Lompat ke isi

Kekurangan seng

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 09.02 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Kekurangan seng memiliki dua definisi, yaitu kekurangan seng untuk memenuhi kebutuhan tubuh atau kondisi ketika kadar serum seng lebih rendah daripada kadar normal. Namun, penurunan konsentrasi serum hanya dapat diketahui setelah terjadi penipisan jangka panjang atau yang parah, sehingga serum seng bukanlah biopenanda yang efektif untuk status seng.[1] Gejala kekurangan seng yang sering muncul adalah peningkatan kejadian diare. Kekurangan seng berdampak terhadap kulit, saluran pencernaan, otak, sistem saraf pusat, kekebalan tubuh, tulang, dan sistem reproduksi.

Kekurangan seng diakibatkan oleh kurangnya konsumsi makanan yang mengandung seng, penyerapan seng yang tidak cukup, atau meningkatnya penggunaan sistem tubuh. Penyebab utamanya adalah kekurangan makanan yang mengandung seng. Di Amerika Serikat, pedoman asupan seng setiap harinya adalah 8 mg untuk perempuan dan 11 mg untuk laki-laki.[2] Makanan dengan kandungan seng yang tinggi adalah tiram, daging, dan kacang.

Diperkirakan terdapat dua miliar orang di seluruh dunia yang mengalami kekurangan seng.[3]

Pranala luar

Referensi

  1. Use of serum zinc concentration as an indicator of population zinc status. Food and Nutrition Bulletin. September 2007. Vol. 28 (3 Suppl). hlm. S403-29. doi:10.1177/15648265070283S303.
  2. Connie W. Bales. Handbook of Clinical Nutrition and Aging. Springer. May 21, 2009. hlm. 151–. ISBN 978-1-60327-384-8.
  3. Discovery of human zinc deficiency: 50 years later. Journal of Trace Elements in Medicine and Biology. June 2012. Vol. 26 (2-3). hlm. 66–9. doi:10.1016/j.jtemb.2012.04.004.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28704442 (2025-12-16T02:59:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.