Naluri maut
Tampilan
Dalam teori psikoanalitik Freudian klasik, naluri maut () adalah naluri terhadap kematian dan penghancuran diri. Naluri tersebut pertama kali dicetuskan oleh Sabina Spielrein dalam Makalah "Destruction as the Cause of Coming Into Being" (Die Destruktion als Ursache des Werdens) pada 1912, yang kemudian dikutip oleh Sigmund Freud pada 1920 dalam Beyond the Pleasure Principle.
Referensi
Bacaan tambahan
- Otto Fenichel, "A Critique of the Death Instinct" (1935), in Collected Papers, 1st Series (1953), 363-72.
- K. R. Eissler, "Death Drive, Ambivalence, and Narcissism", The Psychoanalytic Study of the Child, XXVI (1971), 25-78.
- Rob Weatherill, The death drive: new life for a dead subject? (1999).
Pranala luar
-
- "Death Instincts" (= German Todestriebe): p. 97;
- "Nirvana Principle": pp. 272-3;
- "Compulsion to Repeat" ("Repetition compulsion"): pp. 78-80.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 16554890 (2020-02-13T08:12:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.