Lompat ke isi

Kemudaan abadi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 23.13 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Youth and Time 1901

Kemudaan abadi adalah konsep keabadian fisik manusia yang terbebas dari penuaan. Kemudaan biasanya merujuk kepada kebalikan dari penampilan yang tambah tua, ketimbang umur dari kehidupan manusia. Kemudaan abadi yang diraih sejauh ini masih di luar kemampuan teknologi saintifik. Kemudaan abadi adalah suatu hal umum dalam mitologi, dan merupakan tema populer dalam fiksi.

Filantropi

"Kehilangan kemudaan" atau proses penuaan bertanggungjawab atas peningkatan risiko orang-orang terhadap beberapa penyakit yang meliputi kanker, Parkinson, Alzheimer, dan lain-lain. Akibatnya, pada masa sekarang, sejumlah orang dengan kekayaan yang besar menyimbangkan sebagian besar uang mereka terhadap inisiatif-inisiatif terhadap riset saintifik dalam proses penuaan itu sendiri atau terapi untuk memperlambat atau mencegah proses penuaan.[1] Orang-orang tersebut meliputi Peter Thiel,[2] Aubrey de Grey,[3] Larry Ellison, Sergey Brin, Dmitry Itskov, Paul Gallen,[4] dan Mark Zuckerberg.[5]

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 21640224 (2022-09-10T15:54:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.