Lompat ke isi

Sfingosina

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 04.06 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Sfingosina (2-amino-4-trans-octadecene-1,3-diol) adalah senyawa yang terdiri dari gugus kepala alkanolamina dengan dua hidroksil yang menempel pada 18 rantai hidrokarbon tak jenuh.[1] Spingosina, keramida dan spingosina-1-fosfat yang merupakan komponen penyusun dari sfingolipid yang memiliki fungsi dalam mengontrol proliferasi sel dan apoptosis.[2] Senyawa ini akan mengalami dua tipe reaksi dalam membentuk spingosina-1-fosfat, yaitu melalui dua enzim sfingosina kinase (SphK) yang memiliki dua bentuk isoform , yaitu SphK1 dan SphK12.[3]

Daftar pustaka

Referensi

  1. Elena R. Alonso. 4 - The role of the intramolecular interactions in the structural behavior of biomolecules: Insights from rotational spectroscopy. Elsevier. 2021. hlm. 93–141. doi:10.1016/b978-0-12-817586-6.00004-9. ISBN 978-0-12-817586-6.
  2. Olivier Cuvillier. Sphingosine in apoptosis signaling. Biochimica et Biophysica Acta (BBA) - Molecular and Cell Biology of Lipids. 2002. Vol. 1585 (2). hlm. 153–162. doi:10.1016/S1388-1981(02)00336-0.
  3. Alessandro Cannavo. Sphingosine Kinases and Sphingosine 1-Phosphate Receptors: Signaling and Actions in the Cardiovascular System. Frontiers in Pharmacology. 2017. Vol. 8. doi:10.3389/fphar.2017.00556.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28077177 (2025-10-17T17:45:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.