Lompat ke isi

Elemen (astrologi)

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 14.59 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Astrologi telah menggunakan konsep elemen klasik dari zaman dahulu sampai sekarang. Dalam astrologi Barat dan astrologi India, empat elemen yang digunakan yaitu Api, Tanah/Bumi, Udara dan Air.

Astrologi barat

Di astrologi tropis, selalu ada 12 tanda-tanda astrologi. Masing-masing dari empat elemen ini terkait dengan 3 tanda-tanda Zodiak yang selalu terletak persis 120 derajat satu sama lain di sepanjang ekliptika dan dikatakan dalam trimurti dengan satu sama lain. Yang paling digunakan dalam modern astrolog adalah empat elemen klasik secara luas, (juga dikenal sebagai triplisitas) dan memang hal ini masih dipandang sebagai bagian penting dari menafsirkan grafik astrologi.

Dimulai dengan tanda pertama yaitu Aries. Aries adalah tanda api, di baris berikutnya Taurus adalah bumi atau tanah, maka untuk Gemini adalah udara, dan akhirnya untuk Kanser yaitu air. siklus ini berlanjut dan berakhir dengan tanda terakhir, Pises. Unsur pemerintahan-pemerintahan selama dua belas tanda-tanda astrologi dari zodiak (menurut Marcus Manilius) dirangkum sebagai berikut:

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22569225 (2023-01-06T08:05:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.