Lompat ke isi

Hans Christian Ørsted

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 18.03 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Ørsted

Hans Christian Ørsted () adalah kimiawan dan fisikawan asal Denmark. Pemikirannya banyak dipengaruhi oleh pemikiran Immanuel Kant. Penemuan Ørsted yang memberikan kontribusi bagi bidang kelistrikan dan kimia ialah teori elektromagnetisme dan penemuan aluminium. Pemikiran dan penemuan Ørsted kemudian dikembangkan oleh Michael Faraday untuk menemukan cara memanfaatkan tenaga listrik. Pemikiran Ørsted juga menjadi landasan bagi penemuan gelombang radio oleh James Maxwell dan metode telekomunikasi oleh Oliver Heaviside.

Masa muda

Hans Christian Ørsted dilahirkan di Rudkøbing pada tanggal 14 Agustus 1777.[1] Pemikiran-pemikiran Ørsted sangat dipengaruhi oleh pemikiran Immanuel Kant.

Penemuan

Elektromagnetisme

Pemikiran mengenai adanya hubungan antara listrik dan magnet awalnya dikemukakan pertama kali oleh Gian Domenico Romagnosi pada tahun 1802. Ia adalah seorang cendekiawan hukum asal Italia yang menerbitkan pemikirannya di koran-koran Italia. Namun, masyarakat ilmiah saat itu mengabaikan pemikirannya.

Pada tahun 1820, Ørsted menemukan hubungan antara listrik dan magnetisme. Ia mencoba mendekatkan jarum kompas ke kawat listrik yang dialiri arus listrik melalui baterai. Pendekatan ini membuat jarum kompas menyimpang. Dari percobaan ini, Ørsted menyimpulkan bahwa arus listrik menghasilkan medan magnet.[2] Percobaan ini ditampilkan oleh Ørsted dalam sebuah kuliah di Universitas Kopenhagen.

Ørsted tidak memberikan penjelasan yang rinci mengenai fenomena magnetisme. Ia juga tidak merumuskan fenomena magnetisme dalam matematika.Namun namanya dijadikan sebagai satuan unit magnetisme.

Aluminium

Pada tahun 1825, Ørsted memberi sumbangan penting bagi kimia. Ia menjadi orang pertama yang berhasil memproduksi aluminium.

Pengembangan pemikiran

Hasil penemuan Ørsted baru dia terbitkan pada tahun 1821. Isi karya tulisnya menjelaskan mengenai hubungan antara listrik dan magenetisme. Karyanya kemudian dimanfaatkan oleh Michael Faraday untuk menemukan cara pemanfaatan tenaga listrik. Hasil pembacaan atas karya Ørsted membuat Michael Faraday menemukan hubungan antara magnetisme terhadap listrik. Ia menemukan bahwa perubahan medan magnet di sekitar kawat listrik menghasilkan arus listrik.

Di sisi lain, karya tulis Ørsted menjadi dasar bagi penemuan gelombang radio oleh James Maxwell. Hasil karya Ørsted kemudian dimanfaatkan oleh Joseph Henry untuk memahami cara kerja dari komponen-komponen magnetik seperti induktor. Oliver Heaviside kemudian memanfaatkan penjelasan Joseph Henry untuk menjelaskan proses pergerakan sinyal listrik di sepanjang kabel. Penjelasan ini kemudian berfungsi dalam mempercepat dan memperluas jangkauan komunikasi internasional.

Lihat pula

Referensi

  1. Bhaztom. Mengenal 160 Tokoh Fisika Populer. Munaj Creative Media. hlm. 48.
  2. Sundaygara, C., Pranata, K. B., dan Sayadi, M. Bahan Ajar Media Pembelajaran Percobaan Fisika: Materi Listrik Magnet. Media Nusa Creative. 2018. hlm. 25. ISBN 978-602-462-164-3.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28423614 (2025-11-12T08:05:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.