Lompat ke isi

Sianoakrilat

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 23.04 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Cyanoacrylate structure

Sianoakrilat adalah keluarga perekat yang bekerja cepat untuk keperluan industri, medis, dan rumah tangga. Perekat sianoakrilat memiliki umur simpan pendek jika tidak digunakan, sekitar satu tahun dari pembuatan jika belum dibuka, dan satu bulan setelah dibuka. Zat ini memiliki beberapa toksisitas ringan.[1]

Penggunaan

Forensik

Sianoakrilat digunakan sebagai alat forensik untuk menangkap sidik jari laten pada permukaan yang tidak berpori seperti kaca, plastik, dll.[2] Sianoakrilat dihangatkan untuk menghasilkan asap yang bereaksi dengan residu sidik jari yang tidak terlihat dan kelembapan atmosfer untuk membentuk polimer putih (polycyanoacrylate) pada bekas sidik jari. Alur yang muncul kemudian dapat direkam. Sidik jari yang menempel pada sebagian besar permukaan (kecuali pada plastik putih atau sejenisnya), akan terlihat dengan mata telanjang. Hasil cetak yang tidak terlihat atau kurang terlihat dapat ditingkatkan lebih lanjut dengan menerapkan pewarnaan luminescent atau non-luminescent.

Pelarut dan pelepas

Aseton, yang umumnya ditemukan sebagai bahan aktif penghapus cat kuku (atau di jual dalam bentuk murni), adalah pelarut yang tersedia secara luas yang mampu melunakkan sianoakrilat yang diawetkan.[3] Pelarut lainnya adalah nitrometana, dimetilformamida,[4] dimetil sulfoksida, dan metilen klorida.[5] Gamma-butyrolactone juga dapat digunakan untuk menghilangkan sianoakrilat yang diawetkan.[6] Pelepas lem yang dijual secara komersial juga tersedia, banyak yang didasarkan pada propilena karbonat.

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. Eric W. Brown "The Cyanoacrylate Fuming Method"
  3. M. Moschos. Clinical experience with cyanoacrylate tissue adhesive. Documenta Ophthalmologica. Soringer. 1997. Vol. 93 (3). hlm. 237–245. doi:10.1007/BF02569064.
  4. BSI Un-Cure Safety Data Sheet. bsi-inc.com.
  5. Sham K. Duvvi. Superglue (Cyanoacrylate) in the Nose. Otolaryngology–Head and Neck Surgery. 2005. Vol. 133 (5). hlm. 803–804. doi:10.1016/j.otohns.2004.09.090.
  6. K. L. Shantha. Developments and applications of cyanoacrylate adhesives. Journal of Adhesion Science and Technology. VSP. 1989. Vol. 3 (1). hlm. 237–260. doi:10.1163/156856189X00191.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29345828 (2026-06-14T13:43:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.