Lompat ke isi

Lahir mati

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 14.42 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29388973; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Lahir mati adalah peristiwa ketika janin bayi meninggal sebelum lahir, biasanya didefinisikan terjadi pada usia kehamilan 20 atau 28 minggu atau lebih. Lahir mati terjadi sewaktu janin masih di dalam rahim, namun perlu dibedakan dengan kematian janin/bayi lainnya seperti keguguran (yang terjadi sebelum usia kehamilan 20 atau 28 minggu) atau sindrom kematian bayi mendadak yang terjadi beberapa saat setelah bayi lahir dalam keadaan hidup. Kematian ditandai dengan fakta bahwa setelah janin lahir, janin tidak bernapas atau menunjukkan tanda-tanda kehidupan lainnya seperti detak jantung, denyut tali pusat, atau gerakan otot sukarela tertentu. Lahir mati pada janin sering kali menyebabkan rasa bersalah atau berduka pada ibu.

Sering kali, penyebab lahir mati tidak diketahui pasti. Beberapa penyebab dapat meliputi komplikasi kehamilan seperti pre-eklampsia dan komplikasi kelahiran, masalah pada plasenta atau tali pusat, kelainan bawaan, infeksi seperti malaria dan sifilis, dan kondisi kesehatan ibu yang buruk. Faktor risiko meliputi usia ibu di atas 35 tahun, merokok, penggunaan obat-obatan, penggunaan teknologi reproduksi berbantuan, dan kehamilan pertama. Lahir mati dapat diduga ketika ibu tidak merasakan adanya pergerakan janin dan dikonfirmasi melalui ultrabunyi.

Lahir mati di seluruh dunia dapat dicegah dengan perbaikan sistem kesehatan. Sekitar setengah lahir mati terjadi pada persalinan, yang lebih sering terjadi pada negara berkembang dibandingkan negara maju. Jika tidak, tergantung pada lama kehamilan, tindakan medis atau operasi khusus dapat dijalankan. Setelah lahir mati, perempuan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hal yang sama; namun kebanyakan kehamilan selanjutnya tidak memiliki masalah yang sama. Depresi, kehilangan finansial, dan perpisahan atau perceraian adalah beberapa komplikasi yang mungkin juga terjadi.

Di seluruh dunia pada 2021, diperkirakan terjadi 1.9 juta lahir mati yang terjadi setelah usia kehamilan 28 minggu (atau sekitar 1 dari 72 kelahiran). Lebih dari tiga-per-empat lahir mati yang diperkirakan pada 2021 terjadi di More than three-quarters of estimated stillbirths in 2021 occurred in Afrika sub-Sahara dan Asia Selatan, dengan 47% dari total seluruh dunia di Afrika sub-Sahara dan 32% di Asia Selatan. Tingkat lahir mati telah menurun, walau cenderung melambat sejak 2000-an. Menurut UNICEF, jumlah lahir mati menurun sebesar 35%, dari 2.9 juta pada 2000 menjadi 1.9 juta pada 2021. Dengan perkiraan bahwa tingkat lahir mati di tiap negara masih tetap pada tingkat 2021, 17.5 juta bayi akan mengalami lahir mati hingga 2030.

Rujukan

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29388973 (2026-06-26T09:49:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.