Lompat ke isi

Reagen Folin–Ciocâlteu

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 04.04 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Tyrosin standards developed by Folin-Ciocalteu's reagent

Reagen Folin–Ciocâlteu (Bahasa Inggris: Folin–Ciocâlteu reagent, disingkat FCR); disebut juga dengan reagen fenol Folin, reagen Folin–Denis, atau metode kesetaraan asam galat (Bahasa Inggris: gallic acid equivalence method, disingkat GAE); adalah campuran fosfomolibdat dan fosfotungstat yang digunakan untuk asai kolorimetri in vitro antioksidan fenolik dan polifenolik.[1] Nama reagen ini diambil dari nama para penemunya yakni Otto Folin, Vintilă Ciocâlteu, dan Willey Glover Denis. Reagen Folin-Denis dibuat dengan mencampurkan natrium tungstat dan asam fosfomolibdat dalam asam fosfat. Reagen Folin–Ciocalteu hanyalah modifikasi dari reagen Folin-Denis. Modifikasi tersebut terdiri dari penambahan litium sulfat dan bromin pada reagen fosfotungstik-fosfomolibdik.[2]

Reagen ini tidak hanya mengukur fenol, tetapi akan bereaksi dengan zat pereduksi apa pun. Oleh karena itu, reagen ini mengukur kapasitas pereduksi total suatu sampel, bukan hanya senyawa fenolik. Reagen ini merupakan bagian dari uji protein Lowry, dan juga akan bereaksi dengan beberapa senyawa yang mengandung nitrogen seperti hidroksilamina dan guanidina.[3] Reagen ini juga terbukti reaktif terhadap tiol, banyak vitamin, basa nukleotida guanina, triosa gliseraldehida dan dihidroksiaseton, serta beberapa ion anorganik. Kompleksasi tembaga meningkatkan reaktivitas fenol terhadap reagen ini.[4]

Reagen ini berbeda dengan reagen Folin, yang digunakan untuk mendeteksi amina dan senyawa yang mengandung belerang.

Makalah tahun 1951 berjudul "Pengukuran protein dengan reagen fenol Folin"[5] adalah makalah yang paling banyak disitasi dalam Indeks Kutipan Sains 1945–1988, dengan 187.652 kutipan.[6]

Signifikansi fisiologis

Karena mengukur kapasitas antioksidan secara in vitro, reagen ini telah digunakan untuk menguji makanan dan suplemen dalam ilmu pangan. Kapasitas penyerapan radikal oksigen (ORAC) dulunya merupakan standar industri untuk kekuatan antioksidan makanan utuh, jus, dan aditif makanan.[7][8] Pengukuran dan peringkat sebelumnya oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat ditarik pada tahun 2012 karena tidak relevan secara biologis dengan kesehatan manusia, mengacu pada tidak adanya bukti fisiologis bahwa polifenol memiliki sifat antioksidan secara in vivo.[9] Akibatnya, metode ORAC, yang hanya berasal dari eksperimen in vitro, tidak lagi dianggap relevan dengan diet atau biologi manusia.

Uji kapasitas antioksidan setara Trolox – juga berdasarkan keberadaan polifenol – adalah pengukuran alternatif kapasitas antioksidan secara in vitro.[10]

Lihat juga

Pranala luar

Referensi

  1. Vernon L. Singleton. [14 Analysis of total phenols and other oxidation substrates and antioxidants by means of folin–ciocalteu reagent]. 1999. Vol. 299. hlm. 152–178. doi:10.1016/S0076-6879(99)99017-1. ISBN 9780121822002.
  2. Felix Bärlocher. Total Phenolics. Methods to Study Litter Decomposition. Springer International Publishing. 2020. hlm. 157–161. doi:10.1007/978-3-030-30515-4_18. ISBN 978-3-030-30514-7.
  3. Utilization of Folin–Ciocalteu phenol reagent for the detection of certain nitrogen compounds. J. Agric. Food Chem. 2003. Vol. 51 (7). hlm. 1811–5. doi:10.1021/jf021099r.
  4. Jace D. Everette. Thorough Study of Reactivity of Various Compound Classes toward the Folin−Ciocalteu Reagent. J. Agric. Food Chem. 2010. Vol. 58 (14). hlm. 8139–44. doi:10.1021/jf1005935.
  5. Oliver H. Lowry. Protein Measurement with the Folin Phenol Reagent. J. Biol. Chem. 1951. Vol. 193 (1). hlm. 265–275. doi:10.1016/S0021-9258(19)52451-6.
  6. The Most-Cited Papers of All Time. Essays of an Information Scientist. 12 February 1990. Vol. 13. hlm. 45–56.
  7. Oxygen-radical absorbance capacity assay for antioxidants. Free Radic Biol Med. 1993. Vol. 14 (3). hlm. 303–11. doi:10.1016/0891-5849(93)90027-R.
  8. Development and validation of an improved oxygen radical absorbance capacity assay using fluorescein as the fluorescent probe. J Agric Food Chem. 2001. Vol. 49 (10). hlm. 4619–26. doi:10.1021/jf010586o.
  9. Withdrawn: Oxygen Radical Absorbance Capacity (ORAC) of Selected Foods, Release 2 (2010). United States Department of Agriculture, Agricultural Research Service. 16 May 2012.
  10. Standardized methods for the determination of antioxidant capacity and phenolics in foods and dietary supplements. J Agric Food Chem. 2005. Vol. 53 (10). hlm. 4290–302. doi:10.1021/jf0502698.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29256034 (2026-05-21T13:28:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.