalam mempelajari dasar-dasar matematis dan konsep dari teori kuantum, selain aplikasi matematisnya yang lain.[1]
Karya ilmiah
Bersama dengan Max Born dan Werner Heisenberg, Jordan merupakan penulis rangkaian makalah yang penting mengenai mekanika kuantum.[2] Ia mempelopori teori medan kuantum awal [3] sebelum mengalihkan perhatiannya pada kosmologi sebelum Perang Dunia II.
Jordan menerapkan suatu jenis aljabar nonasosiatif, sekarang dinamai sebagai aljabar Jordan untuk menghormatinya, dalam upaya untuk membuat suatu aljabar yang mampu teramati bagi mekanika kuantum dan teori medan kuantum. Saat ini, aljabar von Neumann juga dipergunakan dalam hal ini. Aljabar Jordan sejak saat itu telah diterapkan pada geometri projektif, teori bilangan, analisis kompleks, optimisasi, dan bidang lainnya yang terkait dengan matematika murni dan terapan, serta terus digunakan dalam mempelajari dasar-dasar matematis dan konsep dari teori kuantum.
Pada tahun 1966, Jordan menerbitkan karya setebal 182-halaman berjudul Die Expansion der Erde. Folgerungen aus der Diracschen Gravitationshypothese (Ekspansi Bumi. Kesimpulan dari hipotetis gravitasi Dirac)[4] di mana ia mengembangkan teorinya bahwa, menurut hipotesis Paul Dirac mengenai pelemahan gravitasi secara tunak sepanjang sejalah alam semesta, Bumi mungkin mengalami pengerutan hingga ukurannya saat ini, dari awalnya sebuah bola berdiameter sekitar . Teori ini mampu menjelaskan mengapa lapisan bawah sima yang elastis pada kerak Bumi memiliki ketebalan yang relatif seragam, sedangkan lapisan atas sial yang rapuh terpecah menjadi lapisan utama lempeng benua. Benua-benua yang harus beradaptasi dengan permukaan bola yang tumbuh lebih rata, pegunungan di permukaan bumi, dalam perjalanannya, akan menjadi seperti lipatan yang menyempit.[5] Terlepas dari waktu yang telah dihabiskan Jordan dalam pengembangan teori Bumi, pekerjaan geologisnya tersebut tidak pernah dianggap serius oleh fisikawan atau ahli geologi.[6]
Karya terpilih
Lihat pula
Bacaan lebih lanjut
Referensi
- ↑ McCrimmon, Kevin (2004) A Taste of Jordan Algebras. Springer.
- ↑ Silvan S. Schweber, QED and the Men Who Made It: Dyson, Feynman, Schwinger, and Tomonaga, Princeton: Princeton University Press, 1994, .
- ↑ Silvan S. Schweber, QED and the Men Who Made It: Dyson, Feynman, Schwinger, and Tomonaga, Princeton: Princeton University Press, 1994, .
- ↑ Die Wissenschaft, vol. 124. Friedrich Vieweg & Sohn, Braunschweig 1966
- ↑ Heinz Haber: Unser blauer Planet. Rowohlt Verlag. 1967. hlm. 48, 52, 54–55.
- ↑ Helge Kragh. Pascual Jordan, Varying Gravity, and the Expanding Earth. Physics in Perspective. 2015. Vol. 17 (2). hlm. 107–134. doi:10.1007/s00016-015-0157-9.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29574311 (2026-08-14T01:58:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.