Peristiwa tumbukan di Mars
Peristiwa Tumbukan di Mars sudah banyak terdeteksi. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) merilis bunyi yang dihasilkan dari tumbukan meteor yang menghantam permukaan Mars. Bunyi tumbukan tersebut ditangkap NASA dengan menggunakan instrumen InSight. Suara tersebut terekam samar dimana sebuah meteoroid menabrak atmosfer Mars dan meledak menjadi beberapa bagian.[1]
Kawah di Mars
Peristiwa ini menimbulkan munculnya banyak kawah pada permukaan planet tersebut. Ditemukan hampir 200 miliar di Mars, ada yang berukuran kecil hingga berdiameter 14 km yang melintasi equator Mars.[2]
Ditemukan adanya kawah akibat tumbukan di Mars yang diduga adalah hantaman asteroid raksasa yang menabrak Mars sekitar 3,4 miliar tahun lalu. Bekas tumbukan tersebut diduga telah menyebabkan gelombang tsunami yang setara dengan peristiwa hantaman asteroid di Bumi yang memusnahkan dinosaurus.[3]
Lapisan atmosfer Mars yang lebih tipis dibandingkan atmosfer Bumi, membuat Planet Merah lebih rentan di hantam oleh asteroid akan memungkinkan semakin banyak kawah - kawah terbentuk. Sehingga di setiap tahun, hampir 200 asteroid berbagai ukuran menghujani planet Mars.[4]
Gempa di Mars
Planet Mars tergolong planet yang aktif secara seismik sehingga proses pembentukan kawah bukan karena tumbukan asteroid saja, tetapi karena ada aktivitas tektonik dari dalam planet. Peristiwa gempa di Mars terdeteksi oleh instrumen InSight, di mana getaran gempa berlangsung selama 6 jam tanpa henti. Itu dicatat sebagai gempa ter-kuat di Mars dan gempa terlama di luar planet Bumi.[5]
Gunung Api di Mars
Gunung berapi di planet Mars merupakan yang terbesar dan tertinggi di tata surya, gunung tersebut bernama Olympus Mons. Gunung tersebut tiga kali lipat besarnya dari Mount Everest di Bumi.[6] Gunung berapi di Mars sangat aktif karena lempeng Mars tidak bergerak sama seperti lempeng Bumi.[7]
Adapun penemuan gunung api lainnya di Mars membuat para ilmuwan menjadi ter-tantang untung menyelidiki sejarah evolusi geologi Mars. Hal tersebut akan membuat penelitian lanjutan berupa ada tidaknya kemungkinan bertahan hidup di Mars, juga mengembangkan penemuan robot penjelajah Mars di masa depan[8]
Dampak terhadap Bumi
Beberapa tumbukan dahsyat di Mars akhirnya melepaskan puing - puing bekas tumbukan dari permukaan ke luar angkasa. Perjalanan puing - puing tersebut melintasi orbit dan ada yang sampai ke Bumi. Saat melewati atmosfer Bumi ada juga yang berhasil lolos ke permukaan Bumi dan ditemukan oleh para ilmuwan. Puing - puing tersebut menambah daftar geologi batuan di Bumi.[9]
Referensi
- ↑ Author. NASA Rilis Suara 'Lucu' Hasil Tumbukan Meteor dan Mars. CNN Indonesia. 2022-09-21.
- ↑ Liputan6.com. Terkuak, Kawah Tumbukan Asteroid Sebesar Mobil di Planet Mars. liputan6.com. 2014-05-26.
- ↑ Ilham Tirta. Mega Tsunami dan Jejak Asteroid Pembunuh Planet di Mars, Pernah Mampir di Bumi? - Antariksa. Mega Tsunami dan Jejak Asteroid Pembunuh Planet di Mars, Pernah Mampir di Bumi? - Antariksa.
- ↑ Liputan6.com. Terkuak, Kawah Tumbukan Asteroid Sebesar Mobil di Planet Mars. liputan6.com. 2014-05-26.
- ↑ Author. Misteri Gempa Terbesar Mars Terpecahkan, Bukan Efek Hantaman Asteroid. CNN Indonesia. 2023-10-23.
- ↑ Liputan6.com. Olympus Mons Gunung Berapi Terbesar di Tata Surya. liputan6.com. 2024-08-01.
- ↑ Lulu Lukyani. Mengapa Mars Punya Gunung Berapi Terbesar di Tata Surya?. Kompas. 2023-08-11.
- ↑ Tim Detik. Wow! Gunung Berapi Raksasa Ditemukan di Mars, Segini Lebar dan Tingginya. Detik. 2024-03-18.
- ↑ Ratusan Meteor dari 5 Kawah Mars Jadi Ancaman Baru Bumi. SINDOnews Sains.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27379683 (2025-06-08T17:06:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.