Lompat ke isi

Kimia kuantum relativistik

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 17.17 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 23155787; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Kimia kuantum relativistik mengundang diskusi kimia kuantum dan mekanika relativistik untuk menjelaskan sifat dan struktur unsur, terutama untuk unsur-unsur berat dalam tabel periodik. Contoh yang menonjol dari penjelasan ini adalah warna emas; menurut efek relativistik, ini bukan keperakan seperti kebanyakan logam lainnya.

Istilah "efek relativistik" dikembangkan sejalan dengan sejarah mekanika kuantum. Awal mulanya, mekanika kuantum dikembangkan tanpa memperhatikan teori relativitas. Menurut konvensi, "efek relativistik" adalah perbedaan antara nilai-nilai yang dihitung dengan mempertimbangkan model tetapi tidak mempertimbangkan relativitas. Efek relativistik penting untuk unsur-unsur berat dengan nomor atom besar. Dalam kebanyakan tampilan umum tabel periodik, unsur-unsur ini berada di bagian bawah. Contohnya adalah lantanida dan aktinida.


Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 23155787 (2023-03-23T15:14:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.