Lompat ke isi

Kimia kuantum relativistik

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 17.57 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Kimia kuantum relativistik mengundang diskusi kimia kuantum dan mekanika relativistik untuk menjelaskan sifat dan struktur unsur, terutama untuk unsur-unsur berat dalam tabel periodik. Contoh yang menonjol dari penjelasan ini adalah warna emas; menurut efek relativistik, ini bukan keperakan seperti kebanyakan logam lainnya.

Istilah "efek relativistik" dikembangkan sejalan dengan sejarah mekanika kuantum. Awal mulanya, mekanika kuantum dikembangkan tanpa memperhatikan teori relativitas.[1] Menurut konvensi, "efek relativistik" adalah perbedaan antara nilai-nilai yang dihitung dengan mempertimbangkan model tetapi tidak mempertimbangkan relativitas.[2] Efek relativistik penting untuk unsur-unsur berat dengan nomor atom besar. Dalam kebanyakan tampilan umum tabel periodik, unsur-unsur ini berada di bagian bawah. Contohnya adalah lantanida dan aktinida.

Referensi

  1. Daniel Kleppner. A short history of atomic physics in the twentieth century. Reviews of Modern Physics. 1999. Vol. 71 (2). hlm. S78. doi:10.1103/RevModPhys.71.S78.
  2. U. Kaldor. Theoretical Chemistry and Physics of Heavy and Superheavy Elements. Kluwer Academic Publishers. 2003. hlm. 4. ISBN 1-4020-1371-X.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 23155787 (2023-03-23T15:14:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.