Lompat ke isi

Stronsium hidroksida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 18.07 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Stronsium hidroksida adalah senyawa anorganik dengan rumus Sr(OH)2. Senyawa ini merupakan alkali yang terdiri dari ion stronsium dan dua ion hidroksida. Bahan ini disintesiskan dengan menggabungkan garam stronsium dengan basa yang kuat. Sr(OH)2 dapat ditemui dalam bentuk anhidrat, monohidrat atau oktahidrat.

Pembuatan

Sr(OH)2 agak dapat larut dalam air, sehingga pembuatannya dapat dilakukan dengan mudah dengan menambahkan basa yang kuat seperti NaOH atau KOH setetes demi setetes ke dalam larutan garan stronsium yang dapat larut (biasanya stronsium nitrat atau Sr(NO3)2). Sr(OH)2 akan mengalami pengendapan dan terlihat seperti bubuk putih. Kemudian larutan ini disaring dan Sr(OH)2 dicuci dengan air dingin dan dikeringkan.[1]

Keamanan

Stronsium hidroksida dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata dan saluran pernapasan. Senyawa ini dapat membahayakan kesehatan jika ditelan.

Referensi

  1. Georg Brauer. Handbook Of Preparative Inorganic Chemistry. Academic Press. 1963. hlm. 935.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29298519 (2026-05-31T17:19:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.