Agen pembusa
Agen pembusa adalah bahan seperti surfaktan atau zat pengembang yang memfasilitasi pembentukan busa. Jika hadir dalam jumlah kecil, surfaktan mengurangi tegangan permukaan cairan (mengurangi kerja yang dibutuhkan untuk menciptakan busa) atau meningkatkan stabilitas koloidnya dengan menghambat koalesensi gelembung.[1] Zat pengembang adalah gas yang membentuk bagian gas dari busa.
Surfaktan
Natrium lauret sulfat atau natrium lauril eter sulfat (SLES) adalah detergen dan surfaktan yang ditemukan dalam banyak produk perawatan pribadi (sabun, sampo, pasta gigi, dll.). Ini merupakan bahan pembusa yang murah dan efektif. Natrium lauril sulfat atau natrium dodesil sulfat (SDS) dan amonium lauril sulfat (ALS) adalah alternatif yang umum digunakan untuk SLES dalam produk konsumen.[2]
Ko-surfaktan
Surfaktan yang kurang efektif dalam produksi busa, dapat ditambahkan ko-surfaktan untuk meningkatkan pembusaan. Dalam hal ini, ko-surfaktan disebut sebagai agen pembusa. Ini merupakan surfaktan yang digunakan dalam konsentrasi lebih rendah dalam sistem detergen daripada surfaktan utama, seringkali keluarga surfaktan kokamida. Agen pembusa kokamida meliputi kokamida DEA nonionik[3] dan kokamidopropilamina oksida,[4] serta kokamidopropil betaina zwitterionik dan kokamidopropil hidroksisultaina.[5]
Agen peniup
Terdapat dua jenis utama agen peniup: gas pada suhu pembentukan busa, dan gas yang dihasilkan melalui reaksi kimia. Karbon dioksida, pentana, dan klorofluorokarbon adalah contoh dari jenis pertama. Agen peniup yang menghasilkan gas melalui reaksi kimia meliputi baking powder, azodikarbonamida, titanium hidrida, dan isosianat (ketika bereaksi dengan air).
Pranala luar
Referensi
- ↑ 1972, 31, 612IUPAC Compendium of Chemical Terminology 2nd Edition (1997)
- ↑ Sodium Laureth Sulfate POE(2). Chemical Land 21, Seoul, Korea. Product Identification
- ↑ Cocamide DEA.
- ↑ Cocamidopropylamine Oxide (Explained + Products).
- ↑ Cocamidopropyl Hydroxysultaine.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28899804 (2026-01-27T22:59:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.