Lompat ke isi

Titik asap

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 17.59 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Titik asap adalah suhu dan kondisi tertentu yang menyebabkan minyak atau lemak menguapkan sejumlah senyawa, sehingga tercipta asap yang jelas. Istilah ini biasanya digunakan dalam tata boga saat mengategorikan minyak yang tepat untuk proses tertentu. Konsentrasi senyawa yang teruap ini mencakup air, asam lemak bebas, dan zat yang teroksidasi. Titik asap itu sendiri tidak termasuk suhu yang menyebabkan terurainya minyak. Lebih tinggi dari titik asap adalah titik nyala yang menyebabkan uap minyak bercampur dengan udara dan membentuk api.

Masing-masing minyak mempunyai titik asap yang berbeda, tergantung dari bahannya dan tingkat kemurniannya.[1] Titik asap cenderung meningkat ketika kadar asam lemak bebas sedikit dan kemurnian produk lumayan tinggi.[2][3] Jumlah asam lemak bebas akan bertambah bila minyak terus dipanaskan. Ini merupakan salah satu alasan rusaknya minyak goreng,[4] sehingga minyak goreng disarankan untuk tidak digunakan lebih dari dua kali.[5]

Minyak/lemak Tingkat kemurnian Titik asap
Minyak badam 420 °F 216 °C
Minyak alpukat Mentah, virgin 375-400 °F 190-204 °C
Minyak alpukat Dimurnikan 520 °F 271 °C
Mentega 250–300 °F 121–149 °C
Minyak kanola Expeller Press 375-450 °F[6] 190-232 °C
Minyak kanola Beroleat tinggi 475 °F 246 °C
Minyak kanola Dimurnikan 400 °F 204 °C[7]
Minyak jarak Refined 392 °F 200 °C[8]
Minyak kelapa Mentah (virgin) 350 °F[9] 177 °C
Minyak kelapa Dimurnikan dengan penstabil 450 °F 232 °C
Minyak jagung Mentah 352 °F 178 °C[10]
Minyak jagung Dimurnikan 450 °F 232 °C[11]
Minyak biji kapas 420 °F 216 °C[12]
Minyak biji rami Mentah 225 °F 107 °C
Minyak samin 485 °F 252 °C
Minyak biji anggur 420 °F 216 °C
Minyak kacang buduk 430 °F 221 °C
Minyak rami 330 °F 165 °C
Minyak babi 390 °F 192 °C
Minyak makadamia 413 °F 210 °C
Minyak sesawi 489 °F 254 °C
Minyak zaitun Ekstra virgin 375 °F 191 °C
Minyak zaitun Virgin 391 °F 199 °C[13]
Minyak zaitun Dari ampas buah zaitun 460 °F 238 °C[14]
Minyak zaitun Ekstra ringan 468 °F 242 °C[15]
Minyak zaitun Ekstra ringan, berkeasaman rendah 405 °F 207 °C
Minyak sawit Difraksi 455 °F 235 °C[16]
Minyak kacang tanah Mentah 320 °F 160 °C
Minyak kacang tanah Dimurnikan 450 °F 232 °C[17]
Minyak bekatul 490 °F 254 °C
Minyak kesumba Mentah 225 °F 107 °C
Minyak kesumba Dimurnikan sebagian 320 °F 160 °C
Minyak kesumba Dimurnikan 510 °F 266 °C[18]
Minyak wijen Mentah 350 °F 177 °C
Minyak wijen Dimurnikan sebagian 450 °F 232 °C
Minyak kedelai Mentah 320 °F 160 °C
Minyak kedelai Dimurnikan sebagian 350 °F 177 °C
Minyak kedelai Dimurnikan 460 °F 238 °C[19]
Minyak biji bunga matahari Mentah 225 °F 107 °C
Minyak biji bunga matahari Dimurnikan sebagian 450 °F 232 °C
Minyak biji bunga matahari Dimurnikan 440 °F 227 °C[20]
Minyak biji bunga matahari Beroleat tinggi, mentah 320 °F 160 °C
Gajih 420 °F 215 °C
Minyak biji teh 485 °F 252 °C
Lemak rerotinabati 360 °F 182 °C
Minyak kacang kamiling Mentah 320 °F 160 °C
Minyak walnut Dimurnikan sebagian 400 °F 204 °C

Referensi

  1. Robert L. Wolke. Where There's Smoke, There's a Fryer. The Washington Post. May 16, 2007.
  2. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  3. Michael Bockisch. Fats and Oils Handbook. AOCS Press. 1998. hlm. 95–6. ISBN 0-935315-82-9.
  4. Amit K. Das, et al, http://www.slideshare.net/amitkdas12/study-of-oil-deterioration-during-continuous-and-intermittent-frying
  5. Robert L. Wolke. Where There's Smoke, There's a Fryer. The Washington Post. May 16, 2007.
  6. Spectrum Organics, Canola Oil Manufacturer, http://www.spectrumorganics.com/shared/faq.php?fqid=34
  7. Robert L. Wolke. Where There's Smoke, There's a Fryer. The Washington Post. May 16, 2007.
  8. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  9. Nutiva, Coconut Oil Manufacturer, http://nutiva.com/the-nutiva-kitchen/coconut-oil-recipes/
  10. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  11. Robert L. Wolke. Where There's Smoke, There's a Fryer. The Washington Post. May 16, 2007.
  12. Robert L. Wolke. Where There's Smoke, There's a Fryer. The Washington Post. May 16, 2007.
  13. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  14. Robert L. Wolke. Where There's Smoke, There's a Fryer. The Washington Post. May 16, 2007.
  15. Robert L. Wolke. Where There's Smoke, There's a Fryer. The Washington Post. May 16, 2007.
  16. Scheda tecnica dell'olio di palma bifrazionato PO 64 .
  17. Robert L. Wolke. Where There's Smoke, There's a Fryer. The Washington Post. May 16, 2007.
  18. Robert L. Wolke. Where There's Smoke, There's a Fryer. The Washington Post. May 16, 2007.
  19. Robert L. Wolke. Where There's Smoke, There's a Fryer. The Washington Post. May 16, 2007.
  20. Robert L. Wolke. Where There's Smoke, There's a Fryer. The Washington Post. May 16, 2007.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29585504 (2026-08-15T23:49:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.