Lompat ke isi

Unjuk rasa Kolombia 2021

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 15.05 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Protestas contra la reforma tributaria de 2021 en Cali el 1ro de Mayo 10

Unjuk rasa di Kolombia tahun 2021 bermula pada tanggal 28 April, dengan tujuan untuk mengganyang proyek reformasi pajak yang diusulkan oleh pemerintah Kolombia yang dipimpin oleh Presiden Iván Duque Márquez, di tengah pandemi COVID-19.[1][2]

Pemerintah sendiri menjustifikasi reformasi tersebut dengan alasan perlunya peningkatan cakupan dan jaminan keberlangsungan program Ingreso Solidario, sebuah program sosial pemasukan dasar untuk memberi dukungan ekonomi kepada rumah tangga yang hidup dalam kemiskinan, kemiskinan ekstrem serta dalam kondisi kerentanan ekonomi.

Meskipun pengadilan telah mengantisipasi unjuk rasa yang akan meluas, dengan membatalkan semua izin yang ada karena kekhawatiran penularan COVID-19 lebih lanjut, unjuk rasa tetap bermula pada 28 April 2021. Di kota-kota besar seperti Bogotá dan Cali, ribuan hingga puluhan ribu pengunjuk rasa turun ke jalanan, yang menyebabkan bentrokan dengan pihak berwenang, dan mengakibatkan setidaknya enam orang tewas. Unjuk rasa terus meluas selama beberapa hari kemudian, dan meskipun Presiden Duque telah berjanji untuk menyusun kembali reformasi pajaknya, unjuk rasa mencapai puncaknya pada 1 Mei, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional. Pada tanggal 2 Mei, Presiden Duque menyatakan bahwa ia akan sepenuhnya membatalkan reformasi pajaknya, meskipun tidak ada rencana konkret baru yang diumumkan, dan unjuk rasa terus berlanjut. Kantor Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia dan Human Rights Watch mencatat pelanggaran yang dilakukan oleh kepolisian terhadap para pengunjuk rasa, sementara mantan Presiden Álvaro Uribe Vélez meminta masyarakat untuk menunjukkan solidaritas terhadap kepolisian dan tentara.

Unjuk rasa juga terjadi di negara-negara lain, diantaranya ialah Amerika Serikat, Britania Raya, Chili, Jerman, Kanada, Portugal, Prancis, Spanyol, Swedia, dan Swiss.[3]

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27714659 (2025-08-23T08:06:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.