Lompat ke isi

Raksa pada ikan

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 09.02 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Raksa dalam bentuk metil raksa terkonsentrasi di dalam tubuh ikan dan kerang. Metil raksa adalah senyawa organik yang sangat beracun. Produk-produk ikan mengandung logam berat dengan kadar yang berbeda. Ikan yang hidup lama dan berada di atas rantai makanan (seperti tuna, hiu, ikan pedang dan tenggiri Amerika) memiliki kadar raksa yang lebih tinggi daripada ikan-ikan lainnya.[1]

Raksa dapat mengalami bioakumulasi di dalam tubuh manusia, sehingga bioakumulasi pada makanan laut akan masuk ke tubuh manusia dan dapat memicu keracunan raksa. Raksa membahayakan ekosistem dan manusia karena dapat merusak sistem saraf pusat.[2] Dalam ekosistem ikan yang dikendalikan oleh manusia (biasanya untuk produksi spesies ikan yang diminta oleh pasar), kadar raksa meningkat semakin tinggi seekor ikan berada di dalam rantai makanan; terdapat pula penyebab lain yang tidak terkait dengan makanan, seperti sedimen di dasar air.[3]

Keberadaan raksa pada ikan perlu diperhatikan oleh ibu-ibu yang sedang hamil dan menyusui serta oleh anak kecil. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat menyarankan hal-hal berikut kepada mereka:

  1. Jangan makan hiu, ikan pedang, tenggiri Amerika, atau jabad karena mengandung kadar raksa yang tinggi
  2. Hanya boleh memakan maksimal 12 ons (setiap satu kali makan) setiap minggu untuk berbagai macam ikan dan kerang dengan kadar raksa yang rendah. Contohnya adalah udang, salmon dan lele
  3. Tanya pejabat lokal mengenai keamanan ikan yang ditangkap di danau, sungai atau wilayah pesisir. Jika tidak ada nasihat yang tersedia, hanya boleh makan maksimal 6 ons (setiap satu kali makan) setiap minggu jika ikan ditangkap dari perairan lokal, tetapi jangan makan ikan yang lain pada minggu tersebut

Referensi

  1. Sumber kadar raksa diambil dari situs berikut: Mercury Levels in Commercial Fish and Shellfish (1990-2010) U.S. Food and Drug Administration. Accessed 8 January 2012.
  2. K. S. Park. Emission and Speciation of Mercury from various Combustion Sources. Powder Technology. 2008. Vol. 180. hlm. 151–156. doi:10.1016/j.powtec.2007.03.006.
  3. Zhang Cheng. Mercury Biomagnification in the Aquaculture Pond Ecosystem in the Pearl River Delta. Archives of Environmental Contamination and Toxicology. 2011. hlm. 491–499.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29167647 (2026-04-26T18:17:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.