Korundum
Korundum adalah mineral oksida aluminium dengan rumus kimia Al₂O₃ yang mengkristal dalam sistem trigonal. Mineral ini terkenal sebagai mineral terkeras kedua setelah intan dengan nilai kekerasan 9 pada skala Mohs, menjadikannya material abrasif yang sangat baik dan batu permata yang tahan lama. Nama "korundum" berasal dari kata Sanskerta kuruvinda atau Tamil kurundam, yang merujuk pada batu permata ini.
Korundum murni tidak berwarna (leukosafir), tetapi kehadiran unsur pengotor (trace elements) menghasilkan berbagai variasi warna yang indah. Kehadiran kromium (Cr) menghasilkan warna merah yang dikenal sebagai Ruby, sementara kombinasi besi (Fe) dan titanium (Ti) menghasilkan warna biru yang dikenal sebagai Safir. Varietas safir juga dapat ditemukan dalam warna kuning, hijau, ungu, merah muda, dan jingga-merah muda yang langka (padparadscha). Beberapa korundum memperlihatkan fenomena asterisme (bintang) ketika dipotong cabochon, disebabkan oleh inklusi jarum rutil yang tersusun teratur.
Secara fisik, korundum memiliki berat jenis antara 3.98 hingga 4.10, dengan kilau intan hingga kaca. Mineral ini tidak memiliki belahan yang sempurna, tetapi menunjukkan belahan separasi pada bidang {0001} dan {1011} akibat kembaran polisintetik. Fraktur-nya konkoidal hingga tidak rata, dan gores-nya berwarna putih. Secara optik, korundum bersifat uniaksial negatif dengan indeks bias nω = 1.768–1.772 dan nε = 1.760–1.764.
Korundum terbentuk dalam berbagai lingkungan geologi, terutama pada batuan beku miskin silika seperti sienit dan pegmatit, serta pada batuan metamorf seperti marmer kristalin, gnais, dan mika sekis. Deposit korundum berkualitas permata ditemukan di berbagai belahan dunia, dengan sumber terkenal termasuk Myanmar (ruby Mogok), Sri Lanka (safir), Kashmir (safir biru), Thailand, Kamboja, Madagaskar, dan Australia. Korundum sintetis diproduksi secara luas melalui metode proses Verneuil untuk penggunaan industri (sebagai abrasif) dan permata.
Kristalografi
Korundum mengkristal dalam sistem kristal trigonal dengan kelas kristal Hexagonal Scalenohedral (3m) dan grup ruang R3c. Parameter sel unitnya adalah a = 4.75 Å dan c = 12.982 Å, dengan rasio a : c = 1 : 2.733, volume sel unit 253.54 ų, dan jumlah unit formula per sel unit (Z) = 6.
Secara morfologi, korundum menunjukkan kebiasaan kristal yang sangat bervariasi. Kristal sering berbentuk piramida curam dengan bentuk-bentuk yang ditandai pada bidang w, z, E, atau ω. Kristal berbentuk tong (barrel-shaped) sering ditemukan dengan permukaan yang kasar dan membulat, dan kadang-kadang dapat mencapai ukuran yang cukup besar. Variasi bentuknya berkisar dari prismatik pendek sejajar sumbu [0001] dengan bidang dasar yang lebar, hingga piramida yang curam. Lebih jarang, kristal dapat berbentuk tabular datar pada bidang {0001} atau berbentuk rombohedral.
Permukaan kristal korundum sering menunjukkan goresan (striae) pada bidang {0001} yang sejajar dengan arah [0110]. Garis-garis dalam arah [1120] kadang-kadang membagi bidang dasar menjadi enam sektor. Bentuk-bentuk kristal yang umum ditemukan meliputi: {0001}, {1000}, {1120}, {7180}, {1015}, {1013}, {1012}, {1011}, {7072}, {7071}, {0111}, {0221}, {0772}, {2245}, {2243}, {7·7·14·9}, {1121}, {7·7·14·6}, {4488}, {11·11·22·6}, {2241}, {7·7·14·3}, {8·8·16·3}, {4481}, {14·14·28·3}, {4265}, dan {3254}, serta {2·8·10·9}.
Kembaran (twinning) pada korundum umumnya terjadi pada bidang {1011}, biasanya membentuk kembaran lamellar yang menghasilkan struktur berlapis dan goresan pada bidang c dan r. Lebih jarang, ditemukan kembaran penetrasi atau kembaran kepala panah (arrowhead twins) pada kristal yang berbentuk tabular sejajar bidang {1120}. Kembaran pada bidang {0001} juga ditemukan tetapi lebih jarang terjadi. Korundum juga dapat mengalami tekanan kembaran yang dihasilkan pada bidang {1011} dan {0001}.
Mineral sejenis
Referensi
Lihat pula
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29601437 (2026-08-19T19:27:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.