Peristiwa anoksik
Peristiwa anoksik oseanik atau peristiwa anoksik (kondisi anoksia) merujuk kepada interval pada masa lalu Bumi dimana belahan-belahan samudra terisi dengan oksigen (O2) di kedalaman pada sebuah wilayah geografi besar. Pada beberapa peristiwa, perairan euksinia yang terdiri dari hidrogen sulfida , dikembangkan. Meski peristiwa ini tidak terjadi selama jutaan tahun, catatan geologis menunjukkan bahwa peristiwa anoksik telah terjadi beberapa kali di masa lalu. Peristiwa anoksik bertepatan dengan beberapa kepunahan massal dan mungkin berkontribusi kepadanya. Peristiwa kepunahan massal ini mencakup beberapa yang geobiolog gunakan sebagai penanda waktu dengan penanggalan biostratigrafi. Di sisi lain, ada berbagai lapisan serpih hitam yang tersebar di seluruh dunia, yang berasal dari Kapur Tengah yang mengindikasikan adanya peristiwa anoksik tetapi tidak berhubungan dengan kepunahan massal. Banyak geolog percaya bahwa peristiwa ini terhubung erat dengan melambatya sirkulasi laut, pemanasan iklim dan naiknya gas rumah kaca. Peneliti menyarankan volkanisme berkembang (terlepasnya CO2) sebagai "pemicu pusat eksternal dari euksinia"
Referensi
Bacaan tambahan
- Demaison G.J. and Moore G.T., (1980),"Anoxic environments and oil source bed genesis". American Association of Petroleum Geologists (AAPG) Bulletin, Vol.54, 1179–1209.
Pranala luar
- Hot and stinky: The oceans without oxygen
- Cretaceous climate-ocean dynamics
- Hugh Jenkyns talking about the Bonarelli Level and OAEs [1]
- Original article (Geologie en Mijnbouw, 55, 179–184, 1976) on oceanic anoxic events authored by Seymour Schlanger and Hugh Jenkyns [2]
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29576804 (2026-08-14T11:42:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.