Lompat ke isi

Polietilena ikatan silang

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 22.48 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26581115; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Polietilen ikatan silang, umumnya disingkat menjadi PEX, XPE atau XLPE, adalah jenis polietilen dengan ikatan silang. PEX digunakan terutama dalam sistem pipa bangunan, sistem pemanas dan pendingin radiasi hidronik, perpipaan air rumah tangga, isolasi untuk kabel listrik tegangan tinggi (tegangan tinggi), dan alas bermain bayi. PEX juga digunakan untuk aplikasi gas alam dan minyak lepas pantai, transportasi bahan kimia, dan transportasi limbah. PEX adalah alternatif dari polivinil klorida (PVC), polivinil klorida terklorinasi (CPVC) atau tabung tembaga untuk digunakan sebagai pipa air perumahan.

Karakteristik

Kekuatan benturan suhu rendah, ketahanan abrasi dan ketahanan retak akibat tekanan lingkungan dapat ditingkatkan secara signifikan dengan ikatan silang, sedangkan kekerasan dan kekakuan akan berkurang. Dibandingkan dengan polietilen termoplastik, PEX tidak meleleh (analog dengan elastomer) dan tahan panas (pada waktu yang lebih lama hingga 120°C, untuk waktu singkat tanpa beban listrik atau mekanik hingga 250°C). Dengan meningkatnya kerapatan ikatan silang, modulus geser maksimum juga meningkat (bahkan pada suhu yang tinggi). PEX has significantly enhanced properties compared with ordinary PE.

Hampir semua PEX yang digunakan untuk pipa dan tubing terbuat dari polietilen densitas tinggi (HDPE). PEX mengandung ikatan ikatan silang dalam struktur polimer, mengubah termoplastik menjadi termoset. Ikatan silang terjadi selama atau setelah proses ekstrusi pipa. Tingkat ikatan silang yang diperlukan, menurut ASTM Standar F876, adalah antara 65% dan 89%. Tingkat ikatan silang yang lebih tinggi dapat mengakibatkan kerapuhan dan retak tegangan pada material, sementara tingkat ikatan silang yang lebih rendah dapat menghasilkan produk dengan sifat fisik yang lebih buruk.

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26581115 (2024-11-29T16:42:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.