Lompat ke isi

Biru Prusia

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 18.02 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Biru Prusia atau Biru Berlin adalah pigmen biru tua dengan rumus kimia ideal . Untuk memahami kondisi ikatan dalam senyawa kompleks ini, rumusnya juga bisa ditulis · x. Nama lain yang digunakan untuk warna ini adalah Biru Paris.

Biru Prusia merupakan pigmen sintetis modern pertama dan digunakan sebagai cat. Dalam bidang kedokteran, biru Prusia juga menjadi penawar untuk beberapa jenis keracunan logam berat, seperti keracunan talium dan isotop radioaktif sesium. Senyawa ini khususnya digunakan untuk menyerap dari korban kecelakaan Goiânia.[1] Biru Prusia diberikan lewat mulut. Terapi ini memanfaatkan sifat biru Prusia dalam melakukan pertukaran ion dan juga afinitasnya yang tinggi terhadap kation logam tertentu.

Biru Prusia tergolong ke dalam Daftar Obat-Obatan Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[2]

Pembuatan

Biru Prusia dibuat dari proses oksidasi garam ferosianida. Garam ini memiliki rumus dan = atau . Oksidasi senyawa padat yang berwarna putih ini dengan hidrogen peroksida atau natrium klorat akan menghasilkan biru Prusia.[3]

Bentuk yang "dapat larut", (yang bersifat koloid) dapat dibuat dari kalium ferosianida dan besi(III):

+ + →

Reaksi kalium ferisianida dengan besi(II) menghasilkan larutan koloid yang serupa, karena diubah menjadi ferosianida.

Biru Prusia yang "tidak dapat larut" dapat dihasilkan jika atau dalam jumlah yang berlebihan ditambahkan ke dalam reaksi-reaksi di atas. Dari contoh sebelumnya:

4 + 3 →  [4]

Referensi

  1. Dunbar, K. R. Chemistry of Transition Metal Cyanide Compounds: Modern Perspectives. Progress in Inorganic Chemistry. 1997. Vol. 45. hlm. 283–391. doi:10.1002/9780470166468.ch4. ISBN 9780470166468.
  2. WHO Model List of EssentialMedicines. World Health Organization. October 2013.
  3. Völz, Hans G. et al. (2006) "Pigments, Inorganic" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley-VCH, Weinheim. .
  4. Egon Wiberg, Nils Wiberg, Arnold Frederick Holleman: Inorganic chemistry, p.1444. Academic Press, 2001; Google books

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27987526 (2025-10-15T22:00:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.