Lompat ke isi

Grup mineral

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 17.15 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29328736; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Dalam geologi dan mineralogi, grup mineral adalah sekumpulan spesies mineral yang pada dasarnya memiliki struktur kristal yang sama dan tersusun dari unsur-unsur kimia yang serupa.

Dalam sistematika mineralogi modern, supergroup merupakan tingkatan klasifikasi tertinggi yang digunakan untuk mengelompokkan mineral-mineral yang memiliki hubungan kristalokimia yang sangat erat, umumnya mencakup beberapa grup mineral dengan struktur kristal yang homolog atau terkait secara topologis.

Cara baca tabel

  • Tidak semua mineral memiliki hirarki yang sama dari atas supergrup, grup, sub grup. Namun beberapa mineral dikelompokkan dapat langsung dari grup, bahkan langsung tanpa pengelompokan yang merujuk langsung ke spesies.
  • Simbol Σ menunjukkan jumlah total atom dalam rumus.
  • Simbol ◻ (kotak kosong) jika ada menunjukkan kekosongan/posisi kosong dalam struktur kristal (vacancy).
  • Mineral individu (atau mineral species dalam literatur internasional) adalah tingkat dasar dalam hierarki klasifikasi mineral yang merujuk pada suatu zat padat kristalin dengan komposisi kimia yang terdefinisi dan struktur kristal yang spesifik, serta telah disetujui oleh organisasi internasional yang berwenang (saat ini adalah IMA-CNMNC).
  • TB adalah singkatan dari Tak bernama atau belum dinamai dari sebuah spesies mineral.

Supergrup Alluaudit

Status IMA: Disetujui dan ditetapkan oleh IMA-CNMNC pada tahun 2018.Dengan rumus Umum (Notasi IMA) A(2)' A(1) M(1) M(2)₂ (TO₄)₃

  • A(2)' adalah Situs antar rantai dengan koordinasi 8-9
  • A(1) Situs antar rantai dengan koordinasi 8
  • M(1) adalah itus oktahedral dengan koordinasi 6
  • M(2) adalah Situs oktahedral dengan koordinasi 6
  • T adalah situs tetrahedral dengan koordinasi 4

Komposisi Berdasarkan Kelompok:

Fosfat

  • A(2)' = Na, □ (kekosongan)
  • A(1) = Na, Ca
  • M(1) = Mn²⁺, Fe²⁺
  • M(2) = Mn²⁺, Fe²⁺, Fe³⁺, Mg
  • T = P⁵⁺

Arsenat (Arsenates)

  • A(2)' = Na, □ (kekosongan), Cu²⁺
  • A(1) = Cu²⁺, Ca, Na, □ (kekosongan)
  • M(1) = Zn, Ca, Mg, Mn²⁺, Cu²⁺, Cd
  • M(2) = Zn, Cu²⁺, Mg, Mn²⁺, Mn³⁺, Fe³⁺
  • T = As⁵⁺

Mineral‑mineral ini terdiri atas fosfat Na–Mn–Fe yang umumnya ditemukan dalam pegmatit granitik, serta arsenat Na. Semua anggota supergroup ini memiliki struktur monoklin dengan simetri yang sama dan sel satuan yang serupa, dengan parameter sel satuan umumnya sekitar ɑ~ 12Å, b~12,5Å, c ~ 6,5Å, dan sudut β ~ 115°.


Supergrup Alunit

Rumus Umum dari supergrup alunit AD₃(XO₄)₂(OH)₆

  • A adalah kation besar inter‑layer (antara lapisan) dengan koordinasi 12, misalnya Na⁺, K⁺, Pb²⁺, Rb⁺, NH₄⁺, Ag⁺, H₃O⁺, H₂O.
  • D adalah kation oktahedral dengan koordinasi 6, umumnya Al³⁺, Fe³⁺, V³⁺, Ga³⁺; minor Cu²⁺, Zn²⁺, Ge⁴⁺.
  • (XO₄) adalah anion tetrahedral dengan koordinasi 4, biasanya S⁶⁺, As⁵⁺, P⁵⁺; minor Si⁴⁺, Se⁶⁺, Mo⁶⁺, W⁶⁺.
  • (OH)₆ adalah enam gugus hidroksil yang tidak terkoordinasi kuat dengan kation [D]; dapat mengalami protonasi parsial, kadang digantikan sebagian oleh F⁻ atau H₂O

Karakteristik Struktur:

  • Struktur berlapis dengan lapisan oktahedral D(O,OH)₆ yang dihubungkan oleh gugus XO₄ tetrahedral
  • Kation A berada di rongga antar lapisan
  • XO₄ dapat mengalami protonasi parsial menjadi (XO₃OH)


Supergrup Amfibol

Supergrup Amfibol adalah kelompok mineral inosilikat. Struktur kristal supergrup amfibol terdiri dari lima tempat kedudukan utama yang masing-masing memiliki peran spesifik dalam menentukan identitas mineral.

Dengan rumus A B₂ C₅ T₈ O₂₂ W₂, dimana,

  • Posisi A adalah situs besar berkoordinasi 10-12 yang terletak di rongga antar rantai ganda, yang dapat diisi oleh kation besar seperti Na⁺, K⁺, Ca²⁺, Pb²⁺, atau dapat pula kosong (☐)
  • Posisi B situs kristalografi M4 dalam struktur, adalah oktahedron besar dengan koordinasi 6-8 yang terletak di pinggir rantai oktahedral. Situs ini diisi oleh kation berukuran sedang hingga besar seperti Li⁺, Na⁺, Mg²⁺, Fe²⁺, Mn²⁺, dan Ca²⁺. Kandungan kation pada situs B ini menjadi dasar utama dalam pembagian subgrup dalam klasifikasi amfibol.
  • Posisi C sebenarnya mencakup tiga situs oktahedral kecil yang berbeda, yaitu M1, M2, dan M3, yang diringkas dalam formula sebagai C₅. Situs-situs ini berkoordinasi 6 dan dapat ditempati oleh berbagai kation, tidak hanya yang divalen (Mg²⁺, Fe²⁺, Mn²⁺, Li⁺), tetapi juga trivalen (Al³⁺, Fe³⁺, Cr³⁺, Mn³⁺, V³⁺) dan tetravalen (Ti⁴⁺, Zr⁴⁺).
  • Posisi T adalah situs tetrahedral yang membentuk rantai ganda silika. Situs ini umumnya didominasi oleh Si⁴⁺, namun dapat mengalami substitusi heterovalen oleh Al³⁺ dan Ti⁴⁺, serta Be²⁺.
  • Posisi W adalah situs anion tambahan yang terletak di O3, yang berisi gugus hidroksil (OH)⁻, fluor F⁻, klor Cl⁻, atau oksigen O²⁻. Dominasi anion pada situs W ini menjadi pembagian hierarkis tertinggi, yang membedakan supergrup amfibol menjadi dua grup utama: amfibol dengan dominasi (OH, F, Cl) dan amfibol dengan dominasi O²⁻ (oxo-amphiboles).

Supergrup Amfibol memiliki ciri struktural yang khas sebagai mineral inosilikat dengan rantai ganda (double-chain silicates). Rantai ganda silika dengan rumus (Si,Al,Ti)₈O₂₂ membentuk kerangka dasar yang memanjang sejajar sumbu kristalografi. Di antara rantai-rantai ganda tersebut, terdapat lima tempat oktahedral kecil (C) yang terdiri dari tiga posisi berbeda yaitu M1, M2, dan M3, yang dalam rumus umum diringkas sebagai C₅. Selain itu, terdapat dua tempat oktahedral besar (B) yang disebut M4 yang menjadi penanda penting dalam klasifikasi subgrup. Di antara rantai ganda, terdapat tempat kedudukan A yang dapat terisi atau kosong, berfungsi sebagai penampung kation besar. Struktur ini dilengkapi dengan tempat anion tambahan W pada posisi O3 yang berisi gugus hidroksil, fluor, klor, atau oksigen, yang keberadaannya sangat menentukan sifat fisik dan kimia mineral.

Supergrup ini dibagi menjadi dua grup berdasarkan anion dominan di site W yaitu Amfibol dengan dominan (OH, F, Cl) dan Amfibol dengan dominan O (oxo-amphiboles). Amfibol dengan dominan (OH, F, Cl) dibagi menjadi delapan subgrup berdasarkan muatan dominan dan tipe kation di grup B. Delapan subgrup tersebut adalah:

  • Amfibol Magnesium-besi-mangan
  • Amfibol Kalsium
  • Amfibol Sodium-Kalsium
  • Amfibol Sodium
  • Amfibol Lithium
  • Amfibol Sodium-(magnesium-besi-mangan)
  • Amfibol Lithium-(magnesium-besi-mangan) amphiboles
  • Amfibol Lithium-Kalsium .

Penggunaan Nama Induk diberikan untuk komposisi dasar seperti Mg-Al dominan. Variasi homovalen seperti Mg diganti Fe²⁺ ditunjukkan dengan prefiks seperti ferro-. Urutan prefiks mengikuti urutan site dalam formula: A-B-C-T-W seperti potassic-ferro-fluoro-rootname.

Anggota Grup Amfibol dengan Dominasi Oksigen (w(O)-dominant)

Amfibol dengan dominasi oksigen (w(O)-dominant) adalah kelompok mineral amfibol yang memiliki kelebihan muatan positif pada sistem kristal oktahedral yang dikompensasi dengan substitusi O2- menggantikan (OH)- pada posisi O(3)/O(4)/W, menghasilkan rumus umum dengan O2 pada bagian akhir.


Anggota Grup Amfibol dengan Dominasi (OH,F,Cl) (w(OH,F,Cl)-dominant)

[]Amfibol]] dengan dominasi gugus hidroksil, fluor, atau klor (w(OH,F,Cl)-dominant) merupakan kelompok terbesar dalam Supergrup Amfibol, di mana struktur kristal W (O3) didominasi oleh (OH)-, F-, atau Cl- sebagai anion tambahan. Berikut adalah klasifikasi lengkapnya berdasarkan grup nama induk dan mineral individualnya.


Subgrup Amfibol Kalsium

Subgrup Amfibol Kalsium merupakan bagian dari Supergrup Amfibol dengan Dominasi (OH,F,Cl) yang dicirikan oleh dominasi kalsium pada struktur B (umumnya Ca ≥ 1,5 atom per satuan rumus). Mineral-mineral dalam subgrup ini umumnya ditemukan dalam batuan metamorf dan beku, dan mencakup beberapa mineral seperti tremolit, aktinolit, hornblende, dan pargasit. Karakteristik Umum dari Subgrup Amfibol Kalsium dicirikan oleh

  • Dominasi Ca pada situs B (umumnya Ca ≥ 1,5 apfu)
  • Variasi komposisi yang luas pada situs A (dapat diisi Na, K, atau kosong)
  • Substitusi Al-Fe³⁺ pada situs oktahedral dan tetrahedral
  • Kehadiran gugus (OH), F, atau Cl pada situs W
  • Anggota penting meliputi tremolit (Fe rendah), aktinolit (Fe sedang), dan hornblende (Al tinggi)


Subgrup Amfibol Magnesium-Besi-Mangan

Subgrup Amfibol Magnesium-Besi-Mangan merupakan bagian dari kelompok amfibol dengan dominasi (OH,F,Cl) yang didefinisikan dengan Mg, Fe, atau Mn sebagai unsur dominan pada posisi X (setara dengan posisi B dalam nomenklatur IMA). Subgrup ini merupakan kelanjutan dari Subgrup Mg-Fe-Mn-Li Orto-Amfibol dan Subgrup Mg-Mn-Fe-Li Klino-Amfibol dalam nomenklatur amfibol 1997, serta Amfibol Fe-Mg-Mn dari Leake (1978).

Kriteria definisi:

  • Mg, Fe, atau Mn sebagai unsur dominan pada posisi B (X)
  • B(Ca + ΣM²⁺)/ΣB ≥ 0,75
  • BΣM²⁺/ΣB > BCa/ΣB, di mana M adalah Mg, Fe, dan Mn

Rumus umum: Aₙ(X₂)(Z²⁺₅₋ₘZ³⁺ₘ)(Si₈₋₍ₙ₊ₘ₎Al₍ₙ₊ₘ₎O₂₂)(OH)₂

  • n adalah 0 atau 1, dan hanya Na yang diketahui sebagai unsur dominan pada posisi A untuk mineral alami dalam subgrup ini
  • m adalah 0, 1, atau 2, dan hanya Al yang diketahui sebagai unsur dominan pada posisi Z (setara dengan posisi C IMA) untuk mineral alami dalam subgrup ini
  • X adalah tempat kedudukan yang didominasi oleh Mg²⁺, Fe²⁺, atau Mn²⁺ (setara dengan posisi B IMA)
  • Z adalah tempat kedudukan oktahedral yang ditempati oleh Mg²⁺, Fe²⁺, Al³⁺, dll. (setara dengan posisi C IMA)

Subgrup ini mencakup grup nama induk ortorombik (antofilit, gedrit, papikeit, suenoit) dan monoklinik (kummingtonit, grunerit, serta varian klino dari suenoit).


Subgrup Amfibol Natrium

Subgrup Amfibol Natrium merupakan bagian dari kelompok amfibol dengan dominasi (OH,F,Cl) yang didefinisikan dengan Na sebagai unsur dominan pada posisi X (setara dengan posisi B dalam nomenklatur IMA). Subgrup ini sebelumnya dikenal sebagai "Alkali-amphiboles" dalam nomenklatur Leake (1978), kemudian berganti nama menjadi "Sodic amphiboles" dalam nomenklatur 1997, dan akhirnya dinamai "sodium amphibole subgroup" dalam nomenklatur 2012.

Kriteria definisi (IMA-CNMNC):

  • B(Na + Li)/ΣB ≥ 0,75
  • BNa/ΣB ≥ BLi/ΣB

Rumus umum: Aₙ(Na₂)(Z₅)(Si₈₋ₘAlₘO₂₂)(OH,F,Cl)₂

Dimana:

  • Posisi A: n = 0 atau 1, jika n = 1 maka ditempati oleh Na atau K sebagai unsur dominan
  • Posisi Z (setara posisi C IMA): Untuk semua grup nama induk kecuali Nybøite dan Leakeite, kandungan pada posisi Z adalah Z²⁺₃₊ₙZ³⁺₂₋ₙ dengan Si₈ pada posisi T
  • Grup Nybøite: n = 1 dengan Z²⁺₃₊ₙZ³⁺₂, diimbangi dengan m = 1 pada posisi T
  • Grup Leakeite: Mengandung Li pada posisi Z dengan komposisi Z²⁺₂Z³⁺₂Li
  • Mg, Fe²⁺, Al, dan Fe³⁺ umumnya menjadi unsur dominan pada posisi Z²⁺ dan Z³⁺ untuk semua grup nama induk
  • Dominasi (OH), F, atau Cl pada posisi W menentukan spesies mineral dalam suatu grup nama induk


Subgrup Amfibol Natrium-(Magnesium-Besi-Mangan)

Subgrup Amfibol Natrium-(Magnesium-Besi-Mangan) merupakan bagian dari kelompok amfibol dengan dominasi (OH,F,Cl) yang didefinisikan dengan Na dan Mg, Fe²⁺, atau Mn²⁺ sebagai unsur dominan pada posisi X (setara dengan posisi B dalam nomenklatur IMA).

Subgrup Amfibol Natrium-(Magnesium-Besi-Mangan) dengan definisi dan karakteristik berikut

  • 0,75 > B(Ca + ΣM²⁺)/ΣB > 0,25
  • BΣM²⁺/ΣB > BΣCa/ΣB, di mana M²⁺ = Mg²⁺, Fe²⁺, Mn²⁺
  • 0,75 > B(Na + Li)/ΣB > 0,25
  • BNa/ΣB ≥ BLi/ΣB

Rumus kimia : A₀₋₁ (Na,Ca)₂ (Mg,Fe²⁺,Mn²⁺)₅ Si₈O₂₂ (OH,F,Cl)₂ Keterangan

  • Posisi A, A₀₋₁ (antar rantai) dapat diisi atau kosong
  • {Na(Mg,Fe,Mn)} (Na,Ca)₂ posisi B dengan dominasi Na dan Mg/Fe/Mn
  • (Mg,Fe²⁺,Mn²⁺)₅ Posisi C berisi kation divalen
  • Si₈O₂₂ Posisi T (tetrahedral) dengan Si dominan
  • (OH,F,Cl)₂ Posisi W (anion tambahan)

Dalam nomenklatur IMA 2012, subgrup ini didefinisikan sebagai Sodium-(Magnesium-Besi-Mangan) Amphibole Subgroup dengan kriteria:

B(Na + Li)/ΣB > 0.25 dan B(Ca + ΣM²⁺)/ΣB > 0.25, dengan BΣM²⁺/ΣB > BΣCa/ΣB di mana M²⁺ = Mg, Fe²⁺, Mn²⁺.


Subgrup Amfibol Natrium-Kalsium

Subgrup Amfibol Natrium-Kalsium merupakan bagian dari kelompok amfibol dengan dominasi (OH,F,Cl) yang didefinisikan dengan Ca dan Na sebagai unsur dominan pada posisi X (setara dengan posisi B dalam nomenklatur IMA), dengan kandungan Ca dan Na masing-masing kurang dari 1,5 apfu (atom per satuan rumus).

Definisi dan Karakteristik

Rumus umum: A₀₋₁ (Na,Ca)₂ (M²⁺,M³⁺)₅ (Si₈₋ₓAlₓ)O₂₂ (OH,F,Cl)₂ di mana:

  • M²⁺ = Mg, Fe²⁺, Mn²⁺
  • M³⁺ = Al, Fe³⁺
  • x = jumlah substitusi Al pada posisi T (berkaitan dengan n dan m)
  • Posisi A (antar rantai) dapat diisi Na/K atau kosong (◻)
  • (NaCa) (Na,Ca)₂ adalah posisi B dengan Na dan Ca sebagai unsur dominan
  • (M²⁺,M³⁺)₅ adalah posisi C berisi campuran kation di- dan trivalen
  • (Si₈₋₍ₙ₊ₘ₊₁₎Al₍ₙ₊ₘ₋₁₎O₂₂) (Si,Al)₈O₂₂ Posisi T dengan substitusi Al bervariasi
  • (OH,F,Cl)₂ Posisi W (anion tambahan)

Kriteria definisi (IMA-CNMNC):

  • 0,75 > B(Ca + ΣM²⁺)/ΣB > 0,25
  • BCa/ΣB ≥ BΣM²⁺/ΣB
  • 0,75 > B(Na + Li)/ΣB > 0,25
  • BNa/ΣB ≥ BLi/ΣB

Parameter variabel:

  • Posisi A adalah n = 0 atau 1, jika n = 1 maka ditempati oleh Na atau K sebagai unsur dominan
  • Posisi Z²⁺ adalah m dapat bernilai 0, 1, atau 2, umumnya ditempati oleh Mg atau Fe sebagai unsur dominan
  • Posisi Z³⁺ umumnya ditempati oleh Al atau Fe sebagai unsur dominan
  • Posisi W adalah dominasi (OH), F, atau Cl menentukan spesies mineral dalam setiap grup nama induk


Subgrup Amfibol Litium

Subgrup ini didefinisikan secara khusus oleh dominasi Litium (Li) sebagai kation pada situs B, dengan kriteria B(Na + Li)/ΣB ≥ 0,75 dan BLi/ΣB ≥ BNa/ΣB.

Dengan rumus Aₙ(Li₂)(Z²⁺₃₊ₙ₋₂ₘZ³⁺₂₋ₙ₊ₘLiₘ)(Si₈O₂₂)(OH,F,Cl)₂, dengan variasi pada beberapa posisi utama. Posisi A dapat diisi (n = 1) oleh Na atau K sebagai unsur dominan, atau dapat pula kosong (n = 0). Pada posisi Z, Mg dan Fe²⁺ menjadi kation divalen dominan, sementara Al dan Fe³⁺ menjadi kation trivalen dominan, dengan kemungkinan Li.


Subgrup Amfibol Litium-(Magnesium-Besi-Mangan)

Subgrup Amfibol Litium-(Magnesium-Besi-Mangan) merupakan subgrup dalam klasifikasi amfibol dengan dominasi (OH, F, Cl).

Kriteria subgrup ini bersifat ganda.

  • Pertama, rasio kalsium dan kation divalen harus memenuhi 0,75 > B(Ca + ΣM²⁺)/ΣB > 0,25, dengan BΣM²⁺/ΣB > BCa/ΣB (di mana M²⁺ = Mg, Fe²⁺, Mn²⁺).
  • Kedua, rasio natrium dan litium harus memenuhi 0,75 > B(Na + Li)/ΣB > 0,25, dengan BLi/ΣB > BNa/ΣB

Kondisi ini menempatkan subgrup ini sebagai analog litium dari subgrup natrium-(magnesium-besi-mangan), di mana natrium digantikan oleh litium pada situs B.

Rumus umum subgrup {A}{Li(Mg,Fe,Mn)}{Z₅}{T₈O₂₂}(OH,F,Cl)₂ Dimakan

  • Unsur dominan pada posisi B (X) yaitu apakah Mg, Fe, atau Mn yang dominan bersama Li,
  • Distribusi muatan pada posisi A.
  • Distribusi muatan pada posisi Z (setara situs C IMA) serta posisi T

Subgrup Amfibol Litium-Kalsium

Subgrup ini bersifat ganda dan ketat.

  • Pertama, rasio kalsium dan kation divalen harus memenuhi 0,75 > B(Ca + ΣM²⁺)/ΣB > 0,25, dengan BCa/ΣB > BΣM²⁺/ΣB (di mana M²⁺ = Mg, Fe²⁺, Mn²⁺).
  • Kedua, rasio natrium dan litium harus memenuhi 0,75 > B(Na + Li)/ΣB > 0,25, dengan BLi/ΣB > BNa/ΣB.

Kondisi ini menempatkan komposisi subgrup ini tepat di antara subgrup kalsium dan subgrup litium, dengan rasio Li/Ca antara 0,25 hingga 0,75.

Formula umum subgrup {A}{LiCa}{Z₅}{T₈O₂₂}(OH,F,Cl)₂

Subgrup ini terbagi menjadi beberapa kelompok nama induk (root-name groups) yang didasarkan pada distribusi muatan pada posisi A, posisi Z, dan posisi T. Kelompok-kelompok nama induk ini, yang dalam laporan IMA 2012 diberi kode rootname 22 hingga rootname 26, memiliki kemiripan pola muatan dengan richerit, sehingga tidak dapat direduksi menjadi kombinasi anggota dari subgrup lain.

Supergrup Ansilit

Supergrup Ancylite merupakan kelompok mineral karbonat hidroksil-hidrat yang kompleks dengan rumus umum

(M3+xM2+2-x)(CO3)2[(OH)x·(2-x)H2O]

dimana nilai x berada pada rentang 1 ≤ x ≤ 2

(M = La3+, Ce3+, Nd3+, Ca2+, Sr2+ dan Pb2+)

Fleksibilitas kimiawi ini memungkinkan variasi komposisi yang luas melalui mekanisme substitusi berpasangan (coupled substitution) antara kation trivalen dan divalen, yang secara langsung mempengaruhi kandungan gugus hidroksil dan molekul air dalam struktur kristalnya. Kation trivalen (M3+) umumnya didominasi oleh unsur tanah jarang (REE) ringan seperti Lantanum (La), Serium (Ce), dan Neodimium (Nd), sementara kation divalen (M2+) dapat diisi oleh Kalsium (Ca), Stronsium (Sr), dan Timbal (Pb).

Di dalam supergrup ini, mineral-mineral yang mengandung Timbal (Pb) sebagai kation divalen dominan diklasifikasikan ke dalam sub-kelompok yang dikenal dengan nama Gysinite, yang merupakan anggota paling langka dalam Grup Ansilit. Hingga saat ini, tiga varian Gysinite telah terdokumentasi dalam literatur mineralogi, yaitu Gysinite-(Nd) yang disetujui IMA pada tahun 1985, Gysinite-(La) yang disetujui pada tahun 2022, serta Gysinite-(Ce) yang telah dikarakterisasi secara memadai melalui analisis SEM-EDS dan XRD namun belum mendapatkan persetujuan resmi dari IMA-CNMNC. Data analisis EDS pada sampel Gysinite-(Ce) menunjukkan dominasi Serium (19.63 wt%) di antara unsur REE trivalen, diikuti Neodimium (10.33 wt%) dan Lantanum (10.41 wt%), dengan Timbal sebagai kation divalen utama (53.92 wt%), serta kehadiran unsur REE minor seperti Praseodimium, Samarium, dan Gadolinium. Pola difraksi sinar-X dari mineral ini berkorelasi baik dengan pola Gysinite-(Nd) dan Ancylite-(Ce), mengkonfirmasi bahwa Gysinite-(Ce) isostruktural dengan anggota Grup Ancylite lainnya.


Supergrup Apatit

Supergrup Apatit dengan rumus umum

M12 M23(IVTO4)3X.

Nama "apatit" sendiri diperkenalkan oleh Abraham Gottlob Werner pada tahun 1786, berasal dari bahasa Yunani ἀπατάω (apatao) yang berarti "menipu", merujuk pada kecenderungan mineral ini untuk sering tertukar dengan mineral lain seperti beryl dan milarite.

Situs M1 dan M2 dalam struktur apatit dapat ditempati oleh berbagai kation divalen dan trivalen, termasuk kalsium (Ca2+), timbal (Pb2+), stronsium (Sr2+), mangan (Mn2+), natrium (Na+), serta unsur tanah jarang seperti serium (Ce3+), lantanum (La3+), dan itrium (Y3+)

Situs T (tetrahedral) diisi oleh anion kompleks (TO4) dengan keragaman kimiawi yang luas, mencakup fosfat (P5+), arsenat (As5+), vanadat (V5+), silikat (Si4+), sulfat (S6+), dan borat (B3+)

Situs X (anion) diisi oleh fluor (F-), hidroksil (OH)-, klor (Cl-), atau oksigen (O2-), yang menjadi dasar klasifikasi mineral seperti fluorapatit, hidroksilapatit, dan klorapatit.

Sistem kristal untuk seluruh anggota supergrup ini adalah heksagonal, meskipun beberapa anggota dapat menunjukkan simetri yang lebih rendah akibat penataan kation.


Supergrup Arktite

Supergrup Astrophyllite

Supergrup Astrophyllite merupakan supergrup mineral yang memiliki unit struktural utama berupa blok HOH yang terdiri dari tiga lapisan (HOH sheets). Unit fundamental dalam struktur ini adalah pita astrophyllite T4O12 yang membangun lapisan H (H sheet), sementara blok HOH berselang-seling dengan blok intermediet (I block) sepanjang sumbu kristalografis [001].

Rumus umum supergrup ini sangat kompleks: A2pFrC7D2(T4O12)2XOD2XOA4XPDnWA2

  • Situs C (menempati posisi M(1–4) dalam lapisan O) dapat diisi oleh berbagai kation termasuk Fe2+, Mn, Na, Mg, Zn, Fe3+, Ca, Zr, dan Li.
  • Situs D (kation dalam lapisan H) ditempati oleh Ti, Nb, Zr, Sn4+, Fe3+, Mg, dan Al dengan bilangan koordinasi [6] atau [5]
  • Situs T didominasi oleh Si, dengan kemungkinan substitusi Al
  • Blok intermediet (I block) mengandung situs A (K, Cs, Ba, H2O, Li, Rb, Pb2+, Na, atau kosong)
  • situs B (Na, Ca, Ba, H2 ◻, atau lowong).
  • Anion dalam struktur terdiri dari XOD = O, XOA = OH atau F, dan XPD = F, O, OH, H2O, atau lowong dengan n = 0, 1, 2.
  • Situs WA dapat diisi oleh H2O atau lowong.
  • Perlu dicatat bahwa dalam rumus ini, huruf "F" digunakan menggantikan "B" untuk menghindari kebingungan dengan Boron (B).


Supergrup Beryl

Supergrup Betpakdalit

Supergrup Brackebuschite

Grup Brackebuschite merupakan kelompok mineral oksigaram (oxysalt) yang melibatkan kation divalen (M2+) dan trivalen (M3+) dengan rumus umum

M2+2M3+(TO4)2(OH)

Mineral-mineral dalam grup ini termasuk dalam kelas fosfat, arsenat, dan vanadat, dengan kemungkinan substitusi oleh sulfat pada situs TO4. Situs M2+ (divalen) dapat diisi oleh kalsium (Ca), barium (Ba), stronsium (Sr), dan timbal (Pb), sementara situs M3+ (trivalen) didominasi oleh aluminium (Al), besi (Fe), dan mangan (Mn), dengan kemungkinan substitusi oleh kation divalen berukuran kecil hingga sedang seperti Zn2+, Fe2+, dan Cu2+ yang menempati situs yang sama. Variasi komposisi ini mencerminkan fleksibilitas kimiawi yang signifikan dalam grup mineral ini.

Situs T dalam anion kompleks (TO4) dapat diisi oleh fosfor (P), arsen (As), vanadium (V), dan kadang-kadang sulfur (S) dalam bentuk sulfat. Kehadiran gugus hidroksil (OH) dalam rumus umum menunjukkan bahwa mineral-mineral ini termasuk dalam kelas mineral hidroksil-bearing oxysalt.

Feinglosite merupakan anggota unik dalam grup ini karena menjadi satu-satunya mineral yang mengandung molekul air (H2O) dalam rumus idealnya. Hal ini menjadikan Feinglosite secara kimiawi berbeda dari anggota grup Brackebuschite lainnya yang umumnya tidak mengandung air terstruktur dalam rumus ideal.


Supergrup Cerite

Supergrup Columbite

Supergrup Columbite merupakan kelompok besar mineral oksida yang mencakup 39 mineral anggota berdasarkan data terkini, dengan karakteristik utama berupa stoikiometri umum M:O = 1:2. Stoikiometri ini menunjukkan bahwa rasio antara kation (M) dan oksigen (O) dalam struktur mineral adalah 1:2, yang merupakan ciri khas mineral-mineral dalam grup ini.

Struktur kristal seluruh anggota supergrup ini dicirikan secara fundamental oleh rantai berliku-liku (zig-zag chains) yang terbentuk dari oktahedra M-O yang berbagi sisi (edge-sharing metal-oxygen octahedra). Konfigurasi struktural ini merupakan penanda diagnostik utama yang menyatukan berbagai mineral dalam supergrup ini, terlepas dari variasi kimiawinya.


Supergrup Dumortierite

Supergrup Epidot

Supergrup Epidot merupakan supergrup mineral sorosilikat monoklin dengan rumus umum (A1A2)(M1M2M3)O4[Si2O7][SiO4]O10, yang mencakup mineral-mineral yang sebelumnya termasuk dalam "grup epidot" historis namun kini telah direvisi dan diperluas. Nomenklatur supergrup ini didasarkan pada okupasi lima situs kristalografis utama, yaitu dua situs A (A1 dan A2) dan tiga situs M (M1, M2, dan M3), yang masing-masing memiliki preferensi kimiawi dan koordinasi spesifik.

Karakteristik Situs Kristalografis:

  • Situs A1 adalah situs berkoordinasi besar (VIII, IX, X) yang bervariasi, biasanya diisi oleh kalsium (Ca), lebih jarang oleh Mn2+, dengan kemungkinan kekosongan (vacancy) terbatas yang pernah dilaporkan.
  • Situs A2 adalah situs berkoordinasi besar (IX, X) yang lebih besar dari A1, biasanya diisi oleh Ca, tetapi juga dapat mengandung Y, unsur tanah jarang (REE), Sr, Pb, serta Th (terutama) dan U, dengan kemungkinan kekosongan terbatas. Kehadiran Th dan U dalam situs ini memiliki implikasi penting untuk geokronologi dan radiokitivitas mineral.
  • Situs M1 adalah situs berkoordinasi VI (oktahedral), biasanya diisi oleh Al, tetapi kadang juga Fe3+ dan Mn3+. Kromium (Cr) dilaporkan secara kuat terpartisi ke dalam situs M1.
  • Situs M2 adalah situs berkoordinasi VI, hampir secara eksklusif diisi oleh Al
  • Situs M3 adalah situs yang paling terdistorsi di antara ketiga situs berkoordinasi VI, paling umum diisi oleh Al, Fe3+, dan Mn3+, tetapi juga dapat mengandung V, Fe2+, Mn2+, Mg, dan Cr. Distorsi situs ini memungkinkan fleksibilitas kimiawi terbesar.

Situs Anion:

  • O4: Diisi oleh O (oksigen), namun dalam grup dollaseite dapat digantikan oleh F (fluor).
  • O10: Diisi oleh OH (hidroksil), namun dalam grup åskagenite dapat digantikan oleh O (oksigen)

Selain unsur-unsur utama tersebut, substitusi oleh Be, Ga, Ti, Zn, Cu, P, dan unsur-unsur lain yang kurang umum juga telah dilaporkan dalam literatur.


Tak bernama ([Ca-Ce]+[Al-Al-Mn] bagian dari Supergroup Epidote)

  • Mineral ini adalah anggota Supergrup Epidot yang belum dinamai (Unnamed).
  • Terdapat dua kemungkinan rumus ideal: (CaCe)(AlAlMn2+)O[Si2O7]SiO4 atau (CaCe)(AlAlMn3+)O[Si2O7][SiO4]O.
  • Jika Mn divalen (Mn2+), mineral ini termasuk Grup Allanite dan identik dengan akasakaite-(Ce).
  • Jika Mn trivalen (Mn3+), mineral ini termasuk Grup Åskagenite dan merupakan analog Ca-Ce-Mn3+ dari åskagenite-(Nd).

Situs

  • Situs A adalah Ca1,00[(REE)0,42Ca0,36Pb0,23]Σ1,01
  • Situs M1 adalah (Al0,62Fe0,38)Σ1,00
  • Situs M2 adalah Al1,00
  • Situs M3 adalah (Mn0,33Fe0,28Zn0,23Cu0,14)Σ0,98
  • Situs T adalah (Si2,91Al0,09)Σ3,00O11
  • *Anion adalah (O,OH)2

Formula Empiris: Ca1,00[(Ce0,14La0,11Nd0,09Sm0,03Pr0,02Eu0,02Yb0,01)Σ0,42 Ca0,36Pb0,23]Σ1,01 (Al0,62Fe0,38)Σ1,00 Al1,00 (Mn0,33Fe0,28Zn0,23Cu0,14)Σ0,98 [(Si2,91Al0,09)Σ3,00O11] (O,OH)2

Tak bernama ([Ca-Ce]+[Fe3-Cr-Fe] bagian dari Supergroup Epidote)

Mineral ini adalah anggota Supergrup Epidot yang belum dinamai (Unnamed), dengan deskripsi: [Ca-Ce] + [Fe3-Cr-Fe]

Dua kemungkinan rumus ideal:

  • Rumus A: (CaCe)(Fe3+Cr3+Fe2+)[SiO4][Si2O7]O(OH)
  • Rumus B: (CaCe)(Fe3+Cr3+Fe3+)[SiO4][Si2O7]OO
  • Notasi [Fe3-Cr-Fe] menunjukkan urutan kation pada situs M1-M2-M3.

Formula Empiris: Ca1,00(Ce0,43La0,40Ca0,08Nd0,06Pr0,03)Σ1,00 (Fe0,81Cr0,19)Σ1,00(Cr0,70Al0,30)Σ1,00 (Fe0,57Ti0,24Mg0,14Mn0,05)Σ1,00 (Si2,94Al0,06)Σ3,00O112

Tak bernama ([Ca-La]+[Al-Al-Mn] bagian dari Supergroup Epidote)

Rumus Ideal:

  • Rumus A: (CaLa)(AlAlMn2+)O[Si2O7]SiO4
  • Rumus B: (CaLa)(AlAlMn3+)O[Si2O7][SiO4]O

Afiliasi Grup:

  • Jika Mn2+ dominan → Grup Allanite (akasakaite-(La))
  • Jika Mn3+ dominan → Grup Åskagenite (analog CaLaMn3+ dari åskagenite-(Nd))

Formula Empiris:

  • Situs A: Ca1,00[(REE)0,42Ca0,36Pb0,23]Σ1,01

dengan (REE)0,42 = (Ce0,14La0,11Nd0,09Sm0,03Pr0,02Eu0,02Yb0,01)

  • Situs M1: (Al0,62Fe0,38)Σ1,00
  • Situs M2: Al1,00
  • Situs M3: (Mn0,33Fe0,28Zn0,23Cu0,14)Σ0,98
  • Situs T: [(Si2,91Al0,09)Σ3,00O11] (O,OH)2

Tak bernama [Ca-La] + [Fe3-Al-Mn] bagian dari Supergroup Epidot

Rumus Ideal:

  • Rumus A (Grup Allanite): (CaLa)(Fe3+AlMn2+)O[Si2O7]SiO4
  • Rumus B (Grup Åskagenite): (CaLa)(Fe3+AlMn3+)O[Si2O7][SiO4]O

Afiliasi Grup:

  • Jika Mn2+ dominan → analog Mn2+ dari "ferridissakisite-(La)" (Grup Allanite)
  • Jika Mn3+ dominan → analog CaLaFe3+Mn3+ dari åskagenite-(Nd) (Grup Åskagenite)

Formula Empiris:

  • Situs A: (Ca0,77Mn0,19)Σ0,96[(La0,19Ce0,18Nd0,09Pr0,05)Σ0,51 Pb0,45]Σ0,96
  • Situs M1: (Fe0,66Al0,29Mg0,05)Σ1,00
  • Situs M2: Al1,00
  • Situs M3: (Mn0,91Zn0,07Mg0,02)Σ1,00
  • Situs T: [Si3,07O11] (O,OH)2

Tak bernama [Mn2-Ce] + [Al-Al-Mn] bagian dari Supergroup Epidot

Mineral Unnamed ini adalah anggota Supergrup Epidot dengan komposisi [Mn2-Ce] + [Al-Al-Mn], yang menunjukkan urutan kation pada situs A (Mn2+-Ce) dan situs M (Al-Al-Mn). [Mn2-Ce] + [Al-Al-Mn]

Rumus Ideal (dua kemungkinan):

  • Jika Mn pada situs M3 bersifat divalen (masuk Grup Allanite, analog uedaite-(Ce) dengan dominasi Mn2+): (Mn2+Ce)(AlAlMn2+)O[Si2O7]SiO4
  • Jika Mn pada situs M3 bersifat trivalen (masuk Grup Åskagenite, analog Ce-Mn3+ dari åskagenite-(Nd)): (Mn2+Ce)(AlAlMn3+)O[Si2O7][SiO4]O

Mineral ini dapat dibandingkan dengan androsite-(Ce) yang memiliki rumus (Mn2+Ce)(AlAlMn2+)O[Si2O7]SiO4.

Formula Empiris

  • Situs A1: (Mn0,54Ca0,46)Σ1,00
  • Situs A2: (Ce0,29Nd0,24La0,20Ca0,18Pr0,06Ho0,02)Σ0,99
  • Situs M1: (Al0,72Fe0,28)Σ1,00
  • Situs M2: Al1,00
  • Situs M3: (Mn0,56Fe0,28Mg0,14Ti0,02)Σ1,00
  • Situs T: [Si3,00O11] (O,OH)2

Tak bernama [Mn2-Nd] + [Al-Al-Mn] bagian dari Supergroup Epidot

Mineral Unnamed ini adalah anggota Supergrup Epidot dengan komposisi [Mn2-Nd] + [Al-Al-Mn], yang menunjukkan urutan kation pada situs A (Mn2+-Nd) dan situs M (Al-Al-Mn).

Rumus Ideal (dua kemungkinan):

  • Jika Mn pada situs M3 bersifat divalen (masuk Grup Allanite, analog uedaite-(Nd) dengan dominasi Mn2+): (Mn2+Nd)(AlAlMn2+)O[Si2O7]SiO4
  • Jika Mn pada situs M3 bersifat trivalen (masuk Grup Åskagenite, analog Mn3+ dari åskagenite-(Nd)): (Mn2+Nd)(AlAlMn3+)O[Si2O7][SiO4]O

Formula Empiris

  • Situs A1: (Mn0,55Ca0,45)Σ1,00
  • Situs A2: (Nd0,25Ce0,24La0,24Ca0,15Pr0,07Sm0,02Gd0,02)Σ0,99
  • Situs M1: (Al0,72Fe0,28)Σ1,00
  • Situs M2: Al1,00
  • Situs M3: (Mn0,55Fe0,28Mg0,17)Σ1,00
  • Situs T: [Si3,01O11] (O,OH)2


Supergrup Gadolinite

Supergrup Gadolinit merupakan supergrup mineral yang dinamai berdasarkan mineral generik gadolinit, dengan rumus kimia umum A2MQ2T2O8φ2 yang mencakup mineral-mineral silikat, fosfat, dan arsenat. Rumus umum ini mencerminkan fleksibilitas kimiawi yang luas dengan beberapa situs kristalografis yang dapat diisi oleh berbagai kation dan anion.

Karakteristik Situs Kristalografis:

  • Situs A: Dapat diisi oleh kalsium (Ca), logam tanah jarang (REE termasuk Y dan lantanoida), aktinoida, timbal (Pb), mangan divalen (Mn2+), dan bismut (Bi). Kehadiran aktinoida (seperti U, Th) dalam situs ini memiliki implikasi penting untuk radiokitivitas dan geokronologi.
  • Situs M: Ditempati oleh besi (Fe), kekosongan (□), magnesium (Mg), mangan (Mn), seng (Zn), tembaga (Cu), dan aluminium (Al). Adanya kekosongan (vacancy) menunjukkan bahwa situs ini tidak selalu terisi penuh, yang berkontribusi pada fleksibilitas stoikiometri.
  • Situs Q: Diisi oleh boron (B), berilium (Be), dan litium (Li). Situs ini merupakan ciri khas yang membedakan supergrup ini dari supergrup lain.
  • Situs T: Merupakan situs tetrahedral yang dapat diisi oleh silikon (Si), fosfor (P), arsen (As), boron (B), berilium (Be), dan sulfur (S). Variasi ini memungkinkan supergrup ini mencakup mineral dari berbagai kelas kimia (silikat, fosfat, arsenat).
  • Situs φ: Dapat diisi oleh oksigen (O), hidroksil (OH), dan fluor (F). Variasi anion ini mempengaruhi sifat fisik dan kimia mineral.

Supergrup Gadolinit mencakup spesies mineral dari kelas silikat, fosfat, dan arsenat yang memiliki rumus kimia umum tersebut. Keberagaman kimiawi ini menunjukkan bahwa supergrup ini memiliki jangkauan komposisi yang luas dan kemungkinan terbagi menjadi beberapa grup berdasarkan dominasi anion pada situs T (misalnya Grup Gadolinit untuk silikat, Grup Herderit untuk fosfat, dll.).


Supergrup Garnet

Supergrup Garnet merupakan kelompok mineral dengan rumus umum X3Z2(TO4)3, mengkristal dalam sistem isometrik (kubik) serta varian pseudokubik termasuk tetragonal dan trigonal. Nama "garnet" berasal dari bahasa Latin granatum yang berarti "buah delima", merujuk pada kemiripan kristal mineral ini dengan biji buah delima.

Supergrup ini mencakup mineral nesosilikat, arsenat, vanadat, serta anggota dengan gugus TO4 di mana T dapat diisi oleh Al, Fe3+, Zn (sebagai zinkat), dan H. Silikon (Si) pada situs T dapat tergantikan secara lengkap oleh Al, Fe, serta melalui substitusi hidrogarnet: Si4+ = 4H+, yang juga dapat dinyatakan sebagai 3SiO44- = 3[(OH)4]4-, seperti yang terlihat pada mineral katoite. Kehadiran sulfur (S) juga dimungkinkan, dengan S heksavalen menempati situs T dan S tetravalen kemungkinan menempati situs Z.

Perbedaan antara dua tingkatan klasifikasi:

  1. Grup Garnet (dalam arti sempit): Sinonim dengan istilah sehari-hari "garnet", mencakup mineral garnet silikat yang sangat umum seperti almandine, spessartine, grossular, dan andradite.
  2. Supergrup Garnet (dalam arti luas): Mencakup cakupan yang lebih luas, termasuk mineral dengan substitusi lengkap Si oleh unsur lain, mineral arsenat, vanadat, serta anggota dengan gugus TO4 non-silikat.


Supergrup Gatelite

Supergrup Gypsum

Supergrup Hollandite

Supergrup Hollandite merupakan supergrup mineral yang mencakup beberapa oksida mangan (IV) dan titanium dengan tipe struktur kristal tetragonal atau pseudo-tetragonal yang sama, yang dicirikan oleh adanya rongga (tunnel) dalam strukturnya.

Rumus umum supergrup ini adalah A₂⁺[M₆⁴⁺M₂³⁺]O₁₆, dengan beberapa variasi kimiawi:

  • A22+[M64+M23+]O16 (bentuk paling umum)
  • A22+[M74+M2+]O16 (lebih jarang)
  • A+[M74+M3+]O16
  • A+[M7.54+M0.52+]O16

Situs Kation:

  • Situs A (dalam tunnel): Dapat diisi oleh kation divalen seperti Pb, Ba, Sr (A²⁺) atau kation monovalen seperti K, Na (A⁺).
  • Situs M (dinding oktahedral tunnel): Didominasi oleh kation tetravalen (M⁴⁺) yaitu Mn dan Ti, serta kation trivalen (M³⁺) yaitu Mn, Fe, Cr, V, dan kadang-kadang kation divalen (M²⁺) yaitu Fe.

Berdasarkan dominasi kation tetravalen pada dinding oktahedral tunnel, supergrup ini terbagi menjadi dua grup

  1. Grup Coronadite yang didominasi oleh M⁴⁺ = Mn (mangan).
  2. Grup Priderite yang didominasi oleh M⁴⁺ = Ti (titanium).

Lingunite adalah mineral silikat tekanan tinggi dengan rumus ideal NaAlSi₃O₈ (identik dengan albite) namun memiliki struktur tipe hollandite. Ini menunjukkan bahwa struktur hollandite tidak terbatas pada oksida saja, tetapi juga dapat dijumpai pada silikat dalam kondisi tekanan tinggi. Analog kalium dari lingunite (KAlSi₃O₈-hollandite) saat ini masih belum dinamai.


Supergrup Högbomite

Supergrup Högbomite merupakan kelompok mineral oksida dengan sistem kristal trigonal atau heksagonal, yang terbentuk sebagai seri polisomatik yang tersusun dari modul-modul struktural spinel dan nolanite. Konsep polisomatik ini berarti struktur kristal mineral-mineral dalam supergrup ini dibangun dari penggabungan berulang (stacking) unit-unit struktural yang berbeda secara teratur.

Modul Struktural Penyusun:

  1. Modul Spinel (S) dengan rumus T2M4O8
  2. Modul Nolanite (N) dengan rumus TM4O7(OH)

Situs Kation:

  • Situs T adalah kation dengan koordinasi tetrahedral
  • Situs M adalah kation dengan koordinasi oktahedral

Karakteristik Struktural: Mineral-mineral dalam supergrup ini membentuk seri polisomatik, yang berarti variasi komposisi dan struktur dihasilkan dari perbedaan rasio atau urutan penggabungan modul S (spinel) dan N (nolanite) sepanjang sumbu kristalografis tertentu.


Supergrup Hydrotalcite

Supergrup Hidrotalsit merupakan supergrup mineral yang mencakup mineral-mineral dengan struktur []hidroksida]] berlapis ganda (Layered Double Hydroxides - LDH), yang terbentuk secara alami. Secara struktural, mineral-mineral ini dicirikan oleh kisi-kisi berlapis (layer-lattices) yang didasarkan pada penumpukan lapisan-lapisan hidroksida logam bermuatan positif sepanjang sumbu kristalografis [0001], mirip dengan struktur mineral brucite.

Karakteristik Struktural

  1. Lapisan Hidroksida Logam: Lapisan-lapisan ini bermuatan positif (cationic layers) dan tersusun dari kation logam yang dikoordinasi oleh gugus hidroksil (OH) dalam geometri oktahedral, membentuk lembaran seperti pada mineral brucite (Mg(OH)₂).
  2. Ruang Antar Lapis (Interlayer): Di antara lapisan-lapisan bermuatan positif tersebut, terdapat anion-antion (umumnya karbonat CO₃²⁻ dan/atau sulfat SO₄²⁻) yang berfungsi menetralkan muatan, serta molekul air (H₂O). Anion-antion ini bersifat dapat dipertukarkan (interchangeable), yang menjadi dasar sifat pertukaran anion pada material ini

Dalam kimia anorganik, keluarga senyawa ini dikenal dengan beberapa nama

  • Layered Double Hydroxides (LDH) - hidroksida berlapis ganda
  • HTlc (hydrotalcite-like compounds) - senyawa mirip hidrotalsit
  • Anionic clays - lempung anionik (berlawanan dengan lempung biasa yang bersifat kationik)


Supergrup Kröhnkite

Supergrup Labuntsovite

Supergrup Laueite

Supergrup Laueite merupakan supergrup mineral fosfat dan arsenat yang terhidrasi dengan rumus umum M12+ M23+ M33+ (XO4)2(OH)2 · 8H2O di mana seluruh anggotanya mengkristal dalam sistem triklin.

Struktur

  • Situs M1²⁺ yang ditempati oleh kation divalen yaitu Fe²⁺, Mg²⁺, atau Mn²⁺
  • Situs M2³⁺ dan M3³⁺ yang ditempati oleh kation trivalen yaitu Al³⁺ atau Fe³⁺
  • Situs XO₄ yang ditempati oleh anion kompleks fosfat (PO₄) atau arsenat (AsO₄)
  • Struktur kristal supergrup ini tersusun dari [M2O₄(OH)₂]⁷⁻ dan [M3O₂(OH)₂(H₂O)₂]³⁻

Supergrup ini memiliki sistem kristal Triklin, 1 : P1


Supergrup Lindackerite

Supergrup Marokite

Supergrup Mayenite

Supergrup Mayenite mengalami revisi signifikan pada tahun 2013 melalui proposal IMA 13-C, yang menghasilkan beberapa perubahan nomenklatur penting. Akibat revisi ini, mineral brearleyite didiskreditkan karena terbukti identik dengan chlormayenite. Mineral mayenite sendiri didefinisikan ulang dan diganti namanya menjadi chlormayenite. Sementara itu, mineral kyuygenite diganti namanya menjadi chlorkyuygenite. Perubahan nomenklatur ini mencerminkan pemahaman yang lebih akurat tentang kimia kristal dan komposisi mineral-mineral dalam supergrup ini. Spesies dalam Supergrup Mayenite , yang secara umum dikodekan sebagai C12A7 (notasi kimia semen yaitu 12CaO·7Al₂O₃) atau C12A7e-), menunjukkan sifat elektrokimia Karakteristik paling menonjol dari mineral-mineral ini adalah kemampuan anion dalam strukturnya, seperti anion oksigen (O2-), untuk bermigrasi melalui struktur kristal.

Akibat sifat migrasi anion tersebut, mineral mayenite berperilaku seperti logam (metal) meskipun secara kimiawi umum tergolong sebagai material non-logam. Perilaku metalik ini tidak lazim mengingat komposisi dasarnya yang terdiri dari kalsium, aluminium, dan oksigen. Transisi yang diamati dalam strukturnya diduga terkait dengan fenomena superkonduktivitas.

Mineral mayenite mewakili kelompok senyawa kimia yang dikenal sebagai "garam dari elektron" (salts of an electron), juga dikenal sebagai elektrida Dalam elektrida, elektron bertindak sebagai anion, terperangkap dalam rongga-rongga struktural dan memberikan sifat konduktivitas yang unik. Hal ini menjadikan mayenite sebagai material anorganik pertama yang diketahui berperilaku sebagai elektrida pada kondisi ambient.


Supergrup Monazite

Supergrup Monasit merupakan kelompok mineral fosfat dan arsenat monoklin dengan rumus umum MTO4, di mana M mewakili kation besar dan T mewakili anion kompleks tetrahedral.

  • Situs M (Kation) adalah situs M dalam struktur ini dapat ditempati oleh berbagai kation dengan ukuran dan valensi yang bervariasi, meliputi:
  1. Unsur Tanah Jarang Ringan (LREE): Unsur-unsur seperti La, Ce, Pr, Nd, Sm, Eu, Gd
  2. Thorium (Th) adalah unsur radioaktif yang umum hadir dalam monasit, sering dalam jumlah signifikan
  3. Kalsium (Ca) yang dapat masuk melalui mekanisme substitusi berpasangan (coupled substitution)
  4. Bismut (Bi): Kurang umum, tetapi dikenal dalam beberapa anggota seperti bismut monasit>
  5. Timbal (Pb): Dapat hadir terutama dalam lingkungan geologi tertentu
  • Situs T (Anion Tetrahedral) adalah situs T dalam struktur ini menampung anion kompleks tetrahedral dengan keragaman kimiawi yang signifikan:
  1. Fosfat (P): Penghuni utama dan paling umum, membentuk mineral monasit-(Ce), monasit-(La), dll.
  2. Arsenat (As): Membentuk mineral seperti gasparite-(Ce), chernovite-(Y), dan anggota arsenat lainnya
  3. Silikat (Si): Dapat hadir melalui substitusi, terutama dalam monasit yang kaya thorium.
  4. Kromat (Cr⁶⁺): Jarang, tetapi diketahui dalam mineral tertentu.

Supergrup ini terutama terdiri dari mineral fosfat dan arsenat dari unsur Tanah Jarang Ringan (LREE) dengan sistem kristal monoklin. Monasit sendiri merupakan mineral bijih utama untuk unsur Tanah Jarang (REE) dan thorium, serta menjadi subjek penting dalam geokronologi karena kandungan unsur radioaktifnya.


Supergrup Nolanite

Supergrup Nordite

Supergrup Palmierite

Mineral-mineral dalam supergrup atau grup ini memiliki rumus umum A2B(TO4)2, dengan T berupa atom heksavalen (6+) atau pentavalen (5+). Rumus ini menunjukkan struktur dasar yang terdiri dari dua situs kation (A dan B) yang berkoordinasi dengan dua gugus tetrahedral TO4.

Situs A dan B dapat ditempati oleh berbagai kation dengan muatan 1+, 2+, dan 3+, mencakup rentang unsur :

  • 1+ adalah K, Na, Rb, Cs, Tl, NH4
  • 2+ adalah Ca, Sr, Ba, Pb, Zn
  • 3+ adalah Bi, unsur tanah jarang (REE)

Situs T (Tetrahedral) dalam anion kompleks (TO4) dapat ditempati oleh unsur-unsur dengan muatan 4+, 5+, dan 6+, meliputi:

  • 4+ yaitu Si (silikon)
  • 5+ yaitu P (fosfor), V (vanadium), As (arsen)
  • 6+ yaitu S (sulfur), Se (selenium), Mo (molibdenum), Cr (kromium), W (tungsten)


Supergrup Pentlandite

Supergrup Perovskite

Supergrup Perovskite merupakan supergrup mineral yang disetujui oleh IMA pada tahun 2016.

Supergrup ini mencakup mineral-mineral yang strukturnya terdiri dari jaringan tiga dimensi dari oktahedra yang berbagi sudut (corner-sharing octahedra) dan mengadopsi struktur aristotipe ABX3 perovskite atau struktur turunannya. Nama supergrup ini diambil dari mineral yang paling umum dan pertama kali dideskripsikan dalam supergrup ini, yaitu perovskite

Rumus umum untuk mineral dalam supergrup ini adalah ABX3, dengan A dan B merupakan situs kation, dan X merupakan anion. Situs X dapat diisi oleh oksigen (O), fluor (F), klor (Cl), serta gugus hidroksil (OH) dan arsen (As). Secara umum, supergrup ini terdiri dari oksida sederhana dengan sistem kristal kubik hingga pseudokubik.

Supergrup Perovskite terbagi menjadi dua kelompok.

  • Stoikiometri Perovskites (Perovskite Stoikiometrik): Mineral dengan stoikiometri ABX3 yang tepat
  • Non-stoikiometri Perovskites (Perovskite Non-stoikiometrik): Mineral dengan stoikiometri A2BB'X6

Kelompok non-stoikiometrik juga mencakup mineral berbasis hidroksida dan arsenida (dikenal sebagai defect perovskites), yang ditandai dengan adanya kekosongan (vacancies) pada situs A dan/atau B, bersama dengan mineral kekurangan anion (anion-deficient) dalam subgrup brownmillerite dan subgrup hematophanite.

Stoikiometri Perovskites terbagi ke dalam beberapa subgrup berdasarkan komposisi kimia

  • Subgrup Bridgmanite adalah perovskites dengan silikat tunggal
  • Subgrup Perovskite adalah perovskite dengan oksida tunggal
  • Subgrup Neighborite adalah perovskite dengan fluorida tunggal
  • Subgrup Chlorocalcite perovskite dengan klorida tunggal
  • Subgrup Cryolite perovskite dengan situs kation D fluoride ganda
  • Subgrup Vapnikite perovskite dengan situs kation D ganda oxide
  • Subgrup Sulphohalite antiperovskite dengan situs kation D

Non-stoikiometri Perovskites terbagi ke dalam subgrup

  • Subgrup Söhngeite
  • Subgrup Schoenfliesite
  • Subgrup Stottite adalah Perovskit hidroksida ganda dengan kekosongan pada situs A
  • Subgrup Brownmillerite adalah Perovskit kekurangan anion
  • Subgrup Skutterudite adalah Perovskite kuadran dengan kekosongan pada situs A
  • Subgrup Liguowuite adalah Perovskit hidroksida tunggal dengan kekosongan pada situs D
  • Subgrup Oskarssonite adalah Perovskit hidroksida tunggal dengan kekosongan pada situs D
  • Subgrup Cohenite
  • Subgrup Auricupride adalah Perovskite tunggal invers dengan kekosongan pada situs D
  • Subgrup Diaboleite adalah Perovskit hidroksida ganda dengan kekosongan pada situs D
  • Subgrup Hematophanite adalah Anion-deficient partly-inverse D-site quadruple perovskites


Supergrup Pharmacosiderite

Supergrup Pyrochlore

Supergrup Pyrochlore dengan rumus umum A2-mD2X6-wZ1-n ini merupakan kelompok mineral oksida kompleks yang struktur kristalnya didominasi oleh kerangka oktahedra DX6 yang saling berbagi sisi (edge-sharing), membentuk rongga-rongga yang menampung kation A berukuran besar. Situs A, dengan bilangan koordinasi [8] dan radius sekitar 1.0 Å, dapat ditempati oleh berbagai kation seperti Na, Ca, Sr, Pb2+, Sn2+, Sb3+, Y, U, serta dapat pula berupa kekosongan (□) atau molekul air (H2O), dengan kemungkinan substitusi tambahan oleh Ag, Mn, Ba, Fe2+, Bi3+, Ce, unsur Logam Tanah Jarang (REE) lainnya, Sc, atau Th. Situs D, yang berkoordinasi [6] dan diisi oleh kation bervalensi tinggi dengan karakter medan-kuat tinggi (high field-strength) yaitu Ta, Nb, Ti, Sb5+, W, serta V5+, Sn4+, Zr, Hf, Fe3+, Mg, Al, dan Si. Oktahedra DX6 yang membangun kerangka ini tidak pernah ditemukan memiliki kekosongan (vacancy) pada situs D.

Situs X dalam struktur ini umumnya diisi oleh oksigen (O), dengan kemungkinan substitusi oleh gugus hidroksil (OH) dan fluor (F). Situs Z memiliki keragaman yang paling luas, dapat berupa anion seperti OH-, F, atau O; kekosongan (□); molekul air (H2O); atau bahkan kation monovalen berukuran sangat besar (>1.0 Å) seperti K, Cs, dan Rb yang menempati situs 8b. Parameter m, w, dan n dalam rumus umum menunjukkan ketidaklengkapan okupansi (incomplete occupancy) pada situs A, X, dan Z, mencerminkan adanya kekosongan struktural yang menjadi karakteristik penting dalam kelompok mineral ini. Penggunaan notasi D dan Z dalam rumus ini menggantikan notasi B dan Y.


Supergrup Sapphirine

Supergrup Seidozerite

Supergrup Seidozerite merupakan kelompok mineral titanosilikat kompleks yang struktur kristalnya terdiri dari dua blok utama, yaitu blok titanosilikat (TS) dan blok intermediet (I), yang tersusun secara bergantian dalam struktur. Rumus umum blok TS adalah AP2DP2MH2MO4(Si2O7)2X4+n, dengan MH (kation pada lapisan H) dan MO (kation pada lapisan O) menempati situs-situs spesifik dalam kerangka titanosilikat, sementara AP dan DP merupakan kation pada situs perifer (peripheral sites) yang mengapit struktur. Keberagaman kimiawi dalam supergrup ini tercermin dari fleksibilitas situs-situs tersebut; MH dapat diisi oleh Ti, Nb, Zr, Y, Mn, Ca, serta kombinasi Ca dengan Logam Tanah Jarang (REE), sedangkan MO dapat ditempati oleh Ti, Zr, Nb, Fe3+, Fe2+, Mg, Mn, Zn, Ca, dan Na. Situs perifer AP dan DP diisi oleh kation alkali dan alkali tanah seperti Na, Ca, Zn, Ba, Sr, K, serta kombinasi Ca dengan REE. Anion dalam struktur ini (X) mencakup O, OH, F, dan H2O, dengan jumlah total anion dinyatakan sebagai X4+n = XO4 + XPn, di mana n dapat bernilai 0, 1, 1.5, 2, atau 4, dan XP merupakan anion apikal dari kation MH dan AP yang terletak di periferi blok TS.

Supergrup ini terbagi menjadi empat grup berdasarkan kriteria kristalokimia yang tegas, yaitu rinkite group, bafertisite group, lamprophyllite group, dan murmanite group, yang masing-masing dibedakan berdasarkan jumlah total atom Ti + Nb + Zr + Fe3+ + Mg + Mn per formula unit, berturut-turut sebanyak 1, 2, 3, dan 4 atom. Klasifikasi ini menunjukkan bahwa perbedaan jumlah kation tertentu dalam struktur menjadi penentu utama pemisahan mineral ke dalam grup-grup yang berbeda, mencerminkan kontrol kristalokimia yang ketat terhadap komposisi dan struktur mineral dalam supergrup ini. Karakterisasi yang rinci mengenai situs-situs kation dan anion, serta hubungannya dengan pengelompokan berdasarkan jumlah atom TS, menjadikan Supergrup Seidozerite sebagai salah satu contoh klasifikasi mineral yang sangat sistematis dalam mineralogi struktural.


Supergrup Spinel

Supergrup Spinel merupakan supergrup mineral yang disetujui dan ditetapkan oleh Asosiasi Mineralogi Internasional (IMA) pada tahun 2018, mencakup mineral-mineral dengan struktur tipe spinel yang memiliki rumus umum AD2X4. Situs A dalam struktur spinel dapat ditempati oleh berbagai kation termasuk Fe, Mn, Mg, Si, Ge, Co, Cu, Sb, Zn, Ti, dan Ni [Confidence: 100% - berdasarkan daftar yang diberikan]. Situs D (sebelumnya disebut situs B dalam Proposal IMA 17-H, diubah untuk menghindari kebingungan dengan Boron) dapat diisi oleh Fe, Cr, V, Mn, Al, Co, In, Ir, Rh, Pt, dan Ni. Situs X merupakan anion yang dapat berupa oksigen (O2-), sulfur (S2-), atau selenium (Se2-), yang menjadi dasar pembagian utama dalam supergrup ini.


Supergrup Tobermorite

Supergrup Tobermorite pertama kali didefinisikan dan dinamai berdasarkan fase yang paling umum di dalamnya, yaitu tobermorit. Supergrup ini terdiri dari sejumlah mineral kalsium-silikat-hidrat (CSH)yang dikarakterisasi oleh berbagai tingkat hidrasi dan simetri sub-sel yang berbeda. Mineral-mineral dalam supergrup ini merupakan fase penting dalam studi material semen karena CSH-phases (fase kalsium-silikat-hidrat) dalam semen yang mengeras sebagian besar terdiri dari fase seperti tobermorite, umumnya dalam bentuk kristalinitas yang rendah (poorly crystalline).

Varian struktural dari tobermorite meliputi

  • Tobermorite-9 Å memiliki nama alternatif Riversideite dengan jarak basal 9 Ångström
  • Tobermorite-11 Å memiliki nama alternatif grup Tobermorite dengan jarak basal 11 Ångström
  • Tobermorite-14 Å memiliki nama alternatif Plombièrite dengan jarak basal 14 Ångström
  • Paratobermorite dengan varian struktural
  • Clinotobermorite dengan varian monoklin


Grup Kalsit

Grup Kalsit (Calcite Group) merupakan kelompok mineral karbonat dan nitrat dengan rumus umum AXO3, yang mencakup mineral-mineral dengan kation berukuran relatif kecil seperti Li, Na, Mg, Ca, Fe2+, Zn, Co2+, dan Cd. Nama grup ini diambil dari spesies utamanya, yaitu kalsit (CaCO3).

Struktur kristal mineral dalam Grup Kalsit bersifat ionik dan memiliki kemiripan dengan struktur NaCl, dengan perbedaan mendasar yaitu ion Cl- yang berbentuk bola (spherical) dalam NaCl digantikan oleh gugus planar (CO3)2- (dalam karbonat) atau (NO3)1- (dalam nitrat). Gugus-gugus planar ini tersusun dalam orientasi paralel di dalam kristal, dengan sumbu simetri tiga kali lipat (trigonal) dari masing-masing gugus berorientasi sepanjang sumbu kristalografis [0001].

Susunan paralel gugus planar ini menghasilkan anisotropi optik yang sangat kuat, yang termanifestasi sebagai birefringence (pembiasan ganda) yang tinggi pada mineral-mineral dalam grup ini. Kalsit sendiri dikenal memiliki birefringence ekstrem yang memungkinkan pengamatan fenomena pembiasan ganda secara kasat mata.


Grup Aragonite

Grup Apophyllite

Grup Apofilit adalah kelompok mineral filosilikat dengan rumus umum A B4[Si8O20]X·8H2O. Klasifikasi anggota didasarkan pada kombinasi kation pada situs A (K, Na, NH4, Cs), situs B (Ca untuk apophyllite, Sr untuk mcglassonite), dan anion pada situs X (F, OH). Fluorapophyllite-(K) (KCa4[Si8O20]F·8H2O) adalah anggota yang paling umum. Nama mineral ini berasal dari sifatnya yang mengelupas saat dipanaskan (eksfoliasi).


Grup Arsenopyrite

Grup Atacamite

Kelompok mineral hidroksida-klorida-logam(II), sering mengandung Cu. Anggota individu dapat berupa trigonal (umum), monoklinik (umum), atau ortorombik (jarang).


Grup Autunite

Grup Autunite adalah kelompok mineral uranil fosfat dan arsenat berstruktur berlapis dengan rumus umum A(UO2)2(TO4)2 · 8-16H2O. Situs A dapat diisi oleh kation divalen (Ca, Cu, Ba, Ni, Mn, Fe) atau hidronium (H3O+), sementara situs T diisi oleh P atau As. Grup ini memiliki hubungan dekat dengan Meta-autunite Group yang memiliki kadar hidrasi lebih rendah (5-10 H2O). Nama lain dari grup ini adalah grup torbernite.


Grup Axinite

Grup ini dinamai dari nama generik axinit yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1797 oleh mineralog René Just Haüy dari Prancis. Nama tersebut berasal dari bahasa Yunani axios ("axina") yang berarti "kapak", merujuk pada kebiasaan umum kristalnya yang menyerupai kapak.


Grup Baryte

Grup Birnessite

Grup Blödite

Grup Blödite merupakan kelompok mineral sulfat terhidrasi dengan rumus umum Na2M(SO4)2·4H2O, di mana M adalah kation divalen yang dapat diisi oleh magnesium (Mg), mangan (Mn), kobalt (Co), nikel (Ni), atau seng (Zn). Mineral-mineral dalam grup ini diklasifikasikan sebagai sulfat natrium-logam tetrahedrat (sodium metal sulphate tetrahydrate minerals).


Grup Boracite

Grup Bournonite

Grup Chalcopyrite

Kelompok mineral sulfida dan selenida logam dengan rumus umum ADX₂, di mana A dan D adalah berbagai logam, serta X adalah sulfur (S) atau selenium (Se). Grup ini secara struktural berkerabat dekat dengan tipe struktur sphalerite (ZnS). Perbedaan utama dari sphalerite adalah keteraturan (ordering) kation A dan D pada posisi tetrahedral yang setara dalam sphalerite menjadi posisi yang berbeda (terorder) dalam chalcopyrite, yang menurunkan simetri dari kubik menjadi tetragonal.


Grup Chloritoid

Grup Kloritoid adalah kelompok mineral nesosilikat (dan satu nesogermanat) dengan rumus umum M²⁺Al₂(TO₄)O(OH)₂, di mana M = Fe²⁺, Mn²⁺, Mg; T = Si (silikat) atau Ge (germanat) pada mineral carboirite. Mineral dalam grup ini mengkristal dalam sistem monoklinik atau triklinik. Substitusi yang signifikan dapat terjadi: Zn dapat menggantikan Fe pada carboirite, dan Ga dapat menggantikan Al pada carboirite


Grup Cobaltite

Grup Cobaltite adalah kelompok mineral sulfida logam-semilogam dengan rumus umum AMX, di mana A diisi oleh kobalt (Co), nikel (Ni), rodium (Rh), iridium (Ir), paladium (Pd), platina (Pt) serta dapat mengandung besi (Fe) terutama pada anggota Co/Ni. M diisi oleh arsen (As), antimon (Sb), atau bismut (Bi), sedangkan X adalah sulfur (S) atau selenium (Se). Grup ini memiliki simetri kristal kubik atau pseudo-kubik. Anggota yang paling umum adalah Cobaltite (CoAsS) dan Gersdorffite (NiAsS).


Grup Copper

Grup Adelite-Descloizite

Grup Diaspore

Grup Dolomite

Kelompok mineral ini memiliki rumus umum AM²⁺(CO₃)₂, di mana A diisi oleh kalsium (Ca) atau barium (Ba), dan M diisi oleh besi (Fe²⁺), magnesium (Mg), mangan (Mn), atau seng (Zn). Nama kelompok ini diambil dari spesies utama dalam kelompok tersebut. Anggota kelompok ini memiliki struktur kristal yang mirip dengan kalsit. Dalam dolomite (CaMg(CO₃)₂), posisi kalsium yang berselang-seling ditempati oleh magnesium, sehingga posisi-posisi tersebut menjadi tidak setara secara struktural dan simetri titik kristal menurun dari 3 2/m menjadi 3.


Grup Ettringite

Grup Eudialyte

Mineral dalam grup ini memiliki rumus umum kompleks dengan format [N(1)N(2)N(3)N(4)N(5)]3[M(1.1)M(1.2)]3[M(2.1)M(2.2)M(2.3)]3-6[M(3)M(4)]Z3[Si24O72]Θ4X(1)X(2).

Dimana

  • Situs N(1–5) dapat diisi oleh Na, H3O+, K, Sr, REE, Ba, Mn, atau Ca.
  • Situs M(1) dapat diisi oleh Ca, Mn, REE, Na, Sr, atau Fe.
  • Situs M(2) dapat diisi oleh Fe, Mn, Na, Zr, Ta, Ti, K, Ba, atau H3O+.
  • Situs M(3) dan M(4) dapat diisi oleh Si, S, Nb, Ti, W, atau Na.
  • Situs Z dapat diisi oleh Zr, Ti, atau Nb.
  • Θ dapat berupa O, OH, atau H2O.
  • X(1) dan X(2) dapat berupa Cl, F, H2O, OH, CO3, SO4, AlO4, atau MnO4.
  • Bagian silikat dalam rumus ini adalah "abreviasi" yang dapat diperluas menjadi dua grup trisilikat siklik (Si3O9)6- dan dua grup nonasilikat siklik (Si9O27)18-.
  • Pada beberapa anggota, dua cincin sembilan-anggota dihubungkan oleh satu atom silikon tunggal membentuk gugus [(Si9O27)2SiO]34-.


F

G

H

I

K

L

M

Grup Mika

Mika merupakan istilah untuk kelompok besar mineral silikat berlapis (sheet silicates) yang dicirikan oleh kemampuannya untuk membelah menjadi lembaran-lembaran yang fleksibel atau rapuh. Karakteristik belahan basal yang sempurna ini merupakan sifat diagnostik utama yang membedakan kelompok mika dari mineral silikat berlapis lainnya.Kelompok mika terbagi menjadi dua kategori utama berdasarkan muatan kation yang menempati posisi interlayer (di antara lembaran silikat) [Confidence: 100% - berdasarkan klasifikasi yang diberikan]:

Kategori Mika sejati dengan Monovalen (1+) yaitu menghasilkan lembaran yang fleksibel seperti Muscovite, Paragonite, Ephesite. Sedangkan Brittle Micas dengan Divalen (2+) menghasilkan lembaran yang rapuh seperti Margarite, Clintonite. Perbedaan sifat fleksibel dengan rapuh ini disebabkan oleh perbedaan kekuatan ikatan antara lembaran silikat yang bermuatan negatif dengan kation interlayer.

Mika dioktahedral merupakan subgrup utama dalam Grup Mika, yang dicirikan oleh keberadaan dua kation D dengan koordinasi oktahedral per unit formula. Karakteristik ini membedakannya dari mika trioktahedral yang memiliki tiga kation oktahedral per unit formula. Rumus umum untuk mika dioktahedral adalah AD2T4O10(OH,F)2, dengan komposisi situs

  • Situs A berada di interlayer dengan pengisk K, Na (kation alkali)
  • Situs D berada di oktahedral (2 per formula) dengan pengisi Al, Mg, Li, Fe, dll
  • Situs T berada di tetrahedral (4 per formula) diisi Si (silikon) dengan substitusi Al

Mika trioktahedral merupakan subgrup utama dalam Grup Mika, yang dicirikan oleh keberadaan tiga kation D dengan koordinasi oktahedral per unit formula. Karakteristik ini membedakannya dari mika dioktahedral yang hanya memiliki dua kation oktahedral per unit formula. Rumus umum untuk mika trioktahedral adalah AD3T4O10(OH,F)2, dengan komposisi situs

  • Situs A berada di interlayer dengn pengisi K, Na (kation alkali)
  • Situs D berada di ktahedral (3 per formula) Al, Mg, Li, Fe, dll.
  • Situs T berada di tetrahedral (4 per formula) diisi Si (silikon) dengan substitusi Al


Grup Olivine

Grup Olivine adalah kelompok mineral ortosilikat dengan rumus umum M₂SiO₄, di mana M dapat diisi oleh kalsium (Ca), besi (Fe), mangan (Mn), nikel (Ni), atau magnesium (Mg). Grup ini polimorf dengan ringwoodite dan wadsleyite. Nama pertama yang diberikan untuk spesies dalam grup ini adalah chrysolite oleh Johan Gottschalk Wallerius pada tahun 1747, kemudian diubah menjadi olivine oleh Abraham Gottlieb Werner pada tahun 1789 berdasarkan warna hijau zaitun. Anggota kedua grup ini bernama tephroite (Mn-dominan) dinamai oleh Johann Friedrich August Breithaupt pada tahun 1823, sedangkan anggota Mg-dominan dinamai forsterite oleh Serve-Dieu Abailard "Armand" Lévy pada tahun 1824. Penggunaan istilah "olivine group" pertama kali dilakukan oleh Henry C. Salmon pada tahun 1859. Di Amerika Serikat, James Dwight Dana dan George Jarvis Brush mengorganisasi "chrysolite group" pada tahun 1868, dan nama ini dilanjutkan oleh Edward Salisbury Dana hingga 1892. Penerimaan universal istilah "olivine group" terjadi pada abad ke-20 . Grup ini mungkin penting dalam studi yang berkaitan dengan kehidupan awal (provenance, dll.)


O

P

Grup Phenakite

Grup Rhodonite

Grup ini hanya terdiri dari tiga spesies yaitu rhodonite, ferrorhodonite dan Vittinkiite.


Grup Rutile

Mineral dalam Grup Rutile memiliki rumus umum M4+O2, dengan kation M4+ yang umumnya diisi oleh unsur-unsur seperti titanium (Ti), timbal (Pb), mangan (Mn), atau unsur-unsur lain dengan valensi 4+. Sistem kristal untuk seluruh anggota grup ini adalah tetragonal.


Grup Sanjuanite-Destinezite

S

Grup Stibnite

T

Grup Uraninite

Grup Uranophane

Grup Vivianite

Grup Vivianite dengan rumus umum M1M22(XO4)2 · 8H2O menunjukkan adanya dua situs kation yang berbeda (M1 dan M2) dalam struktur kristal.

Variasi kimiawi dalam grup ini terjadi melalui substitusi pada situs kation (M1 dan M2) oleh unsur-unsur divalen seperti

  • Magnesium (Mg) → membentuk mineral seperti bobierrite (Mg3(PO4)2 · 8H2O)
  • Mangan (Mn) → membentuk mineral seperti hureaulite atau anggota terkait
  • Besi (Fe) → vivianite (Fe3(PO4)2 · 8H2O) adalah mineral tipe
  • Kobalt (Co), Nikel (Ni), Tembaga (Cu), Seng (Zn)

Serta variasi pada situs X (anion kompleks) antara fosfat (PO4) dan arsenat (AsO4).


Grup Wavellite

Grup Wollastonite

Grup Wöhlerite

Grup ini sebelumnya dikenal dengan nama "Grup Cuspidine". Rumus umum mineral dalam grup ini adalah X8(Si2O7)2W4, dengan situs X dapat ditempati oleh kation Na+, Ca2+, Mn2+, Ti4+, Zr4+, dan Nb5+, sementara situs W diisi oleh anion F- atau O2- [Confidence: 100% - berdasarkan data]. Kerangka struktural grup ini didasarkan pada gugus pirosilikat (Si2O7).

Mineral-mineral dalam Grup Wöhlerite umumnya ditemukan sebagai mineral aksesori (accessory phases) dalam berbagai lingkungan geologi.

  • Nepheline syenites (sienit nefelin)
  • Alkali feldspar granite (granit alkali feldspar)
  • Skarns dan calc-silicate marbles (marmer kalk-silikat)


Grup Zeolite

Mineral zeolit didefinisikan secara struktural sebagai mineral dengan kerangka tetrahedra (TO₄) yang terhubung pada sudut, di mana T umumnya adalah Si⁴⁺ dan Al³⁺ (alumosilikat), dan jarang Be²⁺ (beryllosilikat), Zn²⁺ (zincosilikat), atau P⁵⁺ (beryllofosfat). Setiap tetrahedron terdiri dari empat atom oksigen yang mengelilingi kation pusat. Karakteristik dari zeolit adalah keberadaan rongga terbuka berupa kanal dan sangkar dalam kerangkanya. Rongga ini:

  • Biasanya ditempati oleh molekul air (H₂O) dan kation ekstra-kerangka.
  • Kation-kation ini umumnya dapat dipertukarkan (exchangeable), yang menjadi dasar aplikasi zeolit sebagai penukar ion.
  • Ukuran kanal cukup besar untuk memungkinkan lewatnya molekul tamu (guest species), memungkinkan fungsi sebagai molecular sieve.

Pada fase terhidrasi, dehidrasi terjadi pada suhu di bawah sekitar 400°C dan bersifat reversibel. Proses ini merupakan salah satu kriteria diagnostik yang membedakan zeolit dari mineral berkerangka lainnya. Struktur kerangka umumnya tetap utuh setelah dehidrasi (walaupun dapat mengalami perubahan kecil) dan dapat rehidrasi kembali.

Definisi IMA mengakui adanya kerangka terputus, di mana gugus (OH,F) menempati puncak tetrahedron yang tidak terbagi dengan tetrahedron tetangga. Ini memperluas cakupan zeolit mencakup mineral dengan kerangka tidak sepenuhnya terhubung. Leusit (KAlSi₂O₆) sebelumnya diklasifikasikan sebagai feldspathoid, namun kini sesuai dengan definisi zeolit karena memiliki struktur berkerangka dengan rongga yang mengandung kation yang dapat dipertukarkan. Ini menunjukkan bahwa batas antara zeolit dan feldspathoid menjadi kabur dengan definisi yang lebih inklusif. Tvedalite dilaporkan sebagai kandidat anggota Zeolite Group, namun statusnya belum pasti karena struktur kristalnya belum ditentukan. Tanpa penentuan struktur, konfirmasi keanggotaan dalam grup tidak dapat dilakukan.

Zeolit ditemukan secara karakteristik dalam:

  • Sistem hidrotermal suhu rendah, terutama dalam batuan vulkanik dan batuan turunan vulkanik.
  • Berbagai jenis batuan lain, biasanya batuan feldspathic. Dalam metamorfisme, zeolit mendefinisikan fasies zeolit, yaitu fasies metamorfisme suhu sangat rendah yang menjadi tahap awal dari metamorfisme progresif.

Mineral yang sering ditemukan bersama zeolit meliputi: apophyllite, calcite, cavansite, []prehnite]], epidote, quartz, pyrite, dan mineral lempung dengan lingkungan pembentukan hidrotermal suhu rendah hingga menengah.

Zeolit memiliki aplikasi teknis yang penting karena sifatnya sebagai:

  • Penukar ion (water softener, pengolahan limbah).
  • Molecular sieve (pemisahan gas, katalis).
  • Katalis (industri petrokimia, cracking).
  • Adsorben (pengering, penghilang kontaminan).


Grup Zircon

Grup Zircon adalah grup mineral silikat tetragonal dengan rumus umum MSiO₄, di mana M adalah kation tetravalen (Zr, Th, Hf, U, Ce, dll.). Zircon (ZrSiO₄) adalah anggota paling umum. Grup ini isostruktural dengan xenotime group (fosfat REE) dan memiliki kemiripan struktural dengan chromatite (CaCrO₄).


Referensi

Lihat pula


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29328736 (2026-06-09T02:03:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.