Lompat ke isi

Distosia

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 15.03 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Illustration of a deformed female pelvis - angular distortion Wellcome L0038229

Distosia atau persalinan macet, terjadi ketika uterus berkontraksi dengan normal, namun bayi belum juga keluar dari panggul selama persalinan karena jalan keluar terhalangi. Komplikasi pada bayi di antaranya tidak mendapat oksigen yang cukup hingga menyebabkan kematian. Hal ini meningkatkan risiko ibu terkena infeksi, ruptur uteri, atau perdarahan pasca persalinan.[1] Komplikasi jangka panjang pada ibu yaitu terbentuknya fistula obstetri. Persalinan macet disebabkan oleh persalinan memanjang, ketika persalinan kala satu fase aktif memanjang lebih dari 12 jam

Penyebab utama persalinan macet meliputi: bayi besar atau posisi bayi yang abnormal, panggul sempit, dan masalah dengan jalan lahir. Posisi abnormal meliputi distosia bahu di mana bahu anterior tidak dapat keluar dengan mudah dari bawah tulang kemaluan. Faktor-faktor risiko untuk panggul sempit seperti kekurangan gizi dan kurangnya paparan sinar matahari menyebabkan kekurangan vitamin D.[2] Hal ini juga lebih umum terjadi pada remaja karena panggul tidak tumbuh secara sempurna. Masalah dengan jalan lahir termasuk vagina dan perineum sempit yang mungkin karena khitan pada wanita atau tumor. Partogram sering digunakan untuk memantau kemajuan persalinan dan mendiagnosis masalah. Hal Ini dikombinasikan dengan pemeriksaan fisik untuk mengenali persalinan macet.[3]

Tatalaksana persalinan macet mungkin memerlukan operasi caesar atau ekstraksi vakum dengan kemungkinan pembukaan bedah simfisis pubis. Tindakan lainnya termasuk: menjaga agar ibu tetap terhidrasi dan antibiotik jika ketuban telah pecah lebih dari 18 jam.[4] Di Afrika dan Asia, persalinan macet memengaruhi memengaruhi dua dan lima persen dari kelahiran.[5] Pada tahun 2015 sekitar 6,5 juta kasus persalinan macet atau ruptur uteri terjadi.[6] Hal ini mengakibatkan 23,000 kematian ibu turun dari 29.000 kematian pada tahun 1990 (sekitar 8% dari semua kematian yang berhubungan dengan kehamilan).[7][8] Hal ini juga menjadi salah satu penyebab utama lahir mati.[9] Sebagian besar kematian akibat kondisi ini terjadi di negara berkembang.

Penyebab

Penyebab utama persalinan macet meliputi: bayi besar atau posisi bayi yang abnormal, panggul sempit, dan masalah dengan jalan lahir. Posisi abnormal meliputi distosia bahu di mana bahu anterior tidak dapat keluar dengan mudah dari bawah tulang kemaluan. Faktor-faktor risiko untuk panggul sempit seperti kekurangan gizi dan kurangnya paparan sinar matahari menyebabkan kekurangan vitamin D. Sementara masalah dengan jalan lahir termasuk vagina dan perineum sempit yang mungkin disebabkan khitan pada wanita atau tumor.

Diagnosis

Persalinan macet dapat ditegakkan diagnosis berdasarkan pemeriksaan fisik.

Tatalaksana

Tatalaksana persalinan macet adalah operasi caesar atau ekstraksi vakum dengan adanya kemungkinan pembedah simfisis pubis. Tindakan lainnya termasuk: menjaga hidrasi ibu dan antibiotik jika ketuban telah pecah lebih dari 18 jam.

Prognosis

Jika operasi caesar dilakukan pada waktu yang tepat, prognosis menjadi lebih baik. Distosia berkepanjangan dapat menyebabkan bayi lahir mati, fistula obstetrik, dan kematian ibu.[10]

Epidemiologi

Pada tahun 2013 ini mengakibatkan 19,000 kematian ibu turun dari 29.000 kematian pada tahun 1990.

Etimologi

Kata distosia berarti persalinan sulit. Antonimnya adalah eutocia () atau persalinan mudah.

Istilah lain untuk persalinan macet meliputi: persalinan sulit, persalinan abnormal, sulit melahirkan, dan persalinan disfungsional.

Hewan lain

Istilah ini juga dapat digunakan dalam konteks berbagai hewan. Distosia yang berkaitan dengan burung-burung dan reptil juga disebut egg binding.

Sebagian karena pembiakan selektif secara luas, kuda mengalami distosia lebih sering daripada pembiakan lainnya.

Bacaan lebih lanjut

Referensi

  1. JP Neilson. Obstructed labour. British medical bulletin. 2003. Vol. 67. hlm. 191–204. doi:10.1093/bmb/ldg018.
  2. Education material for teachers of midwifery : midwifery education modules. World Health Organisation. 2008. hlm. 38–44. ISBN 9789241546669.
  3. Education material for teachers of midwifery : midwifery education modules. World Health Organisation. 2008. hlm. 45–52. ISBN 9789241546669.
  4. Education material for teachers of midwifery : midwifery education modules. World Health Organisation. 2008. hlm. 89–104. ISBN 9789241546669.
  5. Krishna Usha. Pregnancy at risk : current concepts. Jaypee Bros. 2004. hlm. 451. ISBN 9788171798261.
  6. Collaborators. GBD 2015 Disease and Injury Incidence and Prevalence. Global, regional, and national incidence, prevalence, and years lived with disability for 310 diseases and injuries, 1990-2015: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2015. Lancet. 8 October 2016. Vol. 388 (10053). hlm. 1545–1602. doi:10.1016/S0140-6736(16)31678-6.
  7. Education material for teachers of midwifery : midwifery education modules. World Health Organisation. 2008. hlm. 17–36. ISBN 9789241546669.
  8. Collaborators GBD 2013 Mortality and Causes of Death. Global, regional, and national age-sex specific all-cause and cause-specific mortality for 240 causes of death, 1990-2013: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2013. Lancet. 17 December 2014. Vol. 385. hlm. 117–71. doi:10.1016/S0140-6736(14)61682-2.
  9. RL Goldenberg. Stillbirths: the vision for 2020. Lancet. 21 May 2011. Vol. 377 (9779). hlm. 1798–805. doi:10.1016/S0140-6736(10)62235-0.
  10. Carmen Dolea, Carla AbouZahr. Global burden of obstructed labour in the year 2000. Evidence and Information for Policy (EIP), World Health Organization. July 2003.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28647199 (2025-12-01T01:56:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.