Ksilenol jingga
Ksilenol jingga merupakan pereaksi kimia organik, yang paling umum digunakan sebagai garam tetranatrium sebagai indikator untuk titrasi logam. Bila digunakan untuk titrasi logam, zat ini akan tampak merah dalam titran dan berubah menjadi kuning setelah mencapai titik akhirnya. Secara historis, sediaan komersialnya terkenal tidak murni, terkadang hanya mengandung 20% ksilenol jingga, dan mengandung sejumlah besar semi-ksilenol jingga dan asam iminodiasetat. Kemurnian setinggi 90% kini tersedia.
Zat ini berpendar, dan memiliki eksitasi maksimum 440 & 570 nm dan emisi maksimum 610 nm.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26764992 (2025-01-07T13:25:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.