Lompat ke isi

Aspal danau

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 09.00 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Aspal danau adalah jenis aspal alam yang dihasilkan dari danau. Lokasi penghasil aspal danau yang terbesar adalah di Pulau Trinidad. Proses pengambilan aspal danau melalui proses penyulingan. Aspal danau diamnfaatkan sebagai bahan pembuatan aspal semen.

Karakteristik

Aspal danau merupakan salah satu jenis aspal alam.[1] Bentuk fisiknya seperti dodol.[2]

Lokasi penghasil

Lokasi penghasil aspal danau terbanyak terletak di danau yang terletak di Pulau Trinidad.[3] Aspal yang dihasilkan di lokasi ini disebut aspal danau Trinidad.[4] Keberadaan aspal danau di Trinidad pertama kali diketahui pada tahun 1595. Orang yang menceritakan keberadannya adalah Raleigh.[5] Selain di Trinidad, aspal danau juga dihasilkan di Venezuela.[6] Aspal danau yang ada di Venezuela disebut aspal danau Bermuda. Aspal danau yang ada di Pulau Trinidad bercampur dengan mineral dan bahan organik. Persentase aspalnya sebesar 63%. Sementara itu, aspal danau Bermuda juga tidak murni dan bercampur dengan batu pasir atau gamping. Persentase aspalnya hanya sekitar 5–30%.[7]

Pengambilan

Aspal danau tersimpan di dalam cekungan pada bagian permukaan Bumi. Cara mengambilnya dengan metode penyulingan. Bahan galian pada danau dipanaskan hingga suhu 160ºC. Pada suhu ini, air yang terperangkap di dalam bahan galian akan menguap dan menyisakan aspal.[8]

Pemanfaatan

Aspal danau digunakan sebagai bahan pembuatan aspal semen. Pembuatan aspal semen berlaku baik pada aspal danau Trinidad maupun aspal danau Bermuda.[9]

Referensi

  1. Mudjanarko, S. W., dkk. Variasi HDPE (High Density Polyethylene untuk Lapis Aus Asphalt Concrete Wearing Coarse (AC-WC). Penerbit Scopindo Media Pustaka. 2019. hlm. 14. ISBN 978-623-92163-2-0.
  2. Rizem Aizid. Sejarah Terlengkap Peradaban Dunia. Noktah. 2018. hlm. 8. ISBN 978-602-5781-01-8.
  3. Silvia Sukirman. Beton Aspal Campuran Panas. Granit. April 2007. hlm. 27. ISBN 979-461-472-6.
  4. Mochammad Qomaruddin. Teknologi Bahan Konstruksi. Unisnu Press. Juni 2019. hlm. 103. ISBN 978-623-91604-1-8.
  5. Herman Budi Sasono. Manajemen Impor dan Importasi Indonesia. Penerbit ANDI. 2013. hlm. 128. ISBN 978-979-29-2298-1.
  6. Didik Suryamiharja S. Mabui. Studi Kinerja Campuran Aspal Porus dan Limbah Plastik. CV. Tohar Media. Desember 2021. hlm. 10. ISBN 978-623-5603-32-2.
  7. Azka, C. N., dkk. Perkerasan Jalan. Media Sains Indonesia. Januari 2023. hlm. 59. ISBN 978-623-195-031-4.
  8. Rendra, A., dan Mudjanarko, S. W. Analisis Perbandingan Flexible Pavement As Buton Pra Campur dengan Plastik HDPE untuk Lapisan AC-WC. Narotama University Press. hlm. 27-28. ISBN 978-602-655-785-8.
  9. Tri Mulyono. Bahan Bangunan dan Konstruksi. Stiletto Indie Book. Agustus 2021. hlm. 670. ISBN 978-623-6400-83-8.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26969893 (2025-02-26T12:17:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.