Tumbaga

Tumbaga adalah sebuah istilah yang diberikan oleh penjelajah Spanyol kepada sebuah logam paduan emas-tembaga dengan komposisi yang tidak tentu dan ditemukan di banyak tempat di Amerika Tengah dan Amerika Selatan pada zaman pra-Columbus. Tumbaga memiliki titik lebur yang lebih rendah dibandingkan emas maupun tembaga, dan juga lebih keras dibandingkan keduanya. Perlakuan dengan sedikit asam di bagian permukaan akan menghilangkan tembaganya dan meninggalkan lapisan emasnya sehingga menjadi terlihat mengkilap. Tumbaga tidak dikategorikan sebagai produk akhir karena masih dapat diberikan perlakuan fisik lainnya untuk mengubah sifat fisiknya, termasuk penempaan, solder, cold rolling, dan sebagainya. Di kebudayaan pra-Columbus, tumbaga banyak digunakan untuk urusan religius.[1][2]
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 19257469 (2021-10-13T19:19:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.