Tobermorit

Tobermorit adalah mineral kalsium silikat hidrat dengan rumus kimia: Ca5Si6O16(OH)2·4H2O atau Ca5Si6(O,OH)18·5H2O.
Terdapat dua jenis struktural yang dibedakan: tobermorit-11 Å dan tobermorit-14 Å. Tobermorit terdapat dalam pasta semen terhidrasi dan dapat ditemukan di alam sebagai mineral alterasi pada gamping metamorf dan pada skarn. Mineral ini dilaporkan terdapat di Wilayah Maqarin di utara Yordania dan di Tambang Crestmore dekat Crestmore Heights, Riverside County, California.
Tobermorit pertama kali dideskripsikan pada 1880 atas keberadaannya di Skotlandia, tepatnya pada Pulau Mull, di sekitar permukiman Tobermory.[1][2]
Kegunaan dalam beton Romawi
Tobermorit tersubstitusi aluminum diketahui menjadi komposisi kunci dalam durabilitas dari beton Romawi kuno bawah laut. Abu vulkanik yang bangsa Romawi gunakan dalam konstruksi tembok laut mengandung filipsit, dan interaksi mineral tersebut dengan air laut menyebabkan struktur kristalin di dalam beton mengembang dan menguat, membuat material beton secara substansial lebih tahan lama dibandingkan dengan beton modern ketika terpapar air laut.[3][4][5]
Kimia semen
Tobermorit sering digunakan dalam perhitungan termodinamika untuk merepresentasikan polaritas kalsium silikat hidrat yang paling banyak dihasilkan (C-S-H). Nilai rasio atom Ca/Si atau molar CaO/SiO2 (C/S) adalah 0,83 (5/6) sebagaimana yang dihitung secara langsung dari rumus senyawa elementer. Jenit merepresentasikan polaritas yang lebih rendah dihasilkan dengan rasio C/S 1,50 (9/6).
Lihat pula
- Mineral kalsium silikat hidrat (C-S-H) lainnya:
- Mineral kalsium aluminium silikat hidrat (C-A-S-H) lainnya:
Pranala luar
Referensi
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Dokter dan ahli mineral amatir berkebangsaan Skotlandia, Matthew Forster Heddle (1828–1897) pertana kali mendeskripsikan tobermorit pada: Heddle. Preliminary notice of substances which may prove to be new minerals. Part second. The Mineralogical Magazine and Journal of the Mineralogical Society of Great Britain and Ireland. 1880. Vol. 4. hlm. 117–123. doi:10.1180/minmag.1880.004.18.04. Lihat hal. 119–121.
- ↑ Ben Guarino. Ancient Romans made world’s ‘most durable’ concrete. We might use it to stop rising seas. Washington Post. 4 Juli 2017.
- ↑ Ancient lessons: Roman concrete durable, green. Ceramic Tech Today. The American Ceramic Society. 7 Juni 2013.
- ↑ Marie D. Jackson. Phillipsite and Al-tobermorite mineral cements produced through low-temperature water-rock reactions in Roman marine concrete. American Mineralogist. 2017. Vol. 102 (7). hlm. 1435–1450. doi:10.2138/am-2017-5993CCBY.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29343231 (2026-06-14T00:41:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.