Lompat ke isi

Lembang (bentuk lahan)

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 14.26 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27845917; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Lembang atau lembangan adalah tempat yang teduh, atau tempat yang cekung atau berawa. Dalam penggunaan AS khususnya, ini adalah saluran dangkal dengan sisi yang landai. Lembang seperti itu bisa terbentuk secara alami atau buatan manusia. Lembang buatan sering kali merupakan cekungan resapan, yang dirancang untuk mengelola limpasan air, menyaring polutan, dan meningkatkan infiltrasi air hujan. Biolembang adalah lembang yang melibatkan penyertaan tanaman atau vegetasi dalam konstruksinya, khususnya.

Di darat

Penggunaan lembang telah dipopulerkan sebagai strategi pemanenan air hujan dan konservasi tanah oleh Bill Mollison, David Holmgren, dan pendukung permakultur lainnya. Dalam konteks ini sengkedan biasanya berupa parit pemanen air pada kontur, disebut juga diinding kontur .

Lembang seperti yang digunakan dalam permakultur dirancang oleh ahli permakultur untuk memperlambat dan menangkap limpasan dengan menyebarkannya secara horizontal melintasi bentang lahan (sepanjang garis kontur elevasi ), memfasilitasi infiltrasi limpasan ke dalam tanah. Bentuk tipikal lembang ini adalah "parit" atau "lekukan" yang digali, miring, seringnya dengan lereng rumput atau buluh di bentuk lahan. Salah satu pilihannya adalah dengan menumpuk tanah rampasan ke tepian baru di lereng yang lebih rendah, di mana pematang atau tanggul terbentuk, mengurangi risiko alami (dan sering kali peningkatan bentang lahan ) terhadap lereng di bawahnya dan ke saluran air yang terhubung dari banjir bandang .

Di tempat gersang dan kering musiman, vegetasi (ada atau ditanam) di lembang sangat diuntungkan oleh konsentrasi limpasan. Pepohonan dan semak belukar di sepanjang sengkedan dapat memberikan keteduhan dan mulsa yang mengurangi penguapan.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27845917 (2025-09-18T10:20:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.