Lompat ke isi

Reaksi aluminotermik

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 17.45 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29579294; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Reaksi aluminotermik adalah reaksi eksotermik yang menggunakan aluminium sebagai reduktor pada suhu yang tinggi. Proses ini digunakan dalam dunia perindustrian untuk menghasilkan logam paduan besi, Contoh reaksi aluminotermik yang paling dikenal adalah reaksi termit antara besi oksida dengan aluminium untuk menghasilkan besi:

Fe2O3 + 2 Al → 2 Fe + Al2O3

Namun, reaksi ini tidak relevan untuk kegunaan reaksi aluminotermik yang paling penting, yaitu produksi logam paduan besi. Untuk memproduksi besi, kokas sebagai reduktor yang murah digunakan dalam reaksi karbotermik.

Kegunaan

Untuk menghasilkan beberapa jenis logam paduan besi (seperti feroniobium dari niobium pentoksida dan ferovanadium dari besi, vanadium(V) oksida, dan aluminium), prosesnya dimulai dengan menggunakan aluminium untuk mereduksi oksida:

3 V2O5 + 10 Al → 5 Al2O3 + 6 V

Logam-logam lain dapat dihasilkan dari bentuk oksidanya dengan cara yang sama.

Sejarah

Reaksi ini ditemukan dari percobaan yang dilakukan oleh ilmuwan Rusia Nikolay Beketov di Universitas Kharkiv. Proses ini dipatenkan pada tahun 1898 dan kemudian sering digunakan untuk mengelas jalur kereta api di tempat.

Lihat pula

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29579294 (2026-08-15T00:09:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.