Lompat ke isi

Es laut antartika

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 04.08 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Es laut Antarktika adalah air laut di Samudera Selatan yang membeku. Setiap musim panas es laut ini mudur hampir ke garis pantai karena pencairan es. Es laut yang mengapung di laut hanya memiliki ketebalan hanya beberapa meter saja, berbeda dengan lapisan es yang terbentuk oleh gletser yang memiliki ketebalan hingga satu kilometer. Saat musim dingin permukaan laut di Antarktika membeku dan akan mencair kembali di musim panas. Es laut Antarktika memiliki batas maksimum dan batas minimum, biasanya batas maksimum terjadi pada pertengahan hingga akhir September, dan batas minimumnya terjadi pada akhir Februari atau awal Maret. Di tahun 2021, es laut Antarktika telah mencapai batas maksimumnya, yaitu sekitar 18,75 juta kilometer persegi atau 7,24 mil persegi, hal ini terjadi lebih awal yaitu pada awal bulan September. Sepanjang bulan September, luasan es laut menurun secara drastis mendekati rata-rata. Es laut Antarktika telah mencapai batas minimumnya pada Februari 2022, yaitu 1,92 kilometer persegi atau 741.000 mil persegi.[1] Di Samudera Selatan, es laut Antarktika rata-rata lebih hangat, lebih asin, dan lebih tipis. Hal ini dikarenakan es laut di Samudera Selatan mencair dari bawah, tidak seperti es laut Arktik yang mencair dari permukaan.[2]

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28462717 (2025-11-13T13:31:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.