Efek Zeigarnik
Dalam psikologi, efek Zeigarnik (dinamai dari psikolog Lituania-Soviet Bluma Zeigarnik) mengemukakan bahwa orang-orang mengingat tugas yang belum selesai atau terganggu dengan lebih baik daripada tugas yang sudah selesai. Dalam psikologi Gestalt, efek Zeigarnik telah digunakan untuk menunjukkan keberadaan fenomena Gestalt secara umum: tidak hanya muncul sebagai efek perseptual, tetapi juga hadir dalam kognisi.
Efek Zeigarnik tidak boleh dikelirukan dengan efek Ovsiankina, yaitu dorongan untuk menyelesaikan tugas yang telah dimulai sebelumnya. Maria Ovsiankina, seorang rekan kerja Zeigarnik, menyelidiki efek dari gangguan tugas terhadap kecenderungan untuk melanjutkan kembali tugas tersebut pada kesempatan berikutnya.
Tinjauan umum
Psikolog Lituania-Soviet Bluma Zeigarnik pertama kali mempelajari fenomena ini setelah profesor dan psikolog Gestalt Kurt Lewin menyadari bahwa seorang pelayan memiliki ingatan yang lebih baik tentang pesanan yang belum dibayar. Namun, setelah tugas tersebut selesai—setelah semua orang membayar—pelayan tersebut tidak dapat lagi mengingat rincian pesanan secara mendetail. Zeigarnik kemudian merancang serangkaian eksperimen untuk mengungkap proses yang mendasari fenomena ini. Laporan penelitian tersebut diterbitkan pada tahun 1927 di dalam jurnal Psychologische Forschung.
Keunggulan dalam mengingat ini dapat dijelaskan dengan melihat teori medan Lewin: sebuah tugas yang sudah dimulai akan menciptakan ketegangan khusus yang berkaitan dengan tugas tersebut, sehingga meningkatkan aksesibilitas kognitif dari konten-konten yang relevan. Ketegangan ini akan mereda setelah tugas selesai, tetapi akan tetap bertahan jika tugas tersebut terganggu. Melalui ketegangan yang terus-menerus ini, konten menjadi lebih mudah diakses dan diingat kembali.
Efek Zeigarnik menunjukkan bahwa siswa yang menunda belajar mereka untuk melakukan aktivitas yang tidak terkait (seperti mempelajari mata pelajaran lain atau bermain permainan), akan mengingat materi dengan lebih baik daripada siswa yang menyelesaikan sesi belajar tanpa jeda (McKinney 1935; Zeigarnik 1927).
Aturan Harden
Penulis berita olahraga Matt Moore menyatakan bahwa efek Zeigarnik dapat menjelaskan kritik luas terhadap National Basketball Association (NBA) karena mengizinkan lemparan bebas bagi pemain yang "sengaja melempar bola asal-asalan ke arah keranjang setiap kali ada pemain lawan yang mendekat". Setiap terjadi pelanggaran, permainan akan dihentikan sementara. Ketika tindakan ini dilakukan secara berulang-ulang, hal tersebut dirasa membangun sebuah bias kognitif negatif terhadap gerakan tersebut. Kritik tersebut pada akhirnya mendorong adanya perubahan aturan yang memberikan penalti bagi aktivitas ini, yang dikenal sebagai Aturan Harden, dinamai dari pengguna gerakan ini yang paling menonjol, James Harden.
Replikasi
Keandalan dari efek ini telah menjadi subjek kontroversi tersendiri. Beberapa studi yang dilakukan setelahnya di berbagai negara lain untuk mencoba mereplikasi eksperimen Zeigarnik gagal menemukan perbedaan signifikan dalam hal mengingat kembali antara tugas yang "selesai" dan tugas yang "belum selesai" (terganggu), contohnya penelitian oleh Van Bergen (1968). Dalam sebuah tinjauan sistematis dan metaanalisis pada tahun 2025 terhadap akumulasi penelitian mengenai efek Zeigarnik dan efek Ovsiankina, para penulis tidak menemukan adanya keunggulan memori untuk tugas yang belum selesai, melainkan menemukan adanya kecenderungan umum untuk melanjutkan kembali tugas tersebut. Mereka menyimpulkan bahwa efek Ovsiankina merepresentasikan kecenderungan umum manusia, sedangkan efek Zeigarnik tidak memiliki validitas universal.
Penggunaan
Perangkat lunak
Efek Zeigarnik digunakan dalam beberapa sistem perangkat lunak sebagai layanan (SaaS) untuk melakukan onboarding (pemanduan) pengguna baru secara lebih cepat dan efektif.
Biasanya, efek ini diimplementasikan dalam bentuk gamifikasi interaksi pengguna. Beberapa contohnya meliputi:
- Pelacak progres: Fitur yang memberi tahu pengguna seberapa dekat mereka untuk menyelesaikan suatu tugas. Sebagai contoh, ketika pengguna melihat pesan seperti "Profil Anda sudah 64% selesai", mereka cenderung meluangkan waktu beberapa menit untuk melengkapi seluruh data yang kurang.
- Daftar periksa: Fitur untuk menyediakan alur pemanduan pengguna baru yang jelas dan bertahap.
Fiksi
Umumnya digunakan dalam fiksi format Duanju (drama pendek), teknik cliffhanger (akhir cerita menggantung) sangat bergantung pada efek Zeigarnik—yaitu kecenderungan untuk mengingat tindakan yang terganggu secara lebih jelas—guna mempertahankan perhatian pemirsa dan meningkatkan rasa penasaran.
Lihat pula
Referensi
Bacaan lebih lanjut
Sumber utama
- pp. 300–314 in W. D. Ellis (Ed.), A Sourcebook of Gestalt Psychology, London: Kegan Paul, Trench, Trubner & Co.
Sumber lainnya
- pp. 300–314 in W. D. Ellis (Ed.), A Sourcebook of Gestalt Psychology, London: Kegan Paul, Trench, Trubner & Co.
Pranala luar
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29547646 (2026-08-10T01:01:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.