Lompat ke isi

Isopropil alkohol

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 17.58 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Propan-2-ol-3D-balls

Isopropil alkohol (nama IUPAC propan-2-ol dan juga dikenal dengan isopropanol) merupakan senyawa kimia dengan rumus molekul C3H8O atau C3H7OH. Senyawa ini merupakan senyawa tak berwarna dan mudah terbakar dengan bau menyengat.

Isopropil alkohol termasuk ke dalam senyawa alkohol yang membuatnya bersifat polar. Di antara golongan alkohol, isopropanol merupakan contoh alkohol sekunder paling sederhana, yakni senyawa dengan atom karbon yang mengikat gugus alkohol dan 2 atom karbon lain. Senyawa ini merupakan isomer struktur dari 1-propanol dan etil metil eter.

Sifat

Isopropil alkohol, sebagai senyawa polar, dapat bercampur dengan senyawa polar lain seperti air, metanol, dan etanol. Senyawa ini, bersama metanol, etanol, 1-propanol, dan tert-butanol merupakan senyawa alkohol sederhana yang bercampur sempurna dengan air.[1]

Isopropil alkohol membentuk azeotrop dengan air sehingga akan mendidih pada temperatur 80,37 °C dengan persen massa 87,7%.[2] Selain itu, isopropanol dapat dibedakan dari alkohol yang lebih sederhana karena senyawa ini tidak bercampur dengan larutan garam sehingga dapat dipisahkan dari larutan berair dengan menambahkan garam seperti natrium klorida atau kalium klorida.[3][4] Proses ini disebut sebagai salting out 'pengawagasan salinitas' yang menyebabkan isopropil alkohol dapat dimurnikan dari air.

Reaksi

Isopropil alkohol dapat diubah menjadi 2-bromopropana dengan reagen fosfor tribromida (PBr3) melalui reaksi subsitusi nukleofilik. Senyawa ini juga dapat mengalami reaksi dehidrasi (eliminasi air) dengan asam sulfat menjadi propena pada keadaan panas.

Isopropil alkohol dapat mengalami oksidasi menjadi aseton dengan menggunakan oksidator seperti kalium dikromat dalam keadaan asam atau dehidrogenasi menggunakan katalis tembaga.

(CH3)2CHOH → (CH3)2CO + H2

Baik aseton maupun isopropil alkohol, keduanya dapat menghasilkan reaksi positif apabila direaksikan dengan iodin dan natrium hidroksida dalam uji iodoform.

Pranala luar

Referensi

  1. Allen L. Olsen. A Study of Solutions of Isopropyl Alcohol in Benzene, in Water and in Benzene and Water. Journal of the American Chemical Society. 1935-02. Vol. 57 (2). hlm. 303–305. doi:10.1021/ja01305a021.
  2. The Merck index: an encyclopedia of chemicals, drugs, and biologicals. Merck. 1983. hlm. 749. ISBN 978-0-911910-27-8.
  3. Alejandro Gomis. Operational Limits in Processes with Water, Salt, and Short-Chain Alcohol Mixtures as Aqueous Two-Phase Systems and Problems in Its Simulation. Industrial & Engineering Chemistry Research. 2021-02-17. Vol. 60 (6). hlm. 2578–2587. doi:10.1021/acs.iecr.0c05891.
  4. S. I. Sinegubova. Salting-out of isopropyl alcohol from aqueous solutions with potassium nitrate. Russian Journal of Applied Chemistry. 2004-12-01. Vol. 77 (12). hlm. 1924–1928. doi:10.1007/s11167-005-0194-2.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29303272 (2026-06-01T11:21:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.