Lompat ke isi

Supercentenarian

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 15.07 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
110 Jarige Gerarda Huzenkamp Bosgoed (oudste Nederlander), Bestanddeelnr 930-8267

Seorang supercentenarian adalah seseorang yang telah hidup atau melewati ulang tahun ke-110 mereka. Usia ini dicapai oleh sekitar satu dalam 1.000 centenarian.[1] Anderson dan lainnya menyimpulkan bahwa supercentenarian hidup dalam suatu kehidupan yang biasanya bebas dari penyakit utama yang berhubungan dengan usia sampai sesaat sebelum rentang hidup manusia maksimum dicapai (antara 110 dan 115 tahun).[2]

Tingkat kejadian

Diperkirakan terdapat 300–450 supercentenarian yang masih hidup[3] di dunia, meskipun sekitar 100 kasus terverifikasi diketahui.[4] Sebuah studi yang dilakukan tahun 2010 menunjukkan bahwa negara dengan supercentarian yang paling banyak diketahui (hidup dan mati, berdasarkan urutan total) adalah Amerika Serikat,[5] Jepang, Britania Raya, Prancis, dan Italia.[6]

Supercentarian yang terverifikasi pertama dalam sejarah manusia meninggal pada akhir abad ke-19. Sampai tahun 1980-an, umur tertua yang dicapai oleh supercentenarian adalah 115, tetapi semenjak itu telah terlampaui.

Etimologi

Istilah supercentenarian telah ada setidaknya sejak abad ke-19.[7][8] Istilah ultracentenarian juga digunakan untuk menggambarkan seseorang yang berumur melebihi 100[9] (Norris McWhirter, editor Guinness World Records, menggunakan kata ini dalam hubungannya dengan peneliti klaim usia A. Ross Eckler, Jr. pada tahun 1976), dan kemudian dipopulerkan pada tahun 1991 oleh William Strauss dan Neil Howe dalam buku mereka berjudul Generations. Referensi awal cenderung berarti hanya "seseorang yang berumur lebih dari 100", tetapi batas 110 dan selebihnya adalah kriteria yang diterima dari ahli kependudukan.

Pranala luar

Referensi

  1. H., Gampe, J., Jeune, B., Robine, J.-M., Vaupel, J. W. (Eds.) Maier. Supercentenarians. Max Planck Institute for Demographic Research. 2010. hlm. 325. ISBN 978-3-642-11519-6.
  2. Stacy L. Anderson. Health Span Approximates Life Span Among Many Supercentenarians: Compression of Morbidity at the Approximate Limit of Life Span. The Journals of Gerontology: Series A. 2012. Vol. 67A. hlm. 395–405. doi:10.1093/gerona/glr223.
  3. Validated living supercentenarians.
  4. Salinan arsip.
  5. Ira Rosenwaike. Verification of the Ages of Supercentenarians in the United States: Results of a Matching Study. Demography. 2003. Vol. 40 (4). hlm. 727–739. doi:10.1353/dem.2003.0038.
  6. The 2010 study of countries with most supercentenarians
  7. Death of a Super-centenarian. The Tralee Chronicle and Killarney Echo. 15 November 1870.
  8. The Doctors and the Microbes. The Inter Ocean. 10 October 1897.
  9. G. Gibb. Ultra-Centenarian Longevity. The Journal of the Anthropological Institute of Great Britain and Ireland. Royal Anthropological Institute of Great Britain and Ireland. 1876. Vol. 5. hlm. 82–101. doi:10.2307/2841365.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22997317 (2023-02-22T04:28:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.