Lompat ke isi

Indigo karmina

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 18.01 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Indigo carmine

Indigo karmina (), atau garam natrium asam 5,5'-indigodisulfonat, adalah suatu indikator pH dengan rumus kimia C16H8N2Na2O8S2. Senyawa ini adalah garam organik yang berasal dari indigo melalui proses sulfonasi, yang menghasilkan senyawa yang mudah larut dalam air ini.

Bahan kimia ini dapat digunakan sebagai pewarna makanan dan minuman, yang membuatnya berwarna biru. Senyawa ini diizinkan penggunaannya sebagai pewarna makanan di Amerika Serikat dan Uni Eropa,[1][2] Senyawa ini memiliki nomor E E132.

Indigo karmina berbahaya untuk saluran pernapasan jika ditelan. Bahan kimia ini juga mengiritasi kulit dan mata.

Kegunaan

Indigo karmina dalam 0.2% larutan berairnya berwarna biru pada pH 11.4 dan kuning pada 13.0. Indigo karmina juga merupakan indikator redoks, berwarna kuning ketika direduksi. Bagan kimia ini juga digunakan sebagai indikator ozon terlarut[3] melalui pengubahan asam isatin-5-sulfonat.[4] Reaksi ini telah ditunjukkan tidak spesifik pada ozon, tetapi senyawa ini juga mendeteksi superoksida, suatu pembeda yang penting dalam fisiologi sel.[5] Senyawa ini juga digunakan sebagai pewarna dalam pembuatan kapsul.

Dalam pembedahan obstetri, larutan indigo karmina terkadang digunakan untuk mendeteksi kebocoran cairan ketuban. Dalam pembedahan urologis, injeksi indigo karmina secara intravena sering digunakan untuk menyoroti bagian-bagian dari saluran kemih. Zat warna disaring dengan cepat oleh ginjal dari darah, dan warna urin menjadi biru. Senyawa ini memungkinkan struktur saluran kemih terlihat di bidang bedah, dan menunjukkan jika ada kebocoran. Namun, pewarna dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah yang berpotensi berbahaya dalam beberapa kasus.[6]

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. Summary of Color Additives for Use in United States in Foods, Drugs, Cosmetics, and Medical Devices, United States Food and Drug Administration
  2. Current EU approved additives and their E Numbers, Food Standards Agency, 26 November 2010
  3. Quantitative determination of aqueous-phase ozone by chemiluminescence using indigo-5,5'-disulfonate. Anal. Chem. March 1989. Vol. 61 (6). hlm. 619–23. doi:10.1021/ac00181a025.
  4. Quantitative determination of aqueous-phase ozone by chemiluminescence using indigo-5,5'-disulfonate. Anal. Chem. March 1989. Vol. 61 (6). hlm. 619–23. doi:10.1021/ac00181a025.
  5. Superoxide converts indigo carmine to isatin sulfonic acid: implications for the hypothesis that neutrophils produce ozone. J. Biol. Chem. April 2004. Vol. 279 (18). hlm. 18521–5. doi:10.1074/jbc.M400334200.
  6. Craik, Johnathan Donaldson. The Safety of Intravenous Indigo Carmine to Assess Ureteric Patency During Transvaginal Uterosacral Suspension of the Vaginal Vault. Journal of Pelvic Medicine & Surgery. Januari–Februari 2009. Vol. 15 (1). hlm. 11–15. doi:10.1097/SPV.0b013e3181986ace.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25679997 (2024-05-06T12:34:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.