Lompat ke isi

Plasenta previa

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 15.05 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Placta prv

Plasenta previa adalah plasenta dengan perdarahan yang terletak di bagian bawah rahim dan menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum. Plasenta previa umumnya dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu plasenta previa maginalis, plasenta parsialis, dan plasentas totalis.[1] Wanita yang mengalami kehamilan pertama pada umur 35 tahun ke atas memiliki kemungkinan mengalami plasenta previa yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang mengalami kehamilan pertama pada umur kurang dari 25 tahun.[2] Plasenta previa menjadi salah satu penyebab berat badan lahir rendah pada bayi.[3]

Penyebab

Plasenta previa dapat terjadi karena beberapa faktor yang berkaitan dengan implantasi plasenta. Faktor utama yaitu adanya bekas luka hasil operasi rahim yang mengurangi jumlah darah yang mengalir ke pembuluh darah di sekitar segmen bawah rahim. Hal ini umumnya terjadi pada kehamilan kembar yang memperlus permukaan plasenta dan mendekati atau menutupi pembukaan jalan lahir. Faktor lain yang menyebabkan plasenta previa ialah kehamilan molar atau tumor.[4]

Klasifikasi

Plasenta previa dapat dibedakan menjadi empat jenis yaitu plasenta previa totalis, plasenta previa parsialis, plasenta previa marginalis dan plasenta previa letak rendah. Plasenta previa totalis menutupi seluruh ostium uteri internum, sedangkan plasenta previa parsialis menutupi sebagian ostium uteri internum. Plasenta previa marginalis berada di pinggir ostium uteri internum, sedangkan plasenta previa letak rendah terletak abnormal dan tidak menutupi ostium uteri internum.[5]

Gejala

Plasenta previa muncul tanpa pada perdarahan saat penderita tidak sedang beraktivitas dengan warna merah segar dan tanpa rasa nyeri. Gejala lain yang timbul ialah posisi sungsang pada kepala janin yang belum masuk ke pintu atas panggul. Gejala lain dapat timbul sesuai dengan prognosis janin yang ditentukan oleh banyaknya perdarahan dan usia kehamilan.[6]

Pranala luar

Referensi

  1. Saifuddin, dkk. Kamus Obstetri dan Ginekologi. Pusat Pemblnaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1993. hlm. 99.
  2. Armini, dkk. Buku Ajar Keperawatan Maternitas 2. Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga. 2016. hlm. 38. ISBN 978-602-6593-02-3.
  3. Muchtar, dkk. Buku Ajar Kesehatan Ibu dan Anak. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan. 2014. hlm. 115. ISBN 978-602-235-808-4.
  4. Armini, dkk. Buku Ajar Keperawatan Maternitas 2. Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga. 2016. hlm. 38. ISBN 978-602-6593-02-3.
  5. Enny Fitriahadi. Buku Ajar Asuhan Kehamilan Disertai Daftar Tilik. Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. 2017. hlm. 187. ISBN 978-602-61757-7-9.
  6. Enny Fitriahadi. Buku Ajar Asuhan Kehamilan Disertai Daftar Tilik. Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. 2017. hlm. 187. ISBN 978-602-61757-7-9.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27662580 (2025-08-11T01:09:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.