Lompat ke isi

Asam malat

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 17.59 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Äpfelsäure3

Asam malat adalah senyawa organik dengan rumus molekul . Senyawa ini adalah asam dialkanoat yang diproduksi oleh semua organisme hidup, berkontribusi pada rasa asam buah-buahan, dan digunakan sebagai bahan tambahan pangan. Asam malat memiliki dua bentuk stereoisomerik (enantiomer- L dan -D), meskipun hanya isomer-L yang ada secara alami. garam dan ester asam malat dikenal sebagai malat. Anion malat adalah intermediat metabolik dalam siklus asam sitrat.

Etimologi

Kata 'malat' berasal dari bahasa Latin , yang berarti 'apel'. Kata Latin terkait , yang berarti 'pohon apel', digunakan sebagai nama genus Malus, yang mencakup semua jenis apel dan crabapple;[1] dan merupakan asal mula klasifikasi taksonomi lainnya seperti Maloideae, Malinae, dan Maleae.

Dalam makanan

Pada tahun 1785, Carl Wilhelm Scheele pertama kali mengisolasi senyawa ini dari jus apel. Kemudian, pada tahun 1787 Antoine Lavoisier mengusulkan pemberian nama "malique acide", yang berkaitan dengan nama lain dari apel, "malum". Senyawa ini dapat diperoleh secara alami sebagai hasil metabolisme buah. Asam malat juga dapat diubah menjadi senyawa asam laktat yang lebih ringan dengan melalui fermentasi malolactic.[2]

Sebagai salah satu bahan tambahan makanan, asam malat dilambangkan dengan nomor E296. Senyawa ini disetujui untuk digunakan sebagai zat aditif makanan di Uni Eropa, Amerika Serikat, Australia, dan Selandia baru. Senyawa ini biasa ditambahkan pada kembang gula dan permen sebagai pembawa rasa getir.[3]

Referensi

  1. Ellen Peffley. Peffley: Crabapples steal the show in autumn. Lubbock Avalanche-Journal.
  2. Denny Indra Praja. Zat Aditif Makanan: Manfaat dan Bahayanya. Garudhawaca. 2015-09-01. ISBN 978-602-7949-55-3.
  3. Denny Indra Praja. Zat Aditif Makanan: Manfaat dan Bahayanya. Garudhawaca. 2015-09-01. ISBN 978-602-7949-55-3.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29484937 (2026-07-22T06:39:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.