Feniletil resorsinol
Feniletil resorsinol (4-(1-phenylethyl)1,3-benzenediol; Phenylethyl Resorcinol) atau dikenal pula sebagai SymWhite 377 di kalangan industri di Tiongkok,[1] adalah komponen kimia jenis fenol benzenol, yang diklaim telah teruji klinis mampu menghambat aktivitas enzim tirosinase.[2] Hasil penelitian oleh G. Vielhaber dan rekan menunjukkan bahwa komponen ini bekerja mengurangi dan menghambat tirosinase hingga 22 kali lebih efektif dibandingkan dengan asam kojat. Dengan dosis 0,5%, feniletil resorsinol terbukti lebih ampuh dibandingkan asam kojat dosis 1,0%. Oleh sebab itu, komponen ini dijadikan salah satu agen atau zat pemutih (whitening, brightening) dalam industri kosmetika.
Namun, sifatnya yang sensitif cahaya dan kelarutan dalam airnya yang rendah serta dapat mengalami degradasi dan berubah warna menjadi kemerahan menyebabkan feniletil resorsinol sulit untuk ditambahkan ke dalam produk-produk kecantikan. Guna mengatasi tantangan tersebut, liposom yang merupakan vesikel artifisial sering dipakai untuk mengatasi masalah sensitivitas dan kelarutan komponen ini. Hasil studi Yanling Zhang dan kawan-kawan menyebutkan bahwa sifat psikokimia komponen ini cocok untuk kulit dan propilen glikol adalah penghantar (vehicle) yang paling menjanjikan untuk mengaplikasikan fetilenil resorsinol ke kulit manusia.
Penemuan
Komponen sintetik ini ditemukembangkan oleh para peneliti dari Symrise, sebuah perusahaan Jerman yang aktif memasok berbagai bahan kimia komoditas seperti perasa, bahan baku parfum, dsb. bagi pelaku industri di lebih dari 35 negara di dunia. Komponen ini disarikan dari senyawa yang diklaim sebagai pencerah alami yang dapat ditemukan pada kulit pohon pinus. Feniletil resorsinol mempengaruhi pigmentasi dan memang awalnya dikembangkan sebagai agen lightening pada produk kulit serta tambahan pada produk perawatan rambut.
Dosis dan pengunaan
Feniletil resorsinol mulai digunakan secara resmi pada 7 Agustus 2012 setelah SFDA (Badan Administrasi Makanan dan Obat-Obatan Tiongkok) menyetujui penggunaan komponen kimia sintetik ini sebagai agen pencerah kulit yang dipakai dalam produk-produk skincare, dengan batas dosis maksimal 0,5%. Namun, dalam praktiknya, banyak ditemukan penggunaan feniletil resorsinol secara berlebihan, melebihi batas pemakaian 0,5% dengan harapan dan tujuan agar efek mencerahkan atau memutihkan berlangsung lebih cepat. Penggunaan secara berlebihan dapat memicu alergi pada kulit.
Daftar pustaka
Jurnal
Tesis
Referensi
- ↑ Winnie Xu. China Alerts the Use of Whitening Ingredient Phenylethyl Resorcinol (SymWhite 377) in General Cosmetics. Chemlinked: Cosmetic Compliance Intelligence & Solutions. 14 Desember 2021.
- ↑ Phenylethyl resorcinol. Drugbank Online.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28435482 (2025-11-13T01:32:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.