Lompat ke isi

Selandia (benua)

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 18.00 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Zealandia topography

Selandia (), juga dikenal secara ilmiah sebagai Zealandia, Tasmantis, atau Benua Selandia Baru, adalah massa daratan benua yang diperkirakan hampir seluruhnya tenggelam setelah terpisah dari Australia sekitar 60 hingga 85 juta tahun yang lalu[1] dan dari Antartika antara 130 dan 85 juta tahun yang lalu.

Benua ini diperkirakan telah tenggelam sepenuhnya sekitar 23 juta tahun yang lalu.[2] Saat ini, sebagian besar wilayahnya, yaitu sekitar 94 persen, tetap berada di bawah permukaan Samudra Pasifik, menjadikan wilayah daratan utamanya yang menyembul ke permukaan hanyalah Selandia Baru dan Kaledonia Baru. Dengan total luas wilayah mencapai sekitar 4,9 juta kilometer persegi, Selandia secara geologis diklasifikasikan sebagai benua terkecil, tertipis, sekaligus yang paling muda di dunia.[3]

Karakteristik geologi

Klasifikasi Selandia sebagai sebuah benua tersendiri, alih-alih sekadar kumpulan pulau dan palung laut, didasarkan pada empat kriteria geologis utama yang membedakannya secara kontras dari kerak samudra di sekitarnya:

  • Elevasi tinggi relatif: Meskipun sebagian besar kawasannya berada di bawah air, wilayah Selandia memiliki elevasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kerak samudra di sekitarnya yang berupa dataran abisal laut dalam.
  • Keberagaman batuan: Kerak Selandia tersusun atas batuan beku granit, batuan metamorf, dan batuan sedimen silisiklastik yang karakteristiknya hanya ditemukan pada area kerak benua kuno, bukan batuan basalt homogen khas lantai samudra.
  • Ketebalan kerak bumi: Ketebalan kerak bumi di bawah Selandia berkisar antara 10 hingga 30 kilometer. Meskipun ketebalan ini lebih tipis daripada rata-rata benua lain karena mengalami peregangan tektonik yang ekstrem, ukuran ini jauh lebih tebal daripada kerak samudra rata-rata yang hanya memiliki ketebalan sekitar 7 kilometer.
  • Batas wilayah yang luas: Batas-batas geografisnya terkonsentrasi secara kontinu dan tidak terpecah-pecah, mencakup area yang cukup luas untuk diklasifikasikan sebagai sebuah benua, bukan sekadar fragmen mikrobenua biasa.

Sejarah tektonik dan subsiden

Selandia awalnya merupakan bagian integral dari superbenua purba Gondwana. Proses pemisahan dimulai sejak Zaman Kapur sekitar 130 hingga 85 juta tahun yang lalu ketika terjadi aktivitas peregangan kerak bumi berskala masif yang memisahkan daratan ini dari Antartika, diikuti oleh pemisahan dari lempeng Australia sekitar 60 hingga 85 juta tahun yang lalu.

Setelah terpisah secara tektonik, Selandia mengalami fenomena peregangan dan penipisan kerak (rifting) yang sangat ekstrem. Penipisan ini menurunkan densitas struktural daratan sehingga menyebabkan benua ini perlahan-lahan merosot dan tenggelam (subsiden) ke bawah permukaan laut secara bertahap. Subsiden terdalam diperkirakan terjadi pada masa Oligosen, di mana hampir seluruh daratan Selandia tertutup oleh air laut dan menyisakan sedikit kepulauan kecil yang terisolasi, sebelum akhirnya mengalami sedikit pengangkatan tektonik kembali akibat aktivitas batas Lempeng Pasifik dan Lempeng Indo-Australia.

Wilayah daratan dan populasi

Sebagai benua, total populasi penduduk yang mendiami daratan Selandia yang menyembul di atas permukaan laut adalah sekitar 5,4 juta jiwa. Wilayah daratan benua ini dibagi ke dalam beberapa administrasi politik:

  • Selandia Baru: Wilayah daratan terbesar dari benua ini yang mencakup Pulau Utara dan Pulau Selatan, dengan populasi sekitar 5,1 juta jiwa.
  • Kaledonia Baru: Wilayah kepulauan di bagian utara Selandia yang berstatus sebagai kolektivitas khusus Prancis, dengan populasi sekitar 270.000 jiwa.
  • Pulau Norfolk: Wilayah eksternal Australia yang terletak di antara Australia dan Selandia Baru, dengan populasi sekitar 2.200 jiwa.
  • Grup Pulau Lord Howe: Bagian administratif dari negara bagian New South Wales, Australia, dengan populasi sekitar 400 jiwa.
  • Karang Elizabeth dan Middleton: Wilayah tak berpenghuni yang berupa kepulauan karang dan dangkalan di bagian Laut Tasman.

Ekosistem dan biogeografi

Isolasi geografis Selandia yang telah berlangsung selama puluhan juta tahun sejak berpisah dari Gondwana menciptakan jalur evolusi flora dan fauna yang sangat unik dan endemik. Karena terpisah sebelum mamalia plasental berkembang luas, ekosistem asli daratan Selandia didominasi oleh burung-burung yang tidak dapat terbang (seperti kiwi, Kakapo, dan Moa yang telah punah), reptil purba endemik seperti Tuatara, serta hutan purba yang didominasi oleh pohon-pohon dari genus Agathis (seperti pohon kauri) dan Araucaria.

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. Keith Lewis. Zealandia: the New Zealand continent. Te Ara - the Encyclopedia of New Zealand. 2007-01-11.
  2. Searching for the lost continent of Zealandia. The Dominion Post. 29 September 2007.
  3. Nick Mortimer. Zealandia: Earth’s Hidden Continent. GSA Today. 2017. Vol. 27 (3). hlm. 27–35. doi:10.1130/GSATG321A.1.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29363344 (2026-06-19T08:40:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.