Lompat ke isi

Lahir mati

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 15.04 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Lahir mati adalah peristiwa ketika janin bayi meninggal sebelum lahir, biasanya didefinisikan terjadi pada usia kehamilan 20 atau 28 minggu atau lebih.[1][2] Lahir mati terjadi sewaktu janin masih di dalam rahim,[3] namun perlu dibedakan dengan kematian janin/bayi lainnya seperti keguguran (yang terjadi sebelum usia kehamilan 20 atau 28 minggu)[4] atau sindrom kematian bayi mendadak yang terjadi beberapa saat setelah bayi lahir dalam keadaan hidup. Kematian ditandai dengan fakta bahwa setelah janin lahir, janin tidak bernapas atau menunjukkan tanda-tanda kehidupan lainnya seperti detak jantung, denyut tali pusat, atau gerakan otot sukarela tertentu.[5] Lahir mati pada janin sering kali menyebabkan rasa bersalah atau berduka pada ibu.[6][7]

Sering kali, penyebab lahir mati tidak diketahui pasti.[8][9] Beberapa penyebab dapat meliputi komplikasi kehamilan seperti pre-eklampsia dan komplikasi kelahiran, masalah pada plasenta atau tali pusat, kelainan bawaan, infeksi seperti malaria dan sifilis, dan kondisi kesehatan ibu yang buruk.[10][11][12] Faktor risiko meliputi usia ibu di atas 35 tahun, merokok, penggunaan obat-obatan, penggunaan teknologi reproduksi berbantuan, dan kehamilan pertama.[13] Lahir mati dapat diduga ketika ibu tidak merasakan adanya pergerakan janin[14] dan dikonfirmasi melalui ultrabunyi.[15]

Lahir mati di seluruh dunia dapat dicegah dengan perbaikan sistem kesehatan.[16][17][18] Sekitar setengah lahir mati terjadi pada persalinan, yang lebih sering terjadi pada negara berkembang dibandingkan negara maju.[19] Jika tidak, tergantung pada lama kehamilan, tindakan medis atau operasi khusus dapat dijalankan.[20] Setelah lahir mati, perempuan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hal yang sama; namun kebanyakan kehamilan selanjutnya tidak memiliki masalah yang sama.[21] Depresi, kehilangan finansial, dan perpisahan atau perceraian adalah beberapa komplikasi yang mungkin juga terjadi.[22]

Di seluruh dunia pada 2021, diperkirakan terjadi 1.9 juta lahir mati yang terjadi setelah usia kehamilan 28 minggu (atau sekitar 1 dari 72 kelahiran).[23] Lebih dari tiga-per-empat lahir mati yang diperkirakan pada 2021 terjadi di More than three-quarters of estimated stillbirths in 2021 occurred in Afrika sub-Sahara dan Asia Selatan, dengan 47% dari total seluruh dunia di Afrika sub-Sahara dan 32% di Asia Selatan.[24] Tingkat lahir mati telah menurun, walau cenderung melambat sejak 2000-an.[25] Menurut UNICEF, jumlah lahir mati menurun sebesar 35%, dari 2.9 juta pada 2000 menjadi 1.9 juta pada 2021.[26] Dengan perkiraan bahwa tingkat lahir mati di tiap negara masih tetap pada tingkat 2021, 17.5 juta bayi akan mengalami lahir mati hingga 2030.[27]

Referensi

  1. Stillbirth: Overview. NICHD. 23 September 2014.
  2. Kelahiran Mati.
  3. David Arnot, dkk. Pustaka kesehatan Populer Masalah Psikologi, lansia dan penyalahgunaan obat. PT Bhuana Ilmu Populer. 2009. hlm. 65.
  4. David Arnot, dkk. Pustaka kesehatan Populer Masalah Psikologi, lansia dan penyalahgunaan obat. PT Bhuana Ilmu Populer. 2009. hlm. 65.
  5. Kelahiran Mati.
  6. Pregnancy loss. Best Practice & Research. Clinical Obstetrics & Gynaecology. January 2014. Vol. 28 (1). hlm. 169–178. doi:10.1016/j.bpobgyn.2013.08.012.
  7. David Arnot, dkk. Pustaka kesehatan Populer Masalah Psikologi, lansia dan penyalahgunaan obat. PT Bhuana Ilmu Populer. 2009. hlm. 65.
  8. Stillbirth: Overview. NICHD. 23 September 2014.
  9. Duaa Edeib. After a Stillbirth, an Autopsy Can Provide Answers. Too Few of Them Are Being Performed. ProPublica. 29 November 2022.
  10. Stillbirth. World Health Organization.
  11. What are possible causes of stillbirth?. NICHD. 23 September 2014.
  12. Stillbirths: rates, risk factors, and acceleration towards 2030. Lancet. February 2016. Vol. 387 (10018). hlm. 587–603. doi:10.1016/S0140-6736(15)00837-5.
  13. What are the risk factors for stillbirth?. NICHD. 23 September 2014.
  14. How is stillbirth diagnosed?. NICHD. 23 September 2014.
  15. How is stillbirth diagnosed?. NICHD. 23 September 2014.
  16. Stillbirth. World Health Organization.
  17. What is Stillbirth?. Center of Disease Control and Prevention.
  18. Ending preventable stillbirths An Executive Summary for The Lancet's Series. The Lancet. Jan 2016.
  19. Stillbirth. World Health Organization.
  20. How do health care providers manage stillbirth?. NICHD. 23 September 2014.
  21. Stillbirth: Other FAQs. NICHD. 23 September 2014.
  22. Ending preventable stillbirths An Executive Summary for The Lancet's Series. The Lancet. Jan 2016.
  23. Stillbirths. UNICEF Data.
  24. Stillbirths and stillbirth rates. UNICEF DATA.
  25. Stillbirths: rates, risk factors, and acceleration towards 2030. Lancet. February 2016. Vol. 387 (10018). hlm. 587–603. doi:10.1016/S0140-6736(15)00837-5.
  26. Stillbirths. UNICEF Data.
  27. Stillbirths. UNICEF Data.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29388973 (2026-06-26T09:49:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.