Pertukaran ion
Pertukaran ion dapat berlangsung antara dua elektrolit atau antara suatu larutan elektrolit dengan sebuah kompleks. Biasanya istilah ini mengacu kepada proses pemurnian, pemisahan, dan dekontaminasi larutan dengan "penukar ion" padat yang bersifat polimerik at au mineralik.
Benda yang biasanya digunakan untuk melakukan pertukaran ion adalah resin penukar ion, zeolit, montmorilonit, tanah liat, dan humus tanah. Penukar ion dapat menjadi penukar kation yang melakukan pertukaran ion positif atau penukar anion yang melakukan pertukaran ion negatif. Terdapat pula penukar amfoter yang dapat menukar kation dan anion secara bersamaan.
Contoh ion-ion yang dapat terikat dengan penukar ion adalah:
- H+ (proton) dan OH− (hidroksida).
- Ion monoatomik bermuatan tunggal seperti Na+, K+, dan Cl−.
- Ion monoatomik bermuatan ganda seperti Ca2+ dan Mg2+.
- Ion anorganik poliatomik seperti SO42− dan PO43−.
- Basa organik, contohnya −NR2H+.
- Asam organik, sering kali molekul yang mengandung −COO−
- Biomolekul yang dapat terionisasi: asam amino, peptida, protein, dll
Pertukaran ion merupakan reaksi dua arah dan penukar ion dapat "diregenerasi" atau "dimuat" dengan ion yang diinginkan dengan cara membasuhnya dengan kelebihan ion tersebut.
Referensi
- Ion Exchangers (K. Dorfner, ed.), Walter de Gruyter, Berlin, 1991.
- C. E. Harland, Ion exchange: Theory and Practice, The Royal Society of Chemistry, Cambridge, 1994.
- Ion exchange (D. Muraviev, V. Gorshkov, A. Warshawsky), M. Dekker, New York, 2000.
- A. A. Zagorodni, Ion Exchange Materials: Properties and Applications , Elsevier, Amsterdam, 2006.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26590788 (2024-12-02T02:13:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.