Pelopium
Pelopium adalah nama yang diusulkan untuk suatu unsur baru yang ditemukan oleh kimiawan Heinrich Rose pada tahun 1845. Nama tersebut berasal dari nama raja Yunani dan kemudian dewa, Pelops, putra Tantalos. Saat menganalisis mineral tantalit, dia menyimpulkan bahwa mineral tersebut mengandung unsur yang mirip dengan niobium dan tantalum. Kemiripan reaktivitas niobium dan tantalum menyulitkan pembuatan sampel murni. Oleh karena itu, beberapa unsur baru kemudian diusulkan, yang pada akhirnya diketahui sebenarnya merupakan campuran niobium dan tantalum.
Perbedaan antara tantalum dan niobium, serta fakta bahwa tidak terdapat unsur lain yang serupa, ditunjukkan secara tegas pada tahun 1864 oleh Christian W. Blomstrand dan Henri É. S. C. Deville, serta oleh Louis J. Troost, yang menentukan rumus beberapa senyawanya pada tahun 1865. Hal tersebut akhirnya dipastikan oleh kimiawan Swiss Jean C. G. de Marignac.
Kebingungan ini muncul karena perbedaan yang diamati antara tantalum dan niobium sangat kecil. Baik tantalum maupun niobium bereaksi dengan klorin dan sejumlah kecil oksigen, termasuk oksigen dalam konsentrasi atmosfer. Niobium membentuk dua senyawa, yaitu niobium pentaklorida (NbCl5) berwarna putih yang mudah menguap serta niobium oksiklorida (NbOCl3) yang tidak mudah menguap. Unsur-unsur baru yang diklaim, yaitu pelopium, ilmenium dan dianium, ternyata sebenarnya identik dengan niobium atau merupakan campuran niobium dan tantalum.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29594576 (2026-08-18T04:51:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.