Muhammad Jalaluddin Syah III
Dewa Masmawa Sultan Muhammad Jalaluddinsyah III atau Mas Madina Moehammad Djalaloeddin (bin Datu Raja Muda Daeng Maskuncir bin Sultan Amaroe'llah) adalah Sultan Sumbawa ke-16 (1883-1931). Datu Raja Muda Daeng Maskuncir atau Maskuncir Datu Lolo Daeng Manassa yang telah dikukuhkan untuk mengganti sang ayah Sultan Amrullah akhirnya batal. Peritiwa kebakaran hebat Istana Gunung Setia menjadi penyebab terjadinya depresi mental dimana beliau lebih memilih kehidupan spiritual daripada menjadi seorang sultan. Sehingga hal ini tidak memungkinkan untuk tetap dipertahankan guna dimahkotai sebagai sultan sumbawa. Sehingga pada saat Sultan Amrullah mangkat pada tanggal 20 Agustus 1883, hasil mufakat pangantong limaolas (Majelis 15 orang) memutuskan untuk memilih putra tertua dari Datu Raja Muda Daeng Maskuncir yakni Mas Madina Daeng Raja Dewa untuk dinobatkan sebagai Sultan Sumbawa. Mas Madina Daeng Raja Dewa saat dinobatkan bergelar Dewa Masmawa Sultan Muhammad Jalaluddinsyah III. Akta yang dibuat menunjukkan beliau disumpah pada tanggal 18 Oktober 1885 (9 Muharam 1303 Hijriyah). Pada masa Pemerintahan Beliau, didirikan Istana Dalam Loka yang hingga kini masih dapat kita saksikan hingga dewasa ini dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumbawa. Penataan bidang pemerintahan mendapat perhatian khusus dari Sultan Muhammad Jalaluddinsyah III. Beberapa kali sistem pemerintahan mengalami perubahan. Pada Tahun 1920 terjadi perubahan besar dalam sistem perintahan Kesultanan Sumbawa dimana penghapusan district menjadi onderdistrct dan kemudian beralih nama menjadi Kademungan. Dengan perubahan struktur ini maka Kedatuan dalam Kamutar Telu, Seran, Taliwang dan Jereweh dihapus pula dan berubah status menjadi Kademungan. Pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Jalaluddinsyah III inilah meletus beberapa peperangan melawan Belanda antara lain Perang Sapugara yang dipimpin oleh La Unru Sinrang Dea Mas Manurung (1906 – 1908) dan Perang Baham dipimpin oleh Baham ( 1906 dan 1921 )
Kontrak politik dengan Hindia Belanda tanggal 5 April 1886 pada masa Gubernur Jenderal Ludolph Anne Jan Wilt Sloet van de Beele.
Pada 14 Mei 1905, di Sumbawa diadakan perjanjian antara Bestuurder dari Sumbawa, Mohammad Djalaloedin III, dan Controler Oscar Maurits Goedhard yang mewakili Gubernur Jenderal Joannes Benedictus van Heutsz.
Keluarga
Sultan Muhammad Djalaluddin III memerintah 1883-1931. Beliau memiliki Istri:
1. Siti Aminah Daeng Tenripada melahirkan anak:
- ♂ Daeng Marowa (Putra Mahkota). Beliau wafat saat masih kecil.
2. Daeng Ico Dai, Melahirkan anak:
- ♀ Daeng Baoe Datu Masugi
- ♀ Daeng Uyan Datu Intan Burung
3. Siti Maryam Daeng Risompa Datu Rotimu (saudara dari Daeng Ico Dai istri ke-2), melahirkan anak:
- ♂ Datu Raja Muda Daeng Rilangi (Putra Mahkota). Beliau wafat sebelum sang ayah wafat. Putra Mahkota diganti oleh adik beliau Daeng Manurung, Daeng Manurung yang sedang di Yogyakarta kala itu dipanggil pulang untuk menjadi Putra Mahkota). Daeng Rilangi sendiri menikah dengan Lala Danra melahirkan Lalu Prabuanom Dea Radan Ambu.
- ♀ Daeng Uyan (Perempuan)
- ♂ Daeng Manurung (Putra Mahkota), dan dinobatkan menjadi Sultan Muhammad Kaharuddin III pada tahun 1931.
- ♀ Daeng Taniasanga (Perempuan)
- ♂ Daeng Marowa Datu Medan
4. Amatollah Dea Manurung, melahirkan anak:
- ♀ Lala Maskencana
- ♂ L.M. Resyad Dea Bawa
- ♂ Lalu Cela
- ♀ Lala Masuki
5. Lala Sri Majena, melahirkan anak:
- Daeng Tamemang Datu Balasari
- Daeng Matasa
- Daeng Ompa Ibo
6. Syarifah Dea Masmirah, melahirkan anak:
- ♂ Lalu Manaungi Kohe
- ♀ Lala Pancaitana
7. Lala Sagiri Datu Loka (Tidak meniliki anak), saudara dari Lala Sri Majena - isteri ke-5.
Silsilah kekerabatan dengan Raja Bicara (Mangkubumi) Bima
Tahun pemerintahan Sultan Bima.
https://pl.wikipedia.org/wiki/W%C5%82adcy_Sumbawy#Su%C5%82tani_Bimy
http://web.raex.com/~obsidian/seasiaisl.html#Bima
Mula-mula di pulau Lombok dikenal legenda Datu Telu Besanakan yang merefleksikan kekerabatan 3 kerajaan, keturunan dari Deneq Mas Pangeran Luih yaitu Betare Mas Indra Sakti (di Gelgel, Bali), Mas Kerta Jala (di Gowa) dan Mas Tunggul Nala (di Lombok).
Hikayat Sang Bima memperluas konsep ini bahwa bukan hanya 3 kerajaan tapi ada 5 kerajaan saling berkerabat sesuai Pandawa lima. Menurut Hikayat Sang Bima, Maharaja Pandu Dewata leluhur dari wangsa yang menurunkan 5 kerajaan di Nusantara yaitu wangsa yang menurunkan raja-raja Banjar (Sang Dewa), wangsa yang menurunkan raja-raja Bima (Sang Bima), raja-raja Bali (Sang Kuala), raja-raja Dompu (Darmawangsa), raja-raja Gowa (Sang Rajuna) yang merupakan lima bersaudara putera-putera dari Maharaja Pandu Dewata.
Piagam Kedatuan Gangga (Lombok Utara) memuat silsilah yang mirip, dimana raja Ambiyah menempatkan anak-anaknya yaitu Deneq Mas Sang Katong di bumi Banjar, Deneq Mas Raja di bumi Bugis, Deneq Mas Sangkabun di bumi Banten (Jawa), Deneq Mas Bun di bumi Bali, Deneq Mas Patra di bumi Sumbawa (Mbojo), Deneq Mas Sadewa di bumi Sasak (Selaparang) dan Deneq Bini Masni (Ratu Ambiyah) memerintah sepulau Lombok menggantikan ayahnya.
}}
}}
Kekerabatan dengan Kesultanan Banjar
Dewa Masmawa Sultan Muhammad Jalaluddinsyah III dan Raja-raja di Sumbawa menurut naskah Hikayat Raja-raja Banjar dan Kotawaringin dan Majelis Adat - Lembaga Adat Tanah Samawa (LATS) serta Bidang Kebudayaan - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, memiliki leluhur seorang bangsawan dari Kesultanan Banjar yang bernama Raden Subangsa bergelar Pangeran Taliwang yang memiliki seorang putra di Taliwang bernama Raden Mataram alias Amas Mattaram yang menjadi Datu Taliwang dan seorang putera lainnya di Sumbawa Besar bernama Raden Bantan (Dewa Mas Bantan) yang menjadi Sultan Sumbawa ke-3.
Lihat pula
Rujukan
Pranala luar
- https://rukusama.blogspot.com/2016/09/hikayat-sang-bima.html?m=1
- https://docs.google.com/document/d/1UNfFvEMRH85RkynYkZdeaNotA6TssRse/edit?pli=1
- https://www.geni.com/people/I-Mappasempa-Daeng-Mamaro-Opu-Mangnguluang-Karaeng-Bontolangkasa/6000000054557739880
- http://onesearch.id/Record/IOS3765.SULSE000000000089230
- http://id.rodovid.org/wk/Orang:305086 Sultan Muhammad Jalaluddin Syah II (Gusti Mesir Abdurrahman)
- http://laporancuaca.blogspot.co.id/2015/09/bangsa-dari-awan.html
- http://aryheritage.blogspot.co.id/2016/11/makam-makam-tua-di-pulausumbawa-nusa.html
- versi lain
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29488784 (2026-07-23T12:28:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.