Lompat ke isi

Isotop plutonium

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 04.09 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Plutonium (94Pu) adalah sebuah unsur buatan, kecuali sebagai jumlah renik yang dihasilkan dari penangkapan neutron oleh uranium, sehingga berat atom standarnya tidak dapat diberikan. Seperti semua unsur sintetis lainnya, ia tidak memiliki satu pun isotop stabil. Ia disintesis jauh sebelum ia ditemukan di alam, isotop pertama yang disintesis adalah 238Pu pada tahun 1940. Dua puluh radioisotop plutonium telah dikarakterisasi. Yang paling stabil adalah 24Pu dengan waktu paruh 80,8 juta tahun, 242Pu dengan waktu paruh 373.300 tahun, dan 239Pu dengan waktu paruh 24.110 tahun. Semua isotop radioaktif yang tersisa memiliki waktu paruh yang kurang dari 7.000 tahun. Unsur ini juga memiliki delapan status meta; semuanya memiliki waktu paruh kurang dari satu detik.

Isotop plutonium memiliki berat atom berkisar mulai dari 228,0387 u (228Pu) hingga 247,074 u (247Pu). Mode peluruhan utama sebelum isotop paling stabil, 244Pu, adalah fisi spontan dan emisi alfa; mode utama sesudah adalah emisi beta. Produk peluruhan utama sebelum 244Pu adalah isotop uranium dan neptunium (tidak memasukkan produk fisi), dan produk peluruhan utama setelahnya adalah isotop amerisium.

Daftar isotop

|- | rowspan=2|228Pu | rowspan=2 style="text-align:right" | 94 | rowspan=2 style="text-align:right" | 134 | rowspan=2|228,03874(3) | rowspan=2|1,1(+20−5) dtk | α (99,9%) | 224U | rowspan=2|0+ | rowspan=2| |- | β+ (0,1%) | 228Np |- | 229Pu | style="text-align:right" | 94 | style="text-align:right" | 135 | 229,04015(6) | 120(50) dtk | α | 225U | 3/2+# | |- | rowspan=2|230Pu | rowspan=2 style="text-align:right" | 94 | rowspan=2 style="text-align:right" | 136 | rowspan=2|230,039650(16) | rowspan=2|1,70(17) mnt | α | 226U | rowspan=2|0+ | rowspan=2| |- | β+ (langka) | 230Np |- | rowspan=2|231Pu | rowspan=2 style="text-align:right" | 94 | rowspan=2 style="text-align:right" | 137 | rowspan=2|231,041101(28) | rowspan=2|8,6(5) mnt | β+ | 231Np | rowspan=2|3/2+# | rowspan=2| |- | α (langka) | 227U |- | rowspan=2|232Pu | rowspan=2 style="text-align:right" | 94 | rowspan=2 style="text-align:right" | 138 | rowspan=2|232,041187(19) | rowspan=2|33,7(5) mnt | EC (89%) | 232Np | rowspan=2|0+ | rowspan=2| |- | α (11%) | 228U |- | rowspan=2|233Pu | rowspan=2 style="text-align:right" | 94 | rowspan=2 style="text-align:right" | 139 | rowspan=2|233,04300(5) | rowspan=2|20,9(4) mnt | β+ (99,88%) | 233Np | rowspan=2|5/2+# | rowspan=2| |- | α (0,12%) | 229U |- | rowspan=2|234Pu | rowspan=2 style="text-align:right" | 94 | rowspan=2 style="text-align:right" | 140 | rowspan=2|234,043317(7) | rowspan=2|8,8(1) jam | EC (94%) | 234Np | rowspan=2|0+ | rowspan=2| |- | α (6%) | 230U |- | rowspan=2|235Pu | rowspan=2 style="text-align:right" | 94 | rowspan=2 style="text-align:right" | 141 | rowspan=2|235,045286(22) | rowspan=2|25,3(5) mnt | β+ (99,99%) | 235Np | rowspan=2|(5/2+) | rowspan=2| |- | α (0,0027%) | 231U |- | rowspan=4|236Pu | rowspan=4 style="text-align:right" | 94 | rowspan=4 style="text-align:right" | 142 | rowspan=4|236,0460580(24) | rowspan=4|2,858(8) thn | α | 232U | rowspan=4|0+ | rowspan=4| |- | SF (1,37%) | (beberapa) |- | CD (2%) | 208Pb
28Mg |- | β+β+ (langka) | 236U |- | rowspan=2|237Pu | rowspan=2 style="text-align:right" | 94 | rowspan=2 style="text-align:right" | 143 | rowspan=2|237,0484097(24) | rowspan=2|45,2(1) hri | EC | 237Np | rowspan=2|7/2− | rowspan=2| |- | α (0,0042%) | 233U |- | style="text-indent:1em" | 237m1Pu | colspan="3" style="text-indent:2em" | 145.544(10)2 keV | 180(20) mdtk | IT | 237Pu | 1/2+ | |- | style="text-indent:1em" | 237m2Pu | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2900(250) keV | 1,1(1) μdtk | | | | |- | rowspan=4|238Pu | rowspan=4 style="text-align:right" | 94 | rowspan=4 style="text-align:right" | 144 | rowspan=4|238,0495599(20) | rowspan=4|87,7(1) thn | α | 234U | rowspan=4|0+ | rowspan=4|Renik[1] |- | SF (1,9%) | (beberapa) |- | CD (1,4%) | 206Hg
32Si |- | CD (6%) | 180Yb
30Mg
28Mg |- | rowspan=2|239Pu[2][3] | rowspan=2 style="text-align:right" | 94 | rowspan=2 style="text-align:right" | 145 | rowspan=2|239,0521634(20) | rowspan=2|2,411(3) thn | α | 235U | rowspan=2|1/2+ | rowspan=2|Renik[4] |- | SF (3,1%) | (beberapa) |- | style="text-indent:1em" | 239m1Pu | colspan="3" style="text-indent:2em" | 391,584(3) keV | 193(4) ndtk | | | 7/2− | |- | style="text-indent:1em" | 239m2Pu | colspan="3" style="text-indent:2em" | 3100(200) keV | 7,5(10) μdtk | | | (5/2+) | |- | rowspan=3|240Pu | rowspan=3 style="text-align:right" | 94 | rowspan=3 style="text-align:right" | 146 | rowspan=3|240,0538135(20) | rowspan=3|6,561(7) thn | α | 236U | rowspan=3|0+ | rowspan=3|Renik[5] |- | SF (5,7%) | (beberapa) |- | CD (1,3%) | 206Hg
34Si |- | rowspan=3|241Pu[6] | rowspan=3 style="text-align:right" | 94 | rowspan=3 style="text-align:right" | 147 | rowspan=3|241,0568515(20) | rowspan=3|14,290(6) thn | β (99,99%) | 241Am | rowspan=3|5/2+ | rowspan=3| |- | α (0,00245%) | 237U |- | SF (2,4%) | (beberapa) |- | style="text-indent:1em" | 241m1Pu | colspan="3" style="text-indent:2em" | 161,6(1) keV | 0,88(5) μdtk | | | 1/2+ | |- | style="text-indent:1em" | 241m2Pu | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2200(200) keV | 21(3) μdtk | | | | |- | rowspan=2|242Pu | rowspan=2 style="text-align:right" | 94 | rowspan=2 style="text-align:right" | 148 | rowspan=2|242,0587426(20) | rowspan=2|3,75(2) thn | α | 238U | rowspan=2|0+ | rowspan=2| |- | SF (5,5%) | (beberapa) |- | 243Pu[7] | style="text-align:right" | 94 | style="text-align:right" | 149 | 243,062003(3) | 4,956(3) jam | β | 243Am | 7/2+ | |- | style="text-indent:1em" | 243mPu | colspan="3" style="text-indent:2em" | 383,6(4) keV | 330(30) ndtk | | | (1/2+) | |- | rowspan=3|244Pu | rowspan=3 style="text-align:right" | 94 | rowspan=3 style="text-align:right" | 150 | rowspan=3|244,064204(5) | rowspan=3|8,00(9) thn | α (99,88%) | 240U | rowspan=3|0+ | rowspan=3|Renik[8] |- | SF (0,123%) | (beberapa) |- | ββ (7,3%) | 244Cm |- | 245Pu | style="text-align:right" | 94 | style="text-align:right" | 151 | 245,067747(15) | 10,5(1) jam | β | 245Am | (9/2−) | |- | 246Pu | style="text-align:right" | 94 | style="text-align:right" | 152 | 246,070205(16) | 10,84(2) hri | β | 246mAm | 0+ | |- | 247Pu | style="text-align:right" | 94 | style="text-align:right" | 153 | 247,07407(32)# | 2,27(23) hri | β | 247Am | 1/2+# |

Aktinida vs produk fisi

Isotop penting

Produksi dan kegunaan

238Pu biasanya tidak diproduksi dalam jumlah besar oleh siklus bahan bakar nuklir, tetapi beberapa darinya dihasilkan dari 237Np dengan penangkapan neutron (reaksi ini juga dapat digunakan dengan neptunium murni untuk menghasilkan 238Pu yang relatif bebas dari isotop plutonium lain untuk digunakan dalam generator termoelektrik radioisotop), dengan reaksi (n,2n) neutron cepat pada 239Pu, atau peluruhan alfa dari 242Cm, yang dihasilkan oleh penangkapan neutron dari 241Am. Ia memiliki penampang neutron termal yang signifikan untuk fisi, tetapi lebih mungkin untuk menangkap neutron dan menjadi 239Pu.

239Pu, sebuah isotop fisil yang merupakan bahan bakar nuklir yang paling banyak digunakan kedua dalam reaktor nuklir setelah 235U, dan bahan bakar yang paling banyak digunakan dalam bagian fisi dari senjata nuklir, dihasilkan dari 238U dengan penangkapan neutron dan diikuti oleh dua peluruhan beta.

240Pu, 241Pu, dan 242Pu diproduksi dengan penangkapan neutron lebih lanjut. Isotop bermassa ganjil, 239Pu dan 241Pu, memiliki sekitar peluang untuk mengalami fisi saat menangkap neutron termal dan sekitar peluang untuk mempertahankan neutron dan menjadi isotop berikutnya yang lebih berat. Isotop bermassa genap adalah bahan yang subur tetapi tidak fisil dan juga memiliki probabilitas keseluruhan (penampang lintang) yang lebih rendah dari penangkapan neutron; oleh karena itu, mereka cenderung terakumulasi dalam bahan bakar nuklir yang digunakan dalam reaktor termal, desain dari hampir semua pembangkit listrik tenaga nuklir saat ini. Dalam plutonium yang telah digunakan untuk kedua kalinya dalam reaktor termal dalam bahan bakar MOX, 240Pu bahkan mungkin merupakan isotop yang paling umum. Semua isotop plutonium dan aktinida lainnya, bagaimanapun, dapat dibelah dengan neutron cepat. 240Pu memang memiliki penampang penyerapan neutron termal sedang, sehingga produksi 241Pu dalam reaktor termal menjadi fraksi yang signifikan sebesar produksi 239Pu.

241Pu memiliki waktu paruh 14 tahun, dan memiliki penampang neutron termal yang sedikit lebih tinggi daripada 239Pu for both fission and absorption. untuk fisi dan penyerapan. Walaupun bahan bakar nuklir digunakan dalam reaktor, inti 241Pu lebih mungkin untuk membelah atau menangkap neutron daripada meluruh. 241Pu menyumbang proporsi fisi yang signifikan dalam bahan bakar reaktor termal yang telah digunakan selama beberapa waktu. Namun, dalam bahan bakar nuklir bekas yang tidak cepat mengalami pemrosesan ulang nuklir tetapi didinginkan selama bertahun-tahun setelah digunakan, banyak atau sebagian besar dari 241Pu akan meluruh melalui peluruhan beta menjadi 241Am, salah satu aktinida minor, sebuah pemancar alfa yang kuat, dan sulit untuk digunakan dalam reaktor termal.

242Pu memiliki penampang yang sangat rendah untuk penangkapan neutron termal; dan dibutuhkan tiga penyerapan neutron untuk menjadi isotop fisil lain (245Cm atau 241Pu) dan fisi. Meski begitu, ada kemungkinan salah satu dari kedua isotop fisil itu akan gagal membelah tetapi malah menyerap neutron keempat, menjadi 246Cm (dalam perjalanannya menjadi aktinida yang lebih berat seperti kalifornium, yang merupakan pemancar neutron dengan fisi spontan dan sulit untuk ditangani) atau menjadi 242Pu lagi; sehingga jumlah rata-rata neutron yang diserap sebelum fisi bahkan lebih tinggi dari 3. Oleh karena itu, 242Pu sangat tidak cocok untuk didaur ulang dalam reaktor termal dan akan lebih baik digunakan dalam reaktor cepat yang dapat langsung dipecah. Namun, penampang 242Pu yang rendah berarti bahwa relatif sedikit yang akan ditransmutasikan selama satu siklus dalam reaktor termal. Waktu paruh 242Pu adalah sekitar 15 kali lebih lama daripada waktu paruh 239Pu; oleh karena itu, radioaktivitasnya hanya dari radioaktivitas 239Pu dan bukan merupakan salah satu kontributor radioaktivitas limbah nuklir terbesar. Emisi sinar gama 242Pu juga lebih lemah daripada isotop lainnya.[10]

243Pu memiliki waktu paruh hanya 5 jam, meluruh melalui peluruhan beta menjadi 243Am. Karena 243Pu memiliki sedikit kesempatan untuk menangkap neutron tambahan sebelum meluruh, siklus bahan bakar nuklirnya tidak menghasilkan 244Pu yang berumur panjang dalam jumlah yang signifikan.

Pembuatan

Plutonium-240, -241 dan -242

Penampang fisi untuk 239Pu adalah 747,9 barn untuk neutron termal, sedangkan penampang aktivasinya adalah 270,7 barn (rasionya mendekati 11 fisi untuk setiap 4 tangkapan neutron). Isotop plutonium yang lebih tinggi tercipta ketika bahan bakar uranium digunakan untuk waktu yang lama. Untuk bahan bakar bekas dengan tingkat pembakaran tinggi, konsentrasi isotop plutonium yang lebih tinggi akan lebih tinggi daripada bahan bakar dengan tingkat pembakaran rendah yang diproses ulang untuk mendapatkan plutonium tingkat senjata.

Pembentukan 240Pu, 241Pu, dan 242Pu dari 238U
Isotop Penampang
neutron
termal[11]
(barn)
Mode
Pelu-
ruhan
Waktu paruh
Tangkapan Fisi
238U 2,683 0,000 α 4,468 tahun
239U 20,57 14,11 β 23,45 menit
239Np 77.03 β 2,356 hari
239Pu 270,7 747,9 α 24.110 tahun
240Pu 287,5 0,064 α 6.561 tahun
241Pu 363,0 1012 β 14,325 tahun
242Pu 19,16 0,001 α 373.300 tahun

Plutonium-239

Plutonium-239 adalah salah satu dari tiga bahan fisil yang digunakan untuk produksi senjata nuklir dan di beberapa reaktor nuklir sebagai sumber energi. Bahan fisil lainnya adalah 235U dan 233U. 239Pu hampir tidak ada di alam. Itu dibuat dengan membombardir 238U dengan neutron dalam reaktor nuklir. 238U hadir dalam kuantitas di sebagian besar bahan bakar reaktor; maka 239Pu terus menerus dibuat dalam reaktor ini. Karena 239Pu sendiri dapat dipecah oleh neutron untuk melepaskan energi, 239Pu menyediakan sebagian dari pembangkitan energi dalam reaktor nuklir.

Pembentukan 239Pu dari 238U[12]
Unsur Isotop Penampang tangkapan
neutron termal (barn)
Penampang fisi
neutron termal (barn)
Mode peluruhan Waktu paruh
U 238 2,68 5 α 4,47 tahun
U 239 22 15 β 23 menit
Np 239 30 1 β 2,36 hari
Pu 239 271 750 α 24.110 tahun

Plutonium-238

Ada sejumlah kecil 238Pu dalam plutonium dari reaktor penghasil plutonium biasa. Namun, pemisahan isotop akan cukup mahal bila dibandingkan dengan metode lain: ketika sebuah atom 235U menangkap sebuah neutron, ia diubah menjadi keadaan tereksitasi dari 236U Beberapa inti 236U yang tereksitasi mengalami fisi, tetapi beberapa meluruh menjadi keadaan dasar dari 236U. Penangkapan neutron lebih lanjut menciptakan 237U, yang memiliki waktu paruh 7 hari dan dengan cepat meluruh menjadi 237Np. Karena hampir semua neptunium diproduksi dengan cara ini atau terdiri dari isotop yang meluruh dengan cepat, seseorang dapat mendapatkan 237Np yang hampir murni dengan pemisahan kimia neptunium. Setelah pemisahan kimia ini, 237Np kembali diiradiasi oleh neutron reaktor untuk diubah menjadi 238Np, yang meluruh menjadi 238Pu dengan waktu paruh 2 hari.

Pembentukan 238Pu dari 235U
Unsur Isotop Penampang
neutron
termal
Mode peluruhan Waktu paruh
U 235 99 α 703.800.000 tahun
U 236 5,3 α 23.420.000 tahun
U 237 β 6,75 hari
Np 237 165 (tangkapan) α 2.144.000 tahun
Np 238 β 2,11 hari
Pu 238 α 87,7 tahun

240Pu sebagai rintangan untuk senjata nuklir

Plutonium-240 mengalami fisi spontan sebagai mode peluruhan sekunder pada tingkat yang kecil tetapi signifikan. Kehadiran 240Pu membatasi penggunaan plutonium dalam bom nuklir, karena fluks neutron dari fisi spontan memulai reaksi berantai sebelum waktunya, menyebabkan pelepasan energi awal yang secara fisik membubarkan inti sebelum ledakan penuh tercapai. Hal ini mencegah sebagian besar inti dari partisipasi dalam reaksi berantai dan mengurangi kekuatan bom.

Plutonium yang terdiri dari lebih dari 90% 239Pu disebut plutonium tingkat senjata; plutonium dari bahan bakar nuklir bekas dari reaktor daya komersial umumnya mengandung paling sedikit 20% 240Pu dan disebut plutonium tingkat reaktor. Namun, senjata nuklir modern menggunakan penguat fusi, yang mengurangi masalah predetonasi; jika bijinya dapat menghasilkan senjata nuklir bahkan dalam sepersekian kiloton, yang cukup untuk memulai fusi deuterium-tritium, ledakan neutron yang dihasilkan akan memecah cukup plutonium untuk memastikan hasil puluhan kiloton.

Kontaminasi 240Pu adalah alasan mengapa senjata plutonium harus menggunakan metode ledakan. Secara teoretis, 239Pu murni dapat digunakan dalam senjata nuklir jenis bedil, tetapi mencapai tingkat kemurnian ini sangatlah sulit. Kontaminasi. 240Pu telah terbukti membawa berkah bagi desain senjata nuklir. Walaupun ia menciptakan penundaan dan sakit kepala selama Proyek Manhattan karena kebutuhan untuk mengembangkan teknologi ledakan, kesulitan-kesulitan yang sama saat ini menjadi penghalang bagi proliferasi nuklir. Perangkat ledakan juga secara inheren lebih efisien dan kurang rentan terhadap detonasi yang tidak disengaja daripada senjata jenis bedil.

Referensi

  1. Produk peluruhan beta ganda dari 238 U
  2. Nuklida fisil
  3. Isotop paling berguna bagi senjata nuklir
  4. Produk penangkapan neutron dari 238 U
  5. Produk peluruhan antara dari 244 Pu
  6. Nuklida fisil
  7. Nuklida fisil
  8. Antarbintang, beberapa mungkin juga primordial tetapi klaim semacam ini masih diperdebatkan
  9. Arjun Makhijani. The Use of Weapons Plutonium as Reactor Fuel. Institute for Energy and Environmental Research. July 1997.
  10. Plutonium Isotopic Results of Known Samples Using the Snap Gamma Spectroscopy Analysis Code and the Robwin Spectrum Fitting Routine.
  11. Pusat Data Nuklir Nasional. Bagan Nuklida Interaktif
  12. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28763918 (2026-01-01T00:04:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.