Lompat ke isi

Sutra teratai (kain)

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 22.35 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 23128594; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Sutra teratai ( atau , ) adalah jenis tekstil yang diproduksi menggunakan serat batang teratai yang halus. Kain ini pertama kali berasal dari Myanmar, dan sekarang juga ditenun oleh industri rumahan skala kecil di Vietnam. Karena kerumitan dan sifat padat karya dari menenun serat teratai, sutra teratai dianggap sebagai salah satu kain paling mahal di dunia.


Sutra teratai Myanmar menggunakan serat dari jenis teratai tertentu yang disebut padonma kya (ပဒုမ္မာကြာ), yang menghasilkan bunga merah muda yang besar dan harum. Batang teratai bersumber dari Danau Inle Negara Bagian Shan, dan di seluruh Myanmar, termasuk Wilayah Mandalay (Danau Sunye di Kotapraja Sintkaing); Wilayah Bago (Danau Inma di Kotapraja Thegon); Wilayah Magway (Wetthe dan Danau-Danau Alami Salin di Kotapraja Salin); Wilayah Sagaing (Danau Kandaunggyi di Kotapraja Taze).

Sejarah

Tenun sutra teratai berasal dari Danau Inle di Negara Bagian Shan, Myanmar. Tenun teratai ditemukan oleh seorang wanita etnis Intha bernama Sa Oo di desa Kyaingkhan pada awal 1900-an. Dia pertama kali menenun jubah biara Buddha menggunakan serat teratai, yang disebut kya thingan (ကြာသင်္ကန်း), sebagai persembahan kepada kepala vihara setempat, dan mempersembahkan jubah monastik yang serupa kepada patung Buddha utama di Pagoda Phaung Taw Oo. Tradisi menenun jubah memiliki sejarah panjang di Myanmar; selama festival Tazaungdaing, kompetisi menenun jubah diadakan di seluruh pagoda utama Burma.

Praktik menenun punah setelah kematiannya, dan kemudian dihidupkan kembali oleh kerabatnya, Tun Yee dan Ohn Kyi, yang memulai koperasi untuk memodernisasi dan mensistematisasikan praktik menenun.

Pada tahun 2017, Phan Thi Thuan, seorang penenun di dekat Hanoi, memperkenalkan praktik menenun ke Vietnam.

Penggunaan

Sutra teratai pertama kali digunakan untuk menenun jubah biara sebagai persembahan kepada patung Buddha atau biksu Buddha, tetapi sekarang juga digunakan untuk berbagai jenis pakaian, termasuk syal dan topi. Loro Piana, sebuah perusahaan pakaian mewah, telah mengimpor sutra lotus Myanmar untuk memproduksi jaket dan produk pakaian lainnya sejak 2010.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 23128594 (2023-03-18T06:24:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.